1. News
  2. Bulutangkis
  3. Alwi Farhan berburu gelar Super 750 pertama di Japan Open

Alwi Farhan berburu gelar Super 750 pertama di Japan Open

alwi-farhan-berburu-gelar-super-750-pertama-di-japan-open
Alwi Farhan berburu gelar Super 750 pertama di Japan Open

Jakarta (ANTARA) – Tunggal putra Indonesia Alwi Farhan memburu gelar BWF World Tour Super 750 pertamanya saat tampil pada Japan Open 2026 di Tokyo, Jepang, 14-19 Juli.

“Pastinya, saya belum pernah mendapatkan gelar 750. Saya masih sangat berambisi dan berburu gelar 750. Tapi setiap babak juga memiliki tantangan sendiri-sendiri, jadi saya harus fokus dulu game by game,” kata Alwi saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu.

Alwi datang ke Japan Open dengan modal positif setelah menjuarai Super 500 Australian Open 2026. Meski demikian, pemain berusia 21 tahun itu mengakui kondisi fisiknya sempat menurun setelah tampil di Australia.

“Alhamdulillah, persiapannya cukup baik. Memang ada beberapa kondisi yang dari kemarin habis dari Australia juga sempat sakit, mungkin karena kecapekan juga. Ada masih fatigue-fatigue di bagian tertentu, tapi progresnya cukup baik dan saya rasa saya siap menghadapi Japan Open dan China Open,” ujar Alwi.

Pada babak awal Japan Open, Alwi akan menghadapi tunggal putra tuan rumah Kenta Nishimoto. Pertemuan dengan pemain senior Jepang itu menjadi ujian awal bagi Alwi untuk menjaga momentum di tengah ambisi mengejar gelar level Super 750.

Alwi sudah dua kali bertemu Nishimoto dan belum pernah meraih kemenangan. Namun kini, ia datang dengan bekal pengalaman dan kematangan yang berbeda.

“Karena dia pemain senior juga, beberapa kali ketemu tapi sudah di tahun lalu. Saya rasa Alwi sekarang yang berbeda daripada tahun lalu. Jadi saya akan mempersiapkan diri saya dan kasih performa terbaik,” kata Alwi.

Baca juga: Indonesia turunkan 12 wakil di Japan Open 2026

Alwi menyebut perkembangan terbesarnya dalam beberapa turnamen terakhir terdapat pada pengalaman, ketenangan, dan mental bertanding. Ia merasa makin terbiasa menghadapi karakter lawan yang berbeda-beda di level elite.

“Saya sudah mulai merasakan banyak pengalaman, banyak musuh-musuh yang berbeda juga. Mungkin dari segi experience, segi ketenangan, dan juga mentalitas pertandingan memang saya merasa cukup berprogres positif,” ujar Alwi.

Ia mengatakan tidak ingin menempatkan pemain-pemain senior dunia sebagai sosok yang terlalu tinggi untuk dihadapi. Menurut dia, rasa hormat kepada lawan tetap harus ada, tetapi keinginan untuk menang tidak boleh hilang saat berada di lapangan.

“Bukan berarti nggak respek, cuma jangan terlalu menghargai lawan sedemikian rupa karena saya harus menempatkan diri saya bahwa saya bisa melawan mereka juga. Jadi pastinya menghargai, tapi saya punya keinginan untuk menang juga,” kata Alwi.

“Ketika sudah di lapangan, senior atau junior, semuanya ingin memiliki kemenangan yang sama. Jadi ketika sudah di lapangan, semuanya fight saja,” ujar dia menambahkan.

Japan Open 2026 juga menjadi kesempatan bagi Alwi untuk kembali menguji konsistensi setelah meraih gelar Super 500. Ia mengatakan akan tampil habis-habisan di Jepang, tetapi tetap menjaga fokus pada setiap babak yang harus dilewati.

“Pastinya saya akan all out dan habis-habisan untuk Jepang nanti,” kata Alwi.

Baca juga: Ubed bidik delapan besar Japan Open 2026

Baca juga: Ubed mulai pikul beban regenerasi tunggal putra Indonesia

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Alwi Farhan berburu gelar Super 750 pertama di Japan Open
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us