Yunani, salah satu destinasi wisata paling populer di Eropa, kembali menghadapi gelombang panas ekstrem. Suhu tinggi membuat pemerintah memperketat langkah antisipasi, termasuk membatasi aktivitas luar ruangan dan menyiagakan layanan darurat di berbagai daerah.
Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko kebakaran hutan, terutama di kawasan yang dipenuhi vegetasi kering. Pengalaman beberapa tahun terakhir membuat Yunani bergerak lebih cepat untuk mencegah api meluas dan mengancam permukiman maupun lokasi wisata.
Bagi wisatawan, cuaca ekstrem memaksa perubahan rencana perjalanan. Banyak yang memilih beraktivitas pada pagi atau sore hari untuk menghindari suhu tertinggi. Sementara itu, pelaku usaha pariwisata harus menyesuaikan operasional demi menjaga keselamatan pengunjung.
Gelombang panas yang berulang menunjukkan bahwa negara-negara di kawasan Mediterania berada di garis depan dampak perubahan iklim. Para ilmuwan memperingatkan bahwa tanpa upaya pengurangan emisi secara global, kejadian serupa diperkirakan akan semakin sering terjadi.
Apa yang terjadi di Yunani menjadi gambaran bahwa krisis iklim kini memengaruhi hampir setiap aspek kehidupan, dari kesehatan hingga roda perekonomian.