Jakarta (ANTARA) –
Pembalap Norwegia Torstein Træen merebut jersi kuning (Maillot Jaune) dari juara bertahan Tadej Pogacar setelah tampil impresif pada etape yang melintasi wilayah Carcassonne dan Foix, Prancis, Selasa (7/7), sekaligus mencatat sejarah sebagai pembalap Norwegia ketiga yang memimpin klasemen umum Tour de France.
Træen mengaku masih sulit memercayai keberhasilannya mengambil alih posisi teratas dari Pogacar yang sebelumnya memimpin klasemen umum bersama tim UAE Emirates-XRG.
“Sejujurnya, saya tidak percaya. Saya bisa merasakan ini nyata, tetapi masih sulit memahami betapa besarnya pencapaian ini. Saya melihat ekspresi pelatih, soigneur, dan semua orang. Itu menunjukkan betapa istimewanya momen ini,” kata Træen dikutip dari laman Tour de France, Rabu.
Pembalap Uno-X Mobility itu mengatakan dirinya membutuhkan waktu untuk benar-benar menyadari arti pencapaian tersebut karena Tour de France merupakan balapan sepeda paling bergengsi di dunia.
“Mungkin butuh beberapa hari untuk benar-benar menyadarinya. Tour de France adalah balapan terbesar di dunia dan saya akan menikmati jersi ini selama mungkin. Kita lihat saja hari demi hari, tetapi saya berharap bisa mempertahankannya untuk waktu yang cukup lama,” ujar Træen.
Baca juga: Pedersen menangi etape keempat Tour de France 2026
Træen mengungkapkan peluang merebut jersi kuning sebenarnya sudah sempat ia lihat pada etape sebelumnya. Namun, strategi UAE Emirates-XRG yang berupaya mengantarkan Pogacar memenangi etape membuat ambisinya saat itu belum terwujud.
“Saya sempat berpikir kemarin adalah harinya. Namun ternyata UAE dan Tadej mengincar kemenangan etape sehingga ceritanya menjadi berbeda,” kata pembalap berusia 30 tahun itu.
Pada etape terbaru, Træen masuk dalam kelompok breakaway, tetapi baru mulai yakin mampu mengambil alih pimpinan klasemen ketika balapan memasuki tanjakan terakhir.
Baca juga: Pogacar rebut kaus kuning setelah juarai etape ketiga Tour de
“Saya belum benar-benar percaya sampai kami memasuki tanjakan terakhir. Satu-satunya pesan dari direktur olahraga tim adalah, ‘Makan dan minum, makan dan minum’,” ujar Træen.
“Kemudian pada satu titik dia memberi tahu selisih waktunya cukup besar. Kondisi kaki saya terasa sangat baik. Setelah itu, Anda hanya bisa berharap dan percaya.”
Meski gagal mempertahankan jersi kuning, Pogacar tetap menjadi bagian dari persaingan utama di klasemen umum.
Sementara itu, kemenangan etape diraih pembalap Denmark Mads Pedersen dari Lidl-Trek, yang sekaligus merebut jersi hijau sebagai pemimpin klasemen poin.
Sebelumnya, Thor Hushovd menjadi pembalap Norwegia pertama yang mengenakan jersi kuning dan kini menjabat sebagai manajer umum Uno-X Mobility.
Baca juga: Pogacar tak kecewa meski finis kedua di etape kedua Tour de France
Baca juga: Isaac Del Toro menangi etape kedua Tour de France 2026
Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.