
Universitas BIM (Bali International Muhammadiyah) resmi membuka pendaftaran mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 dengan mengusung konsep pendidikan berbasis teknologi, industri, dan kewirausahaan. Kampus ini juga menegaskan diri sebagai perguruan tinggi yang terbuka bagi seluruh kalangan tanpa membedakan latar belakang agama.
Rektor BIM University, Harun Joko Prayitno, mengatakan nama Bali International Muhammadiyah tidak menjadikan kampus tersebut bersifat eksklusif bagi warga Muhammadiyah. Menurutnya, BIM University sejak awal dirancang sebagai perguruan tinggi swasta yang inklusif dan dapat diakses oleh semua masyarakat.
“Namanya saja Bali International Muhammadiyah, namun semua kalangan bisa belajar dan bisa kuliah di BIM Bali. Sebab kampus ini memang diperuntukkan bagi semua kalangan dari semua agama, tidak eksklusif untuk kalangan tertentu saja. Kampus ini sejak awal didesain untuk pendidikan tinggi untuk semua,” kata Harun di Kampus BIM Bali, Selasa (9/6).
Ia menjelaskan, selain mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, BIM University juga menerapkan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Meski demikian, mahasiswa dari agama lain tetap memperoleh pembelajaran keagamaan sesuai keyakinan masing-masing.
KURSUS MUSIM PANAS
BIM University juga membuka program summer course bagi mahasiswa asing yang sedang berlibur di Bali. Program tersebut memungkinkan peserta mengambil mata kuliah yang dapat dikonversi ke perguruan tinggi asal mereka.
“Kami ingin menghasilkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap berwirausaha dan memiliki kecakapan hidup abad ke-21. BIM University hadir untuk menjembatani kebutuhan dunia industri dengan dunia pendidikan,” ujar Harun.
Ia menambahkan, integrasi konsep IIE (IT, Industry, Entrepreneurship) dengan pendekatan APIM (Milenial Adaptif, Progresif, Inovatif, Modern) menjadi strategi kampus dalam menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan global.
PROGRAM STUDI
Marketing Communication BIM University, Dewa Ayu Yuliarini, mengatakan kampus tersebut membuka sejumlah program studi, antara lain Bisnis Digital, Sistem Informasi, Kewirausahaan, Manajemen, Hukum, Teknologi Pangan, dan Teknik Informatika.
Dari sisi biaya, BIM University menawarkan uang kuliah mulai Rp4,2 juta per semester serta kemudahan pembayaran uang pangkal untuk memberikan akses pendidikan yang lebih luas kepada masyarakat.
“BIM University hadir dengan konsep pembelajaran yang tidak hanya teori, tetapi juga praktik langsung, baik di bidang teknologi maupun industri. Ini menjadi keunggulan kami dalam menyiapkan lulusan siap kerja,” kata Yuliarini.
Menurutnya, konsep IIE Campus mengintegrasikan kemampuan teknologi informasi, pengalaman industri, dan pengembangan jiwa kewirausahaan. Mahasiswa akan dibekali keterampilan seperti coding, artificial intelligence (AI), dan cybersecurity, serta mendapatkan kesempatan magang dan membangun startup sejak masih kuliah.
“Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga magang langsung dan bahkan bisa membangun rintisan sejak kuliah,” ujarnya.
Selain itu, BIM University mengembangkan konsep APIM Campus yang berfokus pada kemampuan adaptif, progresif, inovatif, dan pembelajaran berbasis proyek agar lulusan mampu bersaing dan menjawab kebutuhan industri di era digital. (E-2)