Jakarta (ANTARA) – Tunggal putra Indonesia Moh. Zaki Ubaidillah mengakui mulai merasakan beban regenerasi di sektor tunggal putra Pelatnas PBSI yang kini bertumpu kepada Anthony Sinisuka Ginting, Alwi Farhan, dan dirinya
“Ya pastinya ada beban sih. Ya juga A Ginting sering ngobrol sama saya, tunggal putra tuh sering ngobrol juga bertiga. Ya gimana cara mengatasi semualah,” kata pemain yang akrab disapa Ubed itu saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu.
Komposisi tunggal putra Pelatnas PBSI mengalami perubahan setelah Jonatan Christie dan Chico Aura Dwi Wardoyo lebih dulu meninggalkan Cipayung untuk berkarier secara profesional.
Situasi itu kemudian disusul mundurnya Yohanes Saut Marcellyno Siahaan yang sebelumnya masuk kelompok tunggal putra utama bersama Ginting, Alwi, dan Ubed.
Kondisi tersebut membuat Ginting menjadi sosok paling senior di tunggal putra Pelatnas PBSI, sementara Alwi dan Ubed mulai memikul peran lebih besar dalam proses regenerasi.
Pada saat bersamaan, Ginting juga masih berupaya kembali ke performa terbaiknya setelah sempat mengalami masa sulit dalam beberapa turnamen terakhir.
Baca juga: Ubed bidik delapan besar Japan Open 2026
Ubed mengatakan komunikasi dengan Ginting dan Alwi menjadi penting untuk menghadapi situasi tersebut. Ia menyebut Ginting kerap membagikan pengalaman ketika dirinya dan Jonatan juga pernah berada dalam fase harus tumbuh tanpa banyak senior di atas mereka.
“Dan dulu A Ginting sama Ko Jo (Jonatan Christie) kan juga tidak ada senior, ya dia lebih pernah cerita itu sih,” ujar Ubed.
Pemain berusia 19 tahun itu mengatakan fase transisi tunggal putra Indonesia menuntut kesiapan mental yang lebih besar. Menurut dia, pemain muda tidak cukup hanya memiliki ambisi dan semangat, tetapi juga harus mampu menjaga pikiran, fokus, dan emosi saat menghadapi pemain senior di level elite.
“Kalau menurut saya pastinya termotivasi ya. Karena kan saya bisa dibilang pemain muda, ambisinya tinggi banget, semangatnya ada banget. Ya pastinya saya terus belajar di situ sama pemain-pemain senior,” kata Ubed.
Ubed akan kembali menguji kesiapannya bersaing di level elite pada Japan Open 2026 di Tokyo, Jepang, 14-19 Juli. Ia masuk ke babak utama setelah sebelumnya berada di daftar cadangan kedua.
Meski mendapatkan tempat pada saat akhir, Ubed tidak ingin sekadar tampil pada turnamen BWF World Tour Super 750 tersebut. Ia memasang target menembus perempat final.
“Targetnya ingin masuk delapan besar. Tapi saya harus fokus dulu di pertandingan pertama karena tidak mudah. Kalau menang, kemungkinan bisa bertemu Anders Antonsen atau Toma Junior Popov,” ujar Ubed.
Baca juga: Daftar wakil Indonesia di Macau Open usai Ginting dan Ubed absen
Baca juga: Jaya Raya Junior GP diikuti 981 peserta dari 17 negara
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.