Jakarta (ANTARA) –
Kontingen Indonesia menambah empat medali emas pada hari ketiga Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, Rabu, sehingga melampaui target awal tujuh emas dengan koleksi delapan emas, delapan perak, dan 22 perunggu.
Berdasarkan pembaruan klasemen sementara hingga pukul 21.00 WIB, Indonesia menempati peringkat kesembilan dengan total 38 medali.
Tambahan emas pada hari ketiga dipersembahkan atlet boccia Handayani, Gischa Zayana, dan Felix Ardi Yudha, serta atlet para atletik Karisma Evi Tiarani.
Cabang boccia menjadi penyumbang emas terbanyak bagi Indonesia pada hari ketiga dengan tiga medali. Handayani meraih emas nomor individual putri BC1 setelah mengalahkan wakil Malaysia Angline Melissa dengan skor 5-4.
Handayani sempat tertinggal 1-4 sebelum bangkit pada set keempat untuk membalikkan keadaan. Sementara itu, Gischa Zayana merebut emas nomor individual putri BC2 setelah menundukkan wakil Hong Kong, China, Hiu Lam Yeung, dengan skor tipis 6-5.
Felix Ardi Yudha melengkapi raihan emas boccia melalui kemenangan 5-3 atas wakil Thailand Phakphum Linchum pada final nomor individual putra BC2. Felix sempat tertinggal pada dua set pertama sebelum membalikkan keadaan dan mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.
Baca juga: Handayani puas menangkan duel final kedua kali untuk rebut emas
Baca juga: Gischa akhiri catatan buruk lawan Hiu Lam dengan emas Asian Para Games
Baca juga: Ketenangan jadi senjata Felix rebut emas kedelapan bagi Indonesia
Sebelumnya, emas keempat Indonesia pada hari ketiga dipersembahkan Karisma Evi Tiarani dari nomor lari 100 meter putri T63. Berlomba di Nagoya City Mizuho Athletic Stadium, Karisma mencatatkan waktu 14,59 detik untuk mengungguli dua atlet tuan rumah Jepang, Tomomi Tozawa dan Kaeda Maegawa.
Sebelum tambahan empat emas tersebut, Indonesia telah mengumpulkan empat emas melalui atlet para renang Maulana Rifky Yavianda, atlet para atletik I Kadek Dwi Purwana Yasa, dan atlet para balap sepeda Muhammad Fadli Imammuddin.
Maulana menyumbangkan dua emas dari nomor 100 meter gaya bebas putra S12 dan 100 meter gaya punggung putra S12. Purwana Yasa meraih emas lempar cakram putra F57 sekaligus memecahkan rekor dunia dengan lemparan sejauh 49,75 meter.
Sementara itu, Fadli mempersembahkan emas dari nomor individual pursuit 4.000 meter putra C4.
Selain emas, Indonesia juga memperoleh perak melalui pasangan para panahan Ken Swagumilang/Arif Firmansyah dan atlet para atletik Saptoyogo Purnomo. Adapun Nur Fendi menyumbangkan perunggu dari nomor time trial B putra para balap sepeda.
Dengan tambahan empat emas tersebut, Indonesia melampaui target awal tujuh emas dan masih berpeluang menambah koleksi medali melalui sejumlah cabang olahraga, termasuk para atletik, para renang, para badminton, dan nomor beregu boccia.
Baca juga: Karisma Evi taklukan dua wakil Jepang untuk rebut emas
Baca juga: Indonesia lampaui target emas Asian Para Games 2026
Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.