
BRAJESHKumar, seorang pria berusia 65 tahun, terbiasa duduk menyendiri di teras atap rumahnya di Ayodhya, Uttar PradeshIndia Utara. Dari sana, dia melihat Kuil Ram yang megah, bangunan yang menjadi simbol transformasi kota kecilnya menjadi pusat gerakan mayoritas Hindu yang didorong oleh Partai Bharatiya Janata (BJP) pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi.
Namun, ketenangan yang dirasakan Kumar dan jutaan penganut Hindu lainkini terusik. Selama sebulan terakhir, kuil tersebut didera dugaan penggelapan donasi senilai jutaan dolar AS.
“Kami telah dikhianati oleh manajemen yang merampas keyakinan kami,” kata Kumar Al Jazeera. “Jika dibiarkan, mereka akan menjual kami semua atas nama agama demi mengisi kantong pribadi.”
Dugaan Korupsi di Jantung Kepercayaan
Kuil Ram berdiri di atas lahan bekas Masjid Babri abad ke-16 yang dihancurkan oleh massa Hindu pada 1992, peristiwa yang memicu kerusuhan agama mematikan di seluruh India. Setelah puluhan tahun sengketa hukum, Mahkamah Agung India memberikan lahan tersebut kepada pihak Hindu pada 2019dan Modi meresmikan kuil tersebut dua setengah tahun lalu.
Kini, pengelolaan kuil di bawah Shri Ram Janmabhoomi Teerth Kshetra Percaya menjadi sorotan tajam. Skandal ini mencuat setelah Mahipal Singh, mantan pengawas tim akuntansi yayasan, mengungkap adaketidakteraturan keuangan. Tekanan publik memaksa pemerintah negara bagian Uttar Pradesh membentuk tim investigasi beranggotakan tiga orang.
Meski laporan resmi belum dipublikasikan, kepolisian menangkap sedikitnya delapan orang, termasuk petugas penghitung uang tunai dan persembahan berharga. Banyak peziarah kini mempertanyakan keberadaan barang berharga mereka, mulai dari batu bata perak hingga perhiasan emas yang diserahkan kepada pengurus yayasan.
Perkembangan Terbaru: Sekretaris Jenderal yayasan, Champat Rai, bersama beberapa wali amanat profil tinggi lain,mengundurkan diri pada Jumat lalu di tengah tekanan yang kian memuncak.
Kemarahan para Pendukung Setia
Kekecewaan tidak hanya datang dari masyarakat umum, tetapi juga dari tokoh-tokoh yang terlibat dalam gerakan penghancuran Masjid Babri 1992. Santosh Dubey, salah satu terdakwa yang kemudian dibebaskan dalam kasus penghancuran masjid tersebut, menyatakan kemarahannya.
“Pencuri yang licik, tidak jujur, dan kejam sedang menjalankan Kuil Ram,” tegas Dubey. Ia menilai skandal ini merusak narasi BJP sebagai penyelamat iman Hindu. Ini bukan pertama kaliyayasan tersebut bermasalah.Pada 2021, mereka juga dituduh membeli tanah dengan harga yang digelembungkan menggunakan uang donasi publik.
Dampak Politik Menjelang Pemilu
Skandal ini muncul di saat yang krusial bagi BJP. Uttar Pradesh, negara bagian terpadat di India, akan menghadapi pemilihan umum dalam beberapa bulan ke depan. Pemimpin oposisi dari Partai Samajwadi, Akhilesh Yadav, menuduh pemerintah berusaha menutupi kasus ini dengan hanya menangkap staf junior sebagai kambing hitam.
Analis politik Rasheed Kidwai menilai skandal ini bisa memberikan dampak negatif masif bagi BJP. “Ini bukan sesuatu yang akan dilupakan begitu saja karena ini menyangkut masalah iman,” kata Kidwai. Ia menambahkan bahwa strategi memanfaatkan emosi keagamaan bisa berbalik merugikan partai jika integritas pengelolaannya terbukti cacat.
Hingga saat ini, juru bicara BJP menolak memberikan komentar terkait tuduhan terbaru tersebut.Penyelidikan kepolisian masih terus berlanjut untuk mengungkap sejauh mana pembusukan strukturalterjadi di dalam manajemen kuil paling suci bagi umat Hindu tersebut. (I-2)