Jakarta (ANTARA) – Tim nasional esports Indonesia mulai mengurangi intensitas latihan fisik para atlet menjelang keberangkatan ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi mereka tetap prima saat memasuki masa pertandingan.
Manajer timnas esports Indonesia Glorya Famiela Ralahalo mengatakan para atlet saat ini berada dalam kondisi sehat setelah menjalani rangkaian persiapan yang cukup intensif.
“Semua dalam keadaan sehat. Kita menjaga para atlet dengan kondisi prima supaya bisa berangkat semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil yang terbaik,” kata Glorya di Jakarta, Selasa.
Menurut Glorya, pengaturan intensitas latihan menjadi bagian penting pada tahap akhir persiapan. Tim tidak ingin memberikan beban latihan berlebihan yang justru berpotensi mengganggu kondisi fisik atlet menjelang kompetisi.
Untuk urusan teknis latihan, Glorya menyerahkan sepenuhnya kepada para pelatih dan asisten pelatih yang dinilai memahami kondisi masing-masing atlet.
Baca juga: Pelatnas esports Asian Games terapkan sport science
“Kita percayakan kepada para coaches. Dari para coaches dan juga para asisten coach sudah tahu cara tidak meng-force terlalu banyak latihan seperti apa,” ujar Glorya.
Ia mengatakan penyesuaian beban latihan juga telah mulai dilakukan, terutama untuk latihan fisik.
“Kalau teman-teman lihat, dari fisik juga sudah mulai intensitasnya sudah mulai kita kurangi,” kata Glorya.
Sementara dari sisi manajemen, fokus diberikan pada dukungan nonteknis agar para pemain dapat berkonsentrasi menjalani persiapan dan menjaga kondisi hingga waktu keberangkatan.
Glorya mengatakan tim dijadwalkan berangkat pada pekan depan. Karena itu, kondisi kesehatan menjadi perhatian utama, terlebih persiapan dilakukan di tengah situasi sejumlah wilayah di Nagoya yang sempat mengalami banjir.
Baca juga: Timnas esports jadwalkan try out akhir matangkan persiapan Asian Games
“Kita menjaga para atlet sih, untuk dengan kondisi prima bisa berangkat semaksimal mungkin,” kata Glorya.
Selain menjaga kondisi fisik, timnas esports Indonesia juga menjalankan pemusatan latihan secara mandiri untuk membangun kekompakan antarpemain.
Glorya menjelaskan langkah tersebut penting karena beberapa nomor esports diisi pemain-pemain terbaik dari berbagai tim atau yang ia sebut sebagai “dream team”.
Dengan pemusatan latihan, para pemain diharapkan lebih mudah berinteraksi dan berlatih bersama sebelum menghadapi kompetisi.
“Jadi otomatis harus di-pelatnaskan. Biar lebih gampang, lebih mudah untuk berinteraksi, lebih mudah untuk dipraktikkan bareng-bareng,” ujar Glorya.
Ia mengatakan PB ESI tetap berkomitmen menjalankan persiapan secara mandiri, sementara dukungan pemerintah diberikan untuk kebutuhan keberangkatan, seperti tiket dan akomodasi.
Glorya berharap kombinasi persiapan teknis dari tim pelatih dan dukungan nonteknis dari manajemen dapat membawa para atlet dalam kondisi terbaik ketika kompetisi dimulai.
Baca juga: PB ESI kirim 34 atlet ke Asian Games 2026
Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.