1. News
  2. Berita
  3. Pengalaman Jacqueline Halder di Ujung Kulon pada 1970-an: Serasa Berada di Surga!

Pengalaman Jacqueline Halder di Ujung Kulon pada 1970-an: Serasa Berada di Surga!

pengalaman-jacqueline-halder-di-ujung-kulon-pada-1970-an:-serasa-berada-di-surga!
Pengalaman Jacqueline Halder di Ujung Kulon pada 1970-an: Serasa Berada di Surga!

2 November 2026 12.00 WIB • 3 menit

Pengalaman Jacqueline Halder di Ujung Kulon pada 1970-an: Serasa Berada di Surga!

images info

Pengalaman Jacqueline Halder di Ujung Kulon pada 1970-an_ Serasa Berada di Surga! | Indonesia Raya/23 Agustus 1971


Nama Jacqueline Halder merupakan salah satu sosok penting dalam organisasi internasional yang bergerak di bidang konservasi alam, yakni World Wide Fund for Nature atau WWF. Sosok yang pernah menjadi Presiden WWF untuk region Basel tersebut mengabdikan seluruh hidupnya untuk alam.

Tahukah Kawan, mundur beberapa dekade silam Jacqueline Halder ternyata pernah menginjakkan kaki di Indonesia. Tidak hanya sekadar singgah, Jacqueline Halder menetap cukup lama di Indonesia dalam rangka mendukung penelitiannya pada waktu itu.

Bersama sang suami, Ueli Halder datang ke Indonesia, tepatnya ke Ujung Kulon pada periode 1970-an. Kedatangannya ini berkaitan dengan penelitian yang sedang dikerjakan oleh Jacqueline Halder terkait keberadaan badak Jawa.

Ternyata kunjungannya ke Indonesia pada waktu itu meninggalkan kesan yang mendalam bagi Jacqueline Halder. Bahkan dia menganggap wilayah Ujung Kulon yang didatanginya pada waktu itu seperti berasa di surga.

Tidak hanya itu, interaksi lama yang dibangun juga membuat Jacqueline Halder dan suami membaur dengan masyarakat lokal yang ada di sana. Lantas bagaimana momen saat Jacqueline Halder datang ke Indonesia pada 1970-an silam.

Relawan WWF di Ujung Kulon

Dinukil dari artikel “Jacqueline Halder: Tempat Ini Bagaikan Sorga” yang terbit di surat kabar Indonesia Raya edisi 23 Agustus 1971, Jacqueline Halder bersama Ueli Harder datang ke Ujung Kulon pada 1970-an sebagai perwakilan dari WWF untuk penelitian terkait keberadaan satwa di sana.

Saat artikel ini diterbitkan di surat kabar tersebut, pasangan suami istri ini diketahui sudah berada lebih kurang sebulan di hutan Ujung Kulon. Walau belum berada cukup lama, baik Jacqueline Halder dan Ueli Halder sudah seperti berada di rumah mereka sendiri.

Pasangan suami istri ini sudah mengenal bentang alam yang mereka diami pada waktu itu. Hal ini makin mendukung tujuan mereka saat datang ke sana untuk meneliti lebih lanjut keberadaan badak Jawa dan mengupayakan kelestariannya.

Pernah pada suatu hari, Jacqueline Halder melihat bangkai badak yang tergeletak di hutan. Dengan cekatan Jacqueline Halder langsung memeriksa badak Jawa yang berhasil dia temukan tersebut, dibantu Ueli Halder yang fokus untuk mendokumentasikannya.

Kagum dengan Bentang Alam Indonesia

Sebelum datang ke Ujung Kulon, pasangan suami istri ini terlebih dahulu sudah lama berdiam di Thailand. Mereka mendatangi Sungai Kwai di sana dengan tujuan yang sama.

Meskipun sudah akrab dengan wilayah Asia Tenggara, Jacqueline Halder tidak bisa melepaskan kekagumannya pada bentang alam Indonesia. Dia bahkan merasa sedang berada di surga ketika tinggal di Ujung Kulon pada waktu itu.

Meskipun demikian, kenikmatan yang dia rasakan ini tidak serta merta menghilangkan tantangan yang dia alami saat datang di sana. Pada awalnya, Jacqueline Halder sempat kewalahan untuk beradaptasi dengan bentang alam yang ada di Ujung Kulon.

Dia merasa jika wilayah Ujung Kulon memiliki tantangan yang lebih berat jika dibandingkan dengan Sungai Kwai. Misalnya, daerah tersebut lebih berlumpur dan bernyamuk jika dibandingkan dengan Sungai Kwai.

Untungnya Ueli Halder selalu memberikan dukungan penuh untuk istrinya tersebut. Seiring berjalannya waktu, pasangan suami istri ini justru makin betah dalam menikmati bentang alam yang ada di Ujung Kulon waktu itu.

Berbaur Layaknya Masyarakat Lokal

Sebenarnya kunjungannya ke Ujung Kulon bukanlah kali pertama yang dilakukan oleh Jacqueline Halder dan suami. Sebelumnya mereka juga pernah datang ke sana walau tidak dalam waktu lama.

Pada kunjungannya kali ini, Jacqueline Halder dan sang suami bisa menetap lebih lama untuk proses penelitian mereka. Hal ini membuat pasangan suami istri tersebut memiliki kesempatan untuk berbaur dengan masyarakat lokal.

Sambutan hangat juga diterima oleh pasangan suami istri tersebut dari masyarakat lokal yang ada di sana. Bahkan Jacqueline Halder juga diajarkan untuk membuat berbagai macam kuliner khas Indonesia, seperti sekoteng, sate, hingga opor ayam.

Ikuti GNFI agar tak ketinggalan kabar baik

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

Tim Editorarrow

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Pengalaman Jacqueline Halder di Ujung Kulon pada 1970-an: Serasa Berada di Surga!
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us