Jakarta (ANTARA) – Tunggal putra Indonesia Mohammad Zaki Ubaidillah harus puas sebagai runner-up French Open 2026 setelah kalah dari wakil tuan rumah Christo Popov pada partai final di Paris, Minggu.
Ubed, sapaan akrab Zaki Ubaidillah, dipaksa menyerah dengan skor 11-21, 21-14, 13-21 dalam pertandingan final turnamen BWF World Tour Super 750 tersebut, demikian catatan pertandingan.
Kekalahan itu membuat Ubed gagal menutup penampilan perdananya di final level Super 750 dengan gelar juara. Meski demikian, pencapaiannya hingga partai puncak menjadi hasil penting bagi pebulu tangkis berusia 19 tahun tersebut.
Dalam laga final, Ubed kesulitan mengimbangi permainan Popov pada gim pertama. Pebulu tangkis Prancis itu langsung mengambil inisiatif serangan dan membangun keunggulan sejak awal hingga menutup gim pembuka dengan skor 21-11.
Ubed bangkit pada gim kedua dengan memperbaiki tempo permainan dan meningkatkan tekanan. Setelah sempat tertinggal pada awal gim, ia mampu membalikkan keadaan dan unggul 11-5 saat interval.
Baca juga: PBSI pacu regenerasi setelah Alwi dan Ubed melejit
Permainan agresif Ubed berlanjut selepas jeda. Ia mampu menjaga keunggulan meski Popov berusaha mengejar perolehan angka, sebelum akhirnya merebut gim kedua dengan skor 21-14 untuk memaksakan gim penentuan.
Namun, Popov kembali menguasai pertandingan pada gim ketiga. Wakil tuan rumah itu unggul jauh 11-3 saat interval dan mampu mempertahankan kendali permainan hingga menutup gim penentuan dengan skor 21-13.
Sebelum mencapai final, Ubed menyingkirkan wakil Jepang Koki Watanabe dengan skor 21-17, 21-14 pada babak 16 besar. Ia kemudian mengalahkan Chi Yu Jen dari Taipei dua gim langsung, 21-15, 21-13, pada perempat final.
Pada semifinal, Ubed kembali menunjukkan ketangguhan dengan mengalahkan wakil tuan rumah Alex Lanier melalui pertarungan tiga gim, 21-16, 16-21, 21-17.
Baca juga: Ubed ke final French Open setelah tundukkan Lanier
Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.