All-Stars Jakarta langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit tanda dimulainya pertandingan berbunyi. Duel sengit di lini tengah tersaji saat kedua tim saling berebut dominasi penguasaan bola.
Meski tampil menekan, All-Stars Jakarta masih kesulitan mengembangkan permainan akibat ketatnya penjagaan para pemain All-Stars Yogyakarta. Sejumlah upaya membangun serangan melalui kombinasi umpan pendek kerap dipatahkan berujung bola mati.
Namun, beberapa peluang dari situasi tersebut belum mampu dikonversi menjadi gol sehingga skor kacamata bertahan hingga turun minum.
Memasuki paruh kedua, All-Stars Jakarta kembali meningkatkan intensitas serangan dan memaksa All-Stars Yogyakarta memperkuat lini pertahanan. Penampilan gemilang kper All-Stars Yogyakarta yang didukung solidnya barisan belakang beberapa kali berhasil menggagalkan peluang lawan.
Kebuntuan pecah pada menit 30, ketika kesalahan lini pertahanan All-Stars Yogyakarta dalam mengantisipasi throw in Kapten All-Stars Jakarta, Andien Haifa Syakira dan berbuah own goal.
Tertinggal satu gol membuat tensi pertandingan semakin meningkat. All-Stars Yogyakarta berupaya membalas melalui serangan balik cepat, namun pertahanan disiplin All-Stars Jakarta mampu meredam setiap ancaman hingga peluit panjang berbunyi.
Asisten Pelatih All-Stars Jakarta, Sasi Kirana mengakui tim asuhannya cukup kesulitan untuk mengembangkan permainan di babak pertama,karena masih merasakan ketegangan dan membutuhkan waktu beradaptasi dengan atmosfer pertandingan.
“Bisa dibilang ball possession kita lebih banyak, tapi kita belum bisa memaksimalkan finishing. Saat babak kedua baru bisa mulai cair permainannya. Saya rasa tadi faktor terbesarnya itu ada di Andien dan Albianca, yang bisa menaikkan semangat dari anak-anak di lapangan. Kita sebenarnya tidak banyak menekan dan mereka bisa memotivasi diri mereka,” terangnya.
Sementara tim All Stars Yogyakarta, masih memiliki asa untuk merebut podium ketiga. Mereka telah memetik pelajaran berharga dalam membangun mental dan karakter untuk mampu tampil impresif dalam kondisi apapun.
“Selamat untuk All-Stars Jakarta, tim yang keren. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin selama turnamen ini. Kemarin kita juga sempat mendapat hasil imbang dengan Semarang, hasil kalah dengan Solo,” ujar kata Pelatih Kepala All-Stars Yogyakarta Tri Wulandari.
“Pemain kami bisa bangkit lagi ketika melawan Semarang dan mental kita lebih siap saat kita menghadapi tendangan penalti. Itu perjalanan yang luar biasa, pembelajaran buat kami, dan insya Allah akan kami buktikan di pertandingan berikutnya merebut peringkat tiga,” lanjutnya.
Mengejar podium ketiga, penjaga lini pertahanan All-Stars Yogyakarta, Zahra Izzati Naila Alkhaliqi tak mengendurkan semangat. Demi membawa pulang pencapaian tersebut, Zahra dkk akan fokus untuk mempersiapkan pertandingan selanjutnya.
“Pertandingan hari ini sudah bagus, mungkin kali ini bukan rezeki kita. Pelajaran yang didapat kita tidak boleh meremehkan lawan dan harus berkembang. Semoga pertandingan selanjutnya hasilnya lebih bagus,” ucap Zahra pasca laga.
Hari terakhir MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026, Minggu (28/6) akan berlangsung perebutan peringkat tiga yang mempertemukan All-Stars Yogyakarta dan All-Stars Surabaya pukul 09.00 WIB. Sementara partai final yang bergulir pukul 14.00 WIB, juara MLSC All-Stars tahun lalu, All-Stars Kudus akan menghadapi All-Stars Jakarta.