Jakarta (ANTARA) – Ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah petik pelajaran berharga setelah terhenti dalam perempat final French Open 2026.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Grand Paris Arena, Paris, Jumat, Amri/Nita mengakui ketangguhan ganda China Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping lewat drama rubber gim 21-13, 13-21, 13-21.
“Ini hasil yang bisa didapat di French Open, kami terima. Belajar lagi, kekurangan kami diperbaiki. Reset dulu lalu fokus lagi ke Hylo Open minggu depan, semoga dapat hasil lebih baik,” kata Amri dikutip dari PBSI.
Amri menilai bahwa di pertandingan kali ini banyak skema permainannya yang terbaca oleh lawan.
Baca juga: Amri/Nita lupakan hasil Denmark Open dan fokus French Open
Terlebih, ia merasa bahwa terdapat kondisi angin yang cukup menyulitkannya.
“Pengembalian kami tidak boleh terlalu polos dan harus ada inisiatif menurunkan bola tapi mereka juga sedang sangat baik penempatan bolanya jadi sangat menyulitkan,” kata Amri mengenai evaluasinya.
Secara terpisah, Nita menilai bahwa ganda unggulan pertama di turnamen kali ini memang bermain dengan skema yang berbeda dari pertemuan terakhir mereka sebelumnya.
“Huang Dong Ping hari ini bermain dengan lebih banyak variasi dibanding dua pertemuan sebelumnya. Penempatan bola di depannya sangat baik,” kata Nita.
Baca juga: Medali perak pupuk kepercayaan diri Amri/Nita bersaing di level atas
Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.