WartapalaIndonesia.com, KENDARI – Kehadiran perusahaan penambang nikel PT Vale Indonesia Tbk dalam forum Temu Wicara Kenal Medan (TWKM) ke-35 yang dilaksanakan Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Halu Oleo (Mahacala UHO) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, mendapat penolakan dari ratusan mahasiswa pencinta alam (Mapala) tingkat perguruan tinggi se-Indonesia. (27/10/2026).
Penolakan tersebut, dilatarbelakangi dugaan ketidakselarasan antara kepentingan perusahaan pertambangan dengan asas yang selama ini dianut oleh organisasi Mapala.
Diketahui, TWKM ke-35 tahun 2026 diselenggarakan Mahacala UHO di Kota Kendari itu mengusung tema “Hilirisasi Hijau: Kolaborasi Pemuda dan Industri untuk Indonesia Emas 2045”.
Namun, keterlibatan perusahaan pertambangan dalam forum tersebut menuai keberatan dari ratusan Mapala tingkat perguruan tinggi se-Indonesia, mereka menilai terdapat perbedaan pandangan antara nilai-nilai Mapala dan kepentingan yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut.
Tim Delegasi TWKM ke-35 dari Mapala Universitas Islam Makassar (UIM), Akbar Anugerah, mengatakan penolakan itu muncul karena adanya perbedaan pandangan antara nilai-nilai yang dipegang Mapala dan kepentingan yang dihadirkan dalam forum tersebut.
“Karena ketidakselarasan dari asas yang kita anut selama ini di Mapala dengan kepentingan yang dihadirkan di TWKM tahun ini,” ujar Akbar saat ditemui di kampus UIN Kendari.
Ia menjelaskan, penolakan tersebut telah disuarakan dalam seminar pembukaan kegiatan. Menurutnya, para peserta sepakat menyampaikan sikap terhadap kehadiran PT Vale Indonesia Tbk.
“Jadi, di seminar pembukaan kemarin itu, teman-teman sepakat untuk menyuarakan menolak kehadiran PT Vale Indonesia Tbk,” jelasnya.
Akbar mengungkapkan, para peserta juga telah menyusun pernyataan sikap yang mewakili keresahan Mapala dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
“Kami membuat pernyataan sikap Mapala se-Indonesia, menyatakan sikap bahwasannya kami menolak keras adanya kepentingan dalam Temu Wicara Kenal Medan yang diselenggarakan di Kota Kendari ini,” tegasnya.
Selain persoalan kehadiran PT Vale, Akbar menilai ruang diskusi peserta dalam forum tersebut juga dibatasi, baik dari segi waktu maupun materi pembahasan.
“Temu wicaranya kami dibatasi, mulai dari waktu sampai di pembahasannya kami dibatasi,” bebernya.
Ia menambahkan, sebelum kegiatan TWKM ke-35 dibuka, para peserta telah merancang gagasan untuk melakukan aksi nyata di Kota Kendari.
Salah satu rencana tersebut adalah mengibarkan spanduk yang berisi pesan mengenai persoalan kebencanaan yang tengah terjadi di Indonesia.
“Aksi nyata dalam hal ini teman-teman merancang untuk mengibarkan spanduk tentang kebencanaan yang ada di Indonesia saat sekarang ini di Jembatan Teluk Kendari,” ungkapnya.
Namun menurut Akbar, rencana tersebut mendapat respons dari panitia dan sejumlah senior yang menyarankan agar aksi itu tidak dimasukkan dalam rangkaian prakegiatan karena dinilai tidak formal.
“Respon dari panitia dan senior-seniornya ini menyarankan untuk tidak diangkat di dalam prakegiatan dengan alasan tidak formal. Gerakan ini tidak formal katanya,” ucapnya.
Sementara itu, Koordinator Pusat Koordinasi Nasional (PKN) Mapala tingkat perguruan tinggi se-Indonesia, Muh. Yusril Sudarmin, turut menyampaikan keberatannya terhadap pelaksanaan forum tersebut.
Yusril menyoroti tidak dicantumkannya sambutan PKN Mapala dalam rangkaian acara TWKM ke-35.
Padahal menurutnya, sambutan tersebut semestinya menjadi bagian dari agenda kegiatan.
Ia menilai, dalam pelaksanaan TWKM tahun ini, kehadiran PT Vale Indonesia dan kementerian terkait justru lebih ditonjolkan dibandingkan ruang bagi perwakilan koordinasi nasional Mapala.
“Yang seharusnya ada kata sambutan Pusat Koordinasi Nasional Mapala di seluruh Indonesia, tapi yang terjadi di TWKM ke-35 ini dihilangkan. Lebih dipentingkan PT Vale dan kementerian terkait yang tidak tahu apa pembahasannya, tidak jelas pembahasannya,” kata Yusril.
Lebih lanjut, Yusril menduga terdapat kepentingan tertentu di balik keterlibatan perusahaan pertambangan tersebut dalam forum TWKM ke-35.
“Ada dugaan kepentingan yang dihadirkan di dalam seminar dan juga terlaksananya TWKM ke-35 tahun 2026 ini,” pungkasnya. (*)
Kontributor || Abdul Aziez, WI 20005
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)