1. News
  2. Berita
  3. Penyeberangan Kapal Ferry Situbondo-Buleleng Bakal Diuji Coba Jadi Jalur Alternatif Jawa-Bali saat Nataru

Penyeberangan Kapal Ferry Situbondo-Buleleng Bakal Diuji Coba Jadi Jalur Alternatif Jawa-Bali saat Nataru

penyeberangan-kapal-ferry-situbondo-buleleng-bakal-diuji-coba-jadi-jalur-alternatif-jawa-bali-saat-nataru
Penyeberangan Kapal Ferry Situbondo-Buleleng Bakal Diuji Coba Jadi Jalur Alternatif Jawa-Bali saat Nataru

Lonjakan mobilitas masyarakat selama libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru) mendorong penyiapan jalur alternatif penyeberangan Jawa-Bali. Pelabuhan Celukan Bawang di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, diproyeksikan menjadi salah satu pilihan melalui rute Pelabuhan Jangkar, Situbondo, Jawa Timur.

Rute Jangkar-Celukan Bawang diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan kendaraan pada lintasan Ketapang-Gilimanuk yang selama ini menjadi jalur utama penyeberangan Jawa-Bali. Namun, rencana tersebut masih menunggu persetujuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), terutama terkait penetapan rute, jenis kapal, jadwal, dan frekuensi pelayaran.

General Manager Pelindo Pelabuhan Celukan Bawang, Jumhari Nasrun, mengatakan penyiapan pelabuhan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kemenhub untuk mendukung kelancaran angkutan Natal dan Tahun Baru 2026/2027.

“Untuk masalah rute, kapal, jadwal, dan berapa kali kapal, itu semua menunggu persetujuan dari Kementerian Perhubungan, karena ini masalah keselamatan dan kelancaran pelayaran,” kata Jumhari, Kamis (29/10/2026).

Menunggu Keputusan Kementerian Perhubungan

Hingga akhir Oktober 2026, Pelindo masih menunggu keputusan pemerintah mengenai skema operasional penyeberangan tersebut. Koordinasi untuk uji coba pelayaran juga belum dilakukan karena belum ada kepastian mengenai jenis kapal dan lintasan yang akan digunakan.

Menurut Jumhari, penetapan rute dan jadwal harus mempertimbangkan aspek keselamatan serta kelancaran transportasi laut. Hal ini penting mengingat mobilitas masyarakat dan kendaraan berpotensi meningkat selama libur akhir tahun.

Apabila mendapat persetujuan, jalur Jangkar-Celukan Bawang dapat menjadi pilihan tambahan bagi masyarakat yang hendak bepergian dari Jawa menuju Bali maupun sebaliknya.

Progres Dermaga 3 Sudah Lebih dari 80 Persen

Sambil menunggu keputusan pemerintah, Pelindo menyiapkan infrastruktur Pelabuhan Celukan Bawang agar dapat melayani kapal roll-on/roll-off (roro). Kapal jenis ini memungkinkan kendaraan masuk dan keluar melalui jalur khusus atau ramp sehingga dapat mengangkut kendaraan sekaligus penumpang.

Dermaga 3 menjadi fasilitas yang disiapkan untuk mendukung rencana tersebut. Hingga akhir Oktober 2026, progres pengerjaannya telah mencapai lebih dari 80 persen.

Pekerjaan yang dilakukan mencakup pengerasan jalan akses, penyiapan penerangan, serta pemasangan rambu-rambu untuk mendukung aktivitas kendaraan dan kapal. Pelindo menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan paling lambat awal November 2026.

“Selambat-lambatnya di awal November kami perkirakan sudah rampung semua,” ujar Jumhari.

Penyelesaian dermaga menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan kesiapan infrastruktur pelabuhan apabila rute alternatif tersebut mendapat persetujuan pemerintah.

Dermaga 3 Disiapkan untuk Kendaraan dan Penumpang

Pemilihan Dermaga 3 juga mempertimbangkan aktivitas operasional pelabuhan lainnya. Saat ini, Dermaga 2 telah memiliki jadwal pelayanan kapal pesiar atau cruise dan kapal pengangkut barang umum (general cargo).

Dengan memanfaatkan Dermaga 3, pelayanan kapal roro diharapkan dapat berlangsung tanpa mengganggu aktivitas kapal yang telah beroperasi.

Pelindo juga telah menyediakan tempat tunggu penumpang atau shelter di kawasan Dermaga 3. Fasilitas tersebut dipersiapkan untuk mendukung pelayanan penumpang apabila rencana penyeberangan terealisasi.

Dermaga 3 diproyeksikan mampu melayani kendaraan golongan V, termasuk kendaraan pribadi, dengan kapasitas sekitar 12 ton. Meski demikian, jenis kendaraan yang dapat diangkut dan kapasitas pelayanan nantinya tetap mengikuti ketentuan teknis serta persetujuan pihak berwenang.

Alternatif saat Kepadatan Nataru

Lintasan Ketapang-Gilimanuk selama ini menjadi akses utama masyarakat yang melakukan perjalanan darat dan laut antara Pulau Jawa dan Bali. Peningkatan jumlah kendaraan pribadi, angkutan umum, serta distribusi barang selama libur panjang berpotensi menambah kepadatan di kedua pelabuhan tersebut.

Penyiapan rute Jangkar-Celukan Bawang diharapkan dapat memberikan pilihan perjalanan tambahan bagi masyarakat. Namun, efektivitas jalur tersebut dalam mengurai kepadatan masih bergantung pada keputusan operasional dan kapasitas layanan yang nantinya ditetapkan.

Hingga 29 Oktober 2026, belum ada tanggal pasti pengoperasian penyeberangan tersebut. Informasi mengenai jadwal keberangkatan, tarif, jenis kapal, kapasitas kendaraan, hingga mekanisme pemesanan tiket juga masih menunggu keputusan Kemenhub.

Masyarakat yang berencana bepergian saat Nataru 2026/2027 perlu memantau pengumuman resmi pemerintah dan operator pelabuhan sebelum menentukan rute perjalanan.

Ikuti GNFI agar tak ketinggalan kabar baik

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Penyeberangan Kapal Ferry Situbondo-Buleleng Bakal Diuji Coba Jadi Jalur Alternatif Jawa-Bali saat Nataru
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us