1. News
  2. Komunitas
  3. AIESEC in UNJ Libatkan Mahasiswa FBS Guna Perkuat Peran Pemuda Dukung SDGs Pendidikan di Vietnam

AIESEC in UNJ Libatkan Mahasiswa FBS Guna Perkuat Peran Pemuda Dukung SDGs Pendidikan di Vietnam

aiesec-in-unj-libatkan-mahasiswa-fbs-guna-perkuat-peran-pemuda-dukung-sdgs-pendidikan-di-vietnam
AIESEC in UNJ Libatkan Mahasiswa FBS Guna Perkuat Peran Pemuda Dukung SDGs Pendidikan di Vietnam

Jakarta, 21 Mei 2026 – AIESEC in UNJ terus berkomitmen nyata dalam membentuk generasi muda yang adaptif dan berdampak global melalui program Global Volunteer. Salah satu langkah nyata tersebut ditunjukkan oleh mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Donalyn Calista Angelica S. melalui program Global Volunteer yang berlangsung di Vietnam pada 16 Januari hingga 27 Februari 2026. Donalyn mendedikasikan dirinya dalam upaya meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya pendidikan global, keberagaman budaya, serta pengembangan soft skills melalui proyek yang berfokus pada Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 4 yaitu Pendidikan Berkualitas.

Perjalanan Donalyn sebagai relawan di Vietnam tidak dimulai secara instan. Pada pekan-pekan awal kedatangannya di lokasi penugasan, ia sempat menghadapi kendala besar berupa hambatan bahasa dan perbedaan budaya yang cukup kontras. Mayoritas masyarakat lokal dan anak-anak di wilayah tersebut belum terbiasa menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi sehari-hari sehingga ia harus menyesuaikan strategi pengajarannya agar materi yang disiapkan tetap dapat tersampaikan dengan baik.

“Tantangan terbesar saat pertama kali tiba adalah bahasa. Mayoritas dari mereka menggunakan bahasa Vietnam. Maka dari itu, saya mengatasinya dengan lebih aktif bertanya, mencoba mempelajari beberapa frasa dasar Vietnam, dan membuka diri terhadap kebiasaan baru bersama relawan maupun local committee yang memang sangat membantu proses adaptasi sehingga saya merasa lebih nyaman dan bisa membaur,” ujar Donalyn saat diwawancarai mengenai proses adaptasi yang dilaluinya di lapangan. 

Aktivitas harian Donalyn saat berada di lokasi penugasan seperti ruang kelas meliputi penyusunan rencana pembelajaran yang kreatif serta pembuatan materi presentasi cukup menarik. Kontribusi nyata yang ia berikan berfokus pada penciptaan ruang belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan guna memotivasi para siswa agar lebih mengenal isu-isu global sejak dini. Kehadiran Donalyn juga memberikan perspektif baru bagi para siswa melalui diskusi kelompok dan metode problem solving sederhana yang ia terapkan selama proses mengajar berlangsung.

Selain memberikan dampak edukasi di dalam ruang kelas, program Global Volunteer ini juga menjadi wadah penting bagi Donalyn untuk mengasah kepedulian sosialnya terhadap realitas kemanusiaan global. Ketika berkunjung ke wilayah perbatasan antara Vietnam dan Kamboja, ia menyaksikan secara langsung kompleksitas isu sosial di mana banyak anak usia sekolah yang kehilangan hak kewarganegaraan mereka akibat status wilayah perbatasan. Mereka sama sekali tidak memiliki akses melalui lembaga pendidikan formal milik pemerintah dan hanya melakukan pembelajaran di sekolah swadaya yang didirikan oleh biarawati dengan biaya operasionalnya berasal dari persembahan gereja. 

Melalui program exchange ini, Donalyn tidak hanya bertindak sebagai seorang pengajar tetapi juga mengemban misi dalam memperkenalkan budaya Indonesia. Pada sesi cultural exchange, ia secara aktif memperkenalkan keragaman makanan tradisional, keunikan bahasa daerah, serta keramahan kebiasaan masyarakat Indonesia kepada para relawan internasional dari berbagai negara lain. Ia juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan eksistensi Universitas Negeri Jakarta sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi di Indonesia yang mahasiswanya aktif bergerak dalam aksi sosial berskala global. 

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian proyek sosial di Vietnam dan kembali ke tanah air, Donalyn merasakan adanya perubahan besar dalam kepribadiannya yang kini menjadi jauh lebih mandiri, tangguh, adaptif, serta percaya diri. Pengalaman ini membuatnya dapat memberikan pembelajaran dalam memahami perspektif dunia yang lebih luas, selalu membangun empati dan perkembangan diri. 

Donalyn juga menambahkan sebuah pesan motivasi bagi para pemuda yang masih ragu untuk mengambil tantangan global demi membawa dampak sosial nyata di ranah internasional. “Don’t hesitate to step out of your comfort zone because this experience will truly shape you into a resilient individual who is ready to face global challenges,” ujar Donalyn sebagai penutup. Melalui kesuksesan pengiriman delegasi ini, AIESEC in UNJ terbukti konsisten menjadi wadah pendukung yang solutif bagi pemuda yang ingin mengembangkan potensi kepemimpinan mereka secara nyata. 

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
AIESEC in UNJ Libatkan Mahasiswa FBS Guna Perkuat Peran Pemuda Dukung SDGs Pendidikan di Vietnam
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us