1. News
  2. Berita
  3. Ternyata Masih Ada Badak Kalimantan, Misi Penyelamatan Dimulai dari Laboratorium

Ternyata Masih Ada Badak Kalimantan, Misi Penyelamatan Dimulai dari Laboratorium

ternyata-masih-ada-badak-kalimantan,-misi-penyelamatan-dimulai-dari-laboratorium
Ternyata Masih Ada Badak Kalimantan, Misi Penyelamatan Dimulai dari Laboratorium

17 Juni 2026 11.10 WIB • 3 menit

Ternyata Masih Ada Badak Kalimantan, Misi Penyelamatan Dimulai dari Laboratorium

images info

Pemerintah tengah menyiapkan evakuasi badak dari kawasan Hutan Lindung Buring Ayok, Kabupaten Mahakam Ulu, menuju Suaka Badak Kelian di Kutai Barat, Kalimantan Timur. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penyelamatan Badak Kalimantan yang kini berada pada kondisi sangat kritis. Evakuasi tersebut bukan berarti habitat alaminya ditinggalkan, melainkan menjadi strategi untuk menjaga peluang spesies ini agar tetap bertahan.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur menegaskan kawasan Hutan Lindung Buring Ayok tetap akan dipertahankan sebagai habitat yang dilindungi. Bahkan, kawasan tersebut diusulkan menjadi areal preservasi permanen agar fungsi ekologisnya tetap terjaga dan dapat menjadi lokasi pelepasliaran apabila populasi badak berhasil dipulihkan melalui program konservasi di masa depan.

Keputusan memindahkan Pari diambil karena kondisi biologis satwa tersebut sudah memasuki tahap yang memerlukan penanganan intensif. Saat ini hanya tersisa dua individu Badak Kalimantan yang diketahui masih hidup di Indonesia, yakni Pahu yang telah berada di Suaka Badak Kelian dan Pari yang masih berada di habitat alaminya di Mahakam Ulu. Keduanya sama-sama berjenis kelamin betina sehingga perkembangbiakan secara alami tidak lagi memungkinkan.

Badak Kalimantan yang Sangat Langka

Badak Kalimantan (Dicerorhinus sumatrensis harrissoni) merupakan subspesies Badak Sumatra sekaligus badak terkecil di dunia. Satwa ini dahulu menghuni sebagian besar Pulau Kalimantan, tetapi populasinya terus menyusut akibat perburuan dan hilangnya habitat. Selama beberapa dekade, Badak Kalimantan bahkan sempat diyakini telah punah di Indonesia.

Harapan baru muncul ketika survei bersama pemerintah, Universitas Mulawarman, Yayasan Badak Indonesia (YABI), dan WWF Indonesia pada 2013-2014 berhasil merekam keberadaan badak melalui kamera jebak di Kutai Barat. Penemuan tersebut menjadi bukti bahwa spesies ini masih bertahan meski jumlahnya sangat sedikit. Dokumentasi lain pada 2016 juga memperkuat keberadaan Badak Kalimantan di kawasan Heart of Borneo yang mencakup Indonesia, Malaysia, dan Brunei.

Meski demikian, jumlah individu yang tersisa kini berada pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Para ahli memperkirakan tanpa intervensi konservasi, Badak Kalimantan berpotensi punah dalam waktu sekitar satu dekade.

Mengandalkan Teknologi Reproduksi

Pemindahan Pari ke Suaka Badak Kelian menjadi bagian penting dari rencana pengembangan teknologi reproduksi berbantu, termasuk program bayi tabung. Setelah menjalani masa adaptasi dan pemeriksaan kesehatan, Pari akan menjadi fokus utama dalam upaya memperoleh sel telur dan material genetik yang masih berkualitas.

Tim ahli reproduksi Badak Indonesia menjelaskan bahwa kondisi Pari masih memungkinkan untuk dilakukan pengambilan sel telur, serta biopsi jaringan seperti kulit dan mukosa gusi. Sampel tersebut dapat dikembangkan menjadi fibroblast dan cell line yang nantinya berpotensi menghasilkan gamet artifisial berupa sperma maupun sel telur. Teknologi ini membuka peluang menghasilkan embrio melalui fertilisasi in vitro, bahkan dalam jangka panjang memungkinkan penerapan teknologi kloning.

Langkah tersebut dinilai menjadi satu-satunya kesempatan menyelamatkan materi genetik Badak Kalimantan. Jika Pari mati di alam dan tidak segera ditemukan, seluruh sel hidup akan rusak dalam hitungan jam akibat proses pembusukan sehingga peluang pengembangan teknologi reproduksi akan hilang. Yang tersisa hanyalah kerangka, tanpa nilai biologis untuk pelestarian spesies.

Habitat Tetap Menjadi Prioritas

Meski fokus konservasi kini bergeser ke penyelamatan individu terakhir, perlindungan habitat alami tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Pemerintah menegaskan Hutan Lindung Buring Ayok tidak akan dialihfungsikan setelah Pari dipindahkan. Kawasan tersebut justru dipertahankan sebagai benteng ekologis yang nantinya diharapkan menjadi rumah bagi keturunan Badak Kalimantan hasil program konservasi.

Saat ini berbagai fasilitas di Suaka Badak Kelian juga terus disiapkan, mulai dari kandang karantina, paddock, hingga kandang eksklosur berukuran besar. Tim konservasi bahkan mengkaji penggunaan helikopter untuk proses evakuasi agar perjalanan berlangsung lebih singkat dan meminimalkan tingkat stres pada satwa.

Keberhasilan penyelamatan Badak Kalimantan tidak hanya bergantung pada teknologi reproduksi, tetapi juga pada kemampuan menjaga habitat alaminya tetap utuh. Jika kedua upaya tersebut berjalan beriringan, masih ada harapan spesies yang kini hanya tersisa dua individu itu dapat berkembang kembali dan suatu hari dilepasliarkan ke hutan Kalimantan yang telah siap menjadi rumah mereka.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firdarainy Nuril Izzah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firdarainy Nuril Izzah.

Tim Editorarrow

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Ternyata Masih Ada Badak Kalimantan, Misi Penyelamatan Dimulai dari Laboratorium
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us