Jakarta (ANTARA) – Ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah menyusul langkah Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu ke babak kedua BWF World Tour Super 500 Thailand Open 2026.
Amri/Nita harus berjuang tiga gim sebelum menundukkan wakil Prancis Julien Maio/Lea Palermo dengan skor 17-21, 22-20, 21-8 di Nimibutr Stadium, Bangkok, Rabu.
“Di gim pertama dan kedua kami banyak miskomunikasi di lapangan, banyak bola yang ragu siapa mau ambil. Jadinya mereka terus kasih di tengah,” ujar Amri dalam keterangan resmi PBSI setelah pertandingan.
Pada gim kedua, pasangan Indonesia kembali berada dalam tekanan dan sempat tertinggal, namun berhasil memaksakan setting sebelum akhirnya membalikkan keadaan untuk menyamakan kedudukan.
Amri menyebut keberhasilan mengamankan gim kedua menjadi titik balik kebangkitan mereka di laga tersebut.
Baca juga: Jafar/Felisha buka jalan ganda campuran ke babak kedua Thailand Open
“Di akhir gim kedua mereka tidak bisa manfaatkan kesempatan jadi kami bisa ambil dan bangkit lagi,” katanya.
Memasuki gim ketiga, Amri/Nita tampil lebih percaya diri dengan meningkatkan tekad dan fokus sejak awal permainan, yang membuat mereka mampu mendominasi jalannya pertandingan.
Sementara itu, Nita Violina Marwah menyebut lawan tampil cukup menyulitkan dengan pertahanan rapat serta variasi pukulan yang tidak mudah dibaca.
“Mereka pasangan yang ulet, defense-nya tidak gampang mati. Pukulan pemain cowoknya cukup halus, saya ada kurang antisipasi tadi,” ujar Nita.
Ia menambahkan, evaluasi utama adalah meningkatkan kesabaran serta keyakinan dalam bermain agar tidak kembali melakukan kesalahan yang sama pada laga berikutnya.
“Harus lebih sabar, lebih safe, dan masuk lapangan tidak boleh meraba-raba lagi. Harus yakin, tekad menangnya dibesarkan lagi,” katanya.
Baca juga: Ubed melangkah mulus ke babak kedua Thailand Open 2026
Baca juga: Ginting akui masih sulit ikuti perubahan permainan para elite dunia
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.