1. News
  2. Kombitainment
  3. Rimba Bawa Pop Belantara ke Kyoto Music Expo 2026 di Hadapan 12.000 Penonton

Rimba Bawa Pop Belantara ke Kyoto Music Expo 2026 di Hadapan 12.000 Penonton

rimba-bawa-pop-belantara-ke-kyoto-music-expo-2026-di-hadapan-12.000-penonton
Rimba Bawa Pop Belantara ke Kyoto Music Expo 2026 di Hadapan 12.000 Penonton

Band asal Jakarta, Rimba, membawa karakter musik yang mereka sebut Pop Belantara ke panggung Jepang. Dalam rangkaian tur pada September hingga Oktober 2026, mereka tampil dari venue intim di Tokyo hingga di hadapan sekitar 12.000 penonton pada hari pertama Kyoto Music Expo 2026 di Umekoji Park, Kyoto.

Perjalanan tersebut dimulai pada 24 September 2026, ketika Rimba tampil di Moon Romantic Aoyama, Tokyo, yang berkapasitas sekitar 150 orang. Dua hari kemudian, mereka melanjutkan perjalanan ke Matsumoto untuk tampil di panggung utama Ringo Fest, dengan sekitar 300 penonton.

Dok. Indriatma Sitorus

Puncak perjalanan berlangsung pada 10 Oktober 2026, saat Rimba tampil di Kyoto Music Expo. Festival ini menandai 20 tahun penyelenggaraannya sekaligus 30 tahun perjalanan Quruli, band rock alternatif asal Kyoto yang menggagas acara tersebut. Digawangi Shigeru Kishida dan Masashi Sato bersama personel lainnya, Quruli turut tampil dalam dua hari penyelenggaraan festival.

Pada hari pertama, Rimba berbagi panggung dengan sejumlah musisi Jepang, termasuk Quruli, Homecomings, indigo la End, Macaroni Empitsu, Suchmos, dan Miyamoto Hiroji. Sementara itu, hari kedua menghadirkan Quruli bersama ASIAN KUNG-FU GENERATION, Tamio Okuda, Hitsujibungaku, dan milet.

Salah satu momen yang menonjol dari penampilan Rimba adalah respons penonton sepanjang set mereka. Lagu-lagu seperti “Kampiun”, “Rimba Raya”, dan “Crave Me, Superstar” disambut ayunan tangan serta tepuk tangan mengikuti irama. Antusiasme mencapai puncaknya ketika mereka menutup penampilan dengan “Diego Superego”, yang mengundang penonton untuk melompat bersama.

Respons tersebut memperlihatkan bagaimana musik berbahasa Indonesia dapat menjangkau pendengar dari latar bahasa dan budaya berbeda. Dengan perpaduan melodi pop, aransemen eksperimental, dan lirik berbahasa Indonesia, Rimba membawa karakter musik mereka ke panggung yang lebih luas tanpa meninggalkan identitas yang telah dibangun.

Dok. Inoue Yoshikazu

Terbentuk pada 2019, Rimba diperkuat Latasya Dinar pada vokal, Vari Rivano pada gitar dan vokal latar, Marvin Muhammad pada bas dan vokal latar, serta Ivando Jeremy pada drum. Melalui pendekatan Pop Belantara, mereka mengembangkan musik pop yang melodis sekaligus eksperimental, dengan dinamika beragam dan aransemen penuh kejutan.

Perjalanan Rimba di Jepang turut memperluas jangkauan album perdana mereka, Technicolor Meeting. Album tersebut pertama kali dirilis secara independen dalam format digital pada 14 November 2025 sebelum mendapat dukungan Big Romantic Records, yang menerbitkannya dalam format piringan hitam pada 6 Maret 2026 untuk distribusi global.

Kini, Technicolor Meeting tersedia dalam format vinyl di sejumlah toko rekaman Jepang, termasuk Tower Records, HMV, dan beberapa toko independen. Kehadiran album tersebut menjadi bagian dari upaya Rimba memperkenalkan musik mereka kepada pendengar di luar Indonesia.

Dari venue berkapasitas 150 orang di Tokyo hingga panggung festival di Kyoto, rangkaian perjalanan ini menjadi babak penting bagi Rimba. Melalui Pop Belantara dan lagu-lagu berbahasa Indonesia, mereka menunjukkan bahwa musik dapat menemukan pendengarnya, bahkan ketika bahasa bukan sesuatu yang dipahami bersama.

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Rimba Bawa Pop Belantara ke Kyoto Music Expo 2026 di Hadapan 12.000 Penonton
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us