Jakarta (ANTARA) – Atlet timnas panjat tebing Indonesia Antasyafi Robby Al Hilmi memaknai peringatan 98 tahun Sumpah Pemuda sebagai pengingat bahwa identitas pemuda adalah seorang pejuang yang berkontribusi bagi bangsa dan negara melalui berbagai sektor.
Menurut atlet yang kerap disapa Robby itu, semangat kepemudaan sejak zaman perjuangan melawan penjajahan tetap relevan hingga saat ini.
“Semangat para pejuang yang diwariskan kepada generasi berikutnya tidak boleh padam, justru semangat itu harus semakin baik agar pemuda selalu memiliki cara untuk berjuang demi bangsa dan negara,” kata dia saat diwawancarai ANTARA di Jakarta, Kamis.
Dia menjelaskan, meski tantangan pemuda saat ini telah jauh berubah, tetapi keberanian, persatuan, dan kemauan memberikan yang terbaik bagi Indonesia harus terus dijaga.
Lebih lanjut dia menjelaskan pemuda sekarang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari inflasi ekonomi yang berdampak kepada kehidupan sehari-hari hingga ketidakstabilan geopolitik yang memengaruhi posisi pemuda di mata dunia. Kondisi tersebut menuntut generasi muda beradaptasi dan mencari ruang kontribusi sesuai kemampuan.
Atlet peringkat ketiga dunia untuk disiplin speed dalam World Climbing itu menambahkan perjuangan dapat dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari bidang olahraga hingga berkarya di dunia digital. Teknologi memberi ruang bagi anak muda untuk menyampaikan gagasan, mengembangkan kreativitas, dan menghasilkan karya bermanfaat.
Baca juga: Kemenpora gencarkan kerja sama eksternal guna bangun karakter pemuda
Prestasi internasional, baik akademik maupun nonakademik, lanjut dia, menjadi jalan untuk mengharumkan nama Indonesia. Kontribusi tersebut dapat dimulai dengan mengembangkan potensi dan keahlian masing-masing.
Atlet berumur 19 tahun itu mengingatkan para pemuda agar percaya pada kemampuan diri dan membangun keyakinan melalui langkah kecil setiap hari. Konsistensi belajar, berlatih, dan memperbaiki diri dapat menghasilkan sesuatu yang berarti.
Bagi Robby, peringatan Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober, selalu mengingatkan tentang ikrar persatuan yang lahir pada 1928. Setelah 98 tahun, semangat tersebut tetap menjadi landasan generasi muda mengutamakan kepentingan bangsa.
Menurut dia, nilai tersebut perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Persatuan menjadi kekuatan menghadapi perubahan dan menjaga cita-cita nasional bersama.
Identitas pemuda sebagai pejuang tidak hanya tercermin dalam kisah masa lalu, tetapi juga tindakan nyata. Setiap anak muda, tambah dia, dapat mengambil peran melalui profesi, karya, dan prestasi dengan tanggung jawab.
Baca juga: Sumpah Pemuda momentum majukan tinju Indonesia
Baca juga: Federasi olahraga jadikan Sumpah Pemuda momentum perkuat persatuan
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.