1. News
  2. Adventure
  3. Warga Saptosari Gunungkidul Krisis Air, Tugumuda Fortuner Community dan Nasmoco Bantul Dropping 100 Tanki Air

Warga Saptosari Gunungkidul Krisis Air, Tugumuda Fortuner Community dan Nasmoco Bantul Dropping 100 Tanki Air

warga-saptosari-gunungkidul-krisis-air,-tugumuda-fortuner-community-dan-nasmoco-bantul-dropping-100-tanki-air
Warga Saptosari Gunungkidul Krisis Air, Tugumuda Fortuner Community dan Nasmoco Bantul Dropping 100 Tanki Air

WartapalaIndonesia.com, GUNUNGKIDUL – Peduli pada warga yang mengalami krisis air, Tugumuda Fortuner Community (Tufoc) dan Nasmoco Bantul mengajak Sekolah Air Hujan Banyu Bening Sleman menyelenggarakan aksi peduli bertajuk “Touring, Baksos, Dropping 100 Tangki Air dan Solusinya di Tahun Depan”. Sabtu, 17 Oktober 2026.

Acara yang melibatkan banyak pihak — mulai dari tokoh masyarakat, relawan hingga warga penerima manfaat — dipusatkan di Angkringan Pak List yang berada di Saptosari, Gunungkidul.

Untuk diketahui, air bersih di Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2026, mengalami lonjakan kebutuhan air bersih sangat signifikan dibandingkan tahun 2025.

Situasi itu terjadi lantaran kemarau panjang yang lebih kering akibat El Niño serta musim hujan yang mundur.

Kini krisis air meluas hingga mencakup 17 dari 18 kapanewon dan sekitar 70 kalurahan di Gunungkidul.

Secara simbolis sebanyak 100 tangki air diserahkan kepada masyarakat se-Kapanewon Saptosari yang diterima langsung oleh Penewu Anom Saptosari Agus Pramana.

Agus mengaku berterima kasih atas bantuan dropping air bersih yang diterima. Menurutnya bantuan ini tepat sasaran dan bermanfaat.

“Kepada Tufoc, Nasmoco Bantul, serta relawan yang membantu dropping air ini, saya mewakili warga mengucapkan terima kasih,” jelasnya.

Selain dropping air bersih, aksi peduli ini juga diwarnai bantuan sembako, serta penyerahan tandon dan material lanjutan ISLAH (Instalasi Sistem Lumbung Air Hujan).

Usai penyerahan bantuan tersebut, dilanjutkan dengan penanaman simbolis pohon konservasi di area Masjid Al Mauidoh.

Masjid Al Mauidoh merupakan lokasi instalasi pemanfaatan air hujan. Instalasi dipasang di sini sebagai contoh bagi warga sekitar bahwa warga dapat menampung air hujan secara mandiri di masing-masing rumahnya tanpa harus memiliki Tandon, tetapi bisa dengan jerigen dan galon bekas sebagai lumbung air hujan.

Sementara itu Ketua Tufoc Suharyanto menyampaikan di setiap kegiatan touring yang mereka selenggarakan, diupayakan sesuai dengan visi misi dan memiliki nilai kemanfaatan bagi masyarakat.

“Tujuannya untuk menambah persaudaraan dan berbagi sebagai sikap peduli kami kepada masyarakat,” jelasnya.

Khusus di Saptosari imbuh Suharyanto, tak hanya dropping air, tetapi ada solusi yang bisa dicontoh oleh masyarakat yaitu ISLAH dan elektrolisa.

Harapannya, agar tahun depan angka dropping air mengalami penurunan. Hal ini juga merupakan langkah PRB (Pengurangan Resiko Bencana).  

Terkait, Founder Sekolah Air Hujan Banyu Bening Sri Wahyuningsih mengungkap kegiatan yang digelar tergolong menarik karena mencakup mitigasi dan PRB.

“Sebelum musim hujan tiba, masyarakat kita bekali pengetahuan cara menampung air hujan sesuai SOP. Baik secara manual maupun dengan ISLAH dan elektrolisa, yakni teknologi lanjutan sebagai pemecah partikel menjadi asam dan basa” pungkas Wahyuningsih. (*)

Kontributor || Cak Jie
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Warga Saptosari Gunungkidul Krisis Air, Tugumuda Fortuner Community dan Nasmoco Bantul Dropping 100 Tanki Air
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us