1. News
  2. Berita
  3. Hutan Kayu Lara di Luwu Simpan Spesies Langka Sulawesi yang Diincar Ilmuwan

Hutan Kayu Lara di Luwu Simpan Spesies Langka Sulawesi yang Diincar Ilmuwan

hutan-kayu-lara-di-luwu-simpan-spesies-langka-sulawesi-yang-diincar-ilmuwan
Hutan Kayu Lara di Luwu Simpan Spesies Langka Sulawesi yang Diincar Ilmuwan

12 Mei 2026 10.18 WIB • 2 menit

Hutan Kayu Lara di Luwu Simpan Spesies Langka Sulawesi yang Diincar Ilmuwan

images info

Hutan Kayu Lara di Luwu Simpan Spesies Langka Sulawesi yang Diincar Ilmuwan


Hutan Peneliti dan Wisata Kayu Lara di Kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, menjadi perhatian ilmuwan setelah ditemukan sejumlah spesies langka endemik Sulawesi. Kawasan hutan ini dinilai memiliki nilai biodiversitas tinggi karena menjadi habitat berbagai flora dan fauna yang kini berada dalam ancaman kepunahan.

Temuan tersebut diungkap oleh dosen Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar, Isna Radianah Aziz. Peneliti yang sedang menempuh studi doktoral di University of Leeds, Inggris, itu melakukan riset biodiversitas di Hutan Kayu Lara menggunakan metode environmental DNA atau eDNA. Metode ini memungkinkan ilmuwan mengidentifikasi keberadaan spesies melalui jejak genetik yang tertinggal di lingkungan, seperti tanah dan air.

Bersumber dari Tribun Timur, Isna menjelaskan penelitian tersebut menunjukkan bahwa Hutan Kayu Lara menyimpan kekayaan hayati yang sangat penting bagi konservasi Sulawesi. Salah satu temuan utama dalam riset itu adalah keberadaan tanaman Dillenia sp. atau yang dikenal masyarakat setempat sebagai Dengen.

Dengen, Tumbuhan Langka yang Hanya Ada di Sulawesi

Dalam penelitiannya, Isna menemukan keberadaan Dillenia serrata dan mengidentifikasi adanya Dillenia celebica. Kedua tanaman tersebut termasuk spesies endemik Sulawesi yang tidak ditemukan di wilayah lain. Status konservasinya juga menjadi perhatian karena telah masuk dalam Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Dillenia celebica dikategorikan sebagai endangered atau terancam punah. Tanaman ini dianggap penting karena memiliki peran ekologis besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Isna menyebut Dengen sebagai keystone species atau spesies kunci, yaitu spesies yang keberadaannya sangat memengaruhi kelangsungan hidup organisme lain di habitat yang sama.

Keberadaan tumbuhan endemik ini memperkuat posisi Hutan Kayu Lara sebagai kawasan dengan nilai konservasi tinggi. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa hutan di Sulawesi Selatan masih menyimpan spesies yang belum banyak terdokumentasi secara ilmiah.

Rumah bagi Satwa Endemik 

Selain flora langka, penelitian di Hutan Kayu Lara juga mendokumentasikan keberadaan monyet Sulawesi atau Macaca tonkeana. Primata ini dikenal memiliki ciri khas berupa ischial callosities atau bantalan duduk berwarna putih.

Macaca tonkeana merupakan satwa endemik Sulawesi yang saat ini berstatus vulnerable atau rentan menurut IUCN. Status tersebut menunjukkan bahwa populasi satwa ini menghadapi ancaman penurunan akibat hilangnya habitat dan aktivitas manusia.

Penemuan primata endemik di kawasan Kayu Lara menunjukkan bahwa hutan tersebut masih memiliki kondisi ekosistem yang mendukung kehidupan satwa liar. Bagi peneliti, keberadaan flora dan fauna langka di lokasi yang sama menjadi indikator penting bahwa kawasan ini memiliki fungsi ekologis yang besar.

Isna menjelaskan bahwa seluruh temuan tersebut kini sedang disusun menjadi basis data spesies atau species database. Basis data itu nantinya diharapkan menjadi referensi ilmiah internasional mengenai kekayaan hayati Sulawesi Selatan.

Melindungi Kelestarian Hutan Kayu Lara

Temuan spesies langka di Hutan Kayu Lara juga memunculkan dorongan agar kawasan tersebut mendapatkan perlindungan lebih serius. Isna menilai hutan itu bukan sekadar kawasan pepohonan biasa, tetapi juga menyimpan rekaman penting sejarah evolusi biodiversitas Sulawesi.

Karena alasan tersebut, ia meminta pemerintah daerah mempertimbangkan kembali rencana pembangunan Sekolah Terintegrasi Nasional di kawasan Kayu Lara. Menurutnya, pembangunan sebaiknya dipindahkan ke lahan alternatif yang tidak memiliki nilai biodiversitas tinggi.

Ia menilai pelestarian Hutan Kayu Lara akan memberi dampak positif bagi reputasi Kabupaten Luwu di tingkat nasional maupun internasional. Kawasan itu dinilai lebih tepat dikembangkan sebagai lokasi riset biodiversitas dan kunjungan akademik dibandingkan dialihfungsikan untuk pembangunan lain.

Penelitian di Kayu Lara menunjukkan bahwa hutan Sulawesi masih menyimpan banyak spesies penting yang belum sepenuhnya dipahami. Dengan penelitian berkelanjutan dan perlindungan habitat yang tepat, kawasan ini dapat menjadi pusat studi biodiversitas penting di Indonesia sekaligus menjaga keberlangsungan spesies langka endemik Sulawesi.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firdarainy Nuril Izzah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firdarainy Nuril Izzah.

Tim Editorarrow

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Hutan Kayu Lara di Luwu Simpan Spesies Langka Sulawesi yang Diincar Ilmuwan
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us