Pertandingan Argentina vs Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 menyisakan perdebatan yang sungguh bodoh. Beberapa orang menganggap kejadian-kejadian janggal terjadi murni karena inkonsistensi wasit. Namun, ada juga yang menganggap bahwa kejadian-kejadian itu merupakan karpet merah dari FIFA agar Argentina kembali meraih juara.
Perdebatan-perdebatan tersebut tentunya masih berbentuk dugaan bukan fakta kuat. Menariknya, meskipun berbentuk dugaan, orang-orang yang berdebat khususnya di media sosial X (dahulu Twitter) tidak berdebat hanya menggunakan otot jarinya saja, namun didasari dengan peraturan yang ada dan preseden pertandingan yang pernah terjadi.
Tapi perdebatan-perdebatan itu menjadi tidak menarik lagi. Khususnya Ketika ada beberapa akun yang menggeser substansi perdebatan. Perdebatan yang awalnya membahas kejanggalan-kejanggalan dalam pertandingan diubah narasinya menjadi “mendukung timnas Argentina sama dengan mendukung Zionis Israel.”
Opini liar yang tolol banget
Mungkin terdengar agak mengada-ada, tapi memang begitu kenyataannya. Misalnya saja twit dari akun @angelsdudde: “Dasar kipli zionis. ngapain muji-muji messi?! messi orang argentina, argentina kan pro israel jadi otomatis semua warganya termasuk fans dan yang muji dia semua adalah zionis.”
Entah bagaimana dia bisa melempar opini liar semacam itu. Mungkin opini yang dia sampaikan didasarkan pada potongan video, di mana ada dua orang, satu mengenakan jersey timnas Argentina dan satu lagi mengenakan jersey timnas Brazil membentangkan bendera Israel di tribun yang kebanyakan berisi suporter Timnas Argentina.
Tapi tetap saja tidak bisa menjadi alasan untuk menggeneralisir bahwa semua pendukung timnas Argentina mendukung Zionis Israel.
Pemerintah Argentina memang mendukung Israel
Memang, pemerintah Argentina mendukung Israel. Presiden Argentina, Javier Miley terang-terangan mendukung Israel. Dalam kunjungannya ke Israel pada Juni 2025, Milei mengatakan “My support for Israel comes from the heart, because I believe this is a just cause, the cause of the West. I will always stand by your side.”
Tapi bukan berarti rakyat Argentina juga ikut mendukung keputusan tersebut. Misalnya saja, pada tanggal 30 Agustus 2025, ribuan orang turun ke jalan Buenos Aires untuk menyuarakan penolakan terhadap genosida Israel dan kelaparan rakyat Gaza.
Selain itu, dalam demonstrasi tersebut, rakyat Argentina juga menuntut pemerintah untuk memutus hubungan diplomatik dengan Israel. Rakyatnya sendiri saja banyak yang tidak setuju berkoalisi dengan Israel. Apalagi suporter timnas, di pentas internasional yang bukan rakyat Argentina.
Proses orang menjadi suporter negara di Piala Dunia
Umumnya, orang-orang menjagokan suatu negara di pentas internasional berawal dari berlangsungnya kompetisi internasional. Misalnya, Euro, Copa America, Piala Asia, hingga puncaknya Piala Dunia. Setelah itu baru orang-orang memilih negara mana yang mereka dukung.
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
Rute memilih negara favorit biasanya sama dengan cara memilih klub kebanggaan. Seperti doktrin semenjak dini oleh orang tua, memilih klub atau negara yang sedang berjaya, memilih klub atau negara karena ada pemain terhebat di dalamnya, terbawa oleh pasangan, hingga yang paling lucu adalah memilih karena pemainnya ganteng-ganteng.
Jarang kalau tidak bisa dikatakan tidak ada orang-orang memilih negara favorit di pentas internasional berdasarkan pandangan politik atau ideologi pemerintahannya. Karena orang-orang tidak terlalu peduli-peduli amat terhadap kehidupan politik negara lain.
Tidak semua pendukung Argentina mendukung Israel
Dalam konteks suporter timnas Argentina, jarang atau bahkan tidak ada orang yang mendukung karena pandangan politik. Mungkin ada, tapi mereka ini biasanya kagum sama pejuang pembebasan yang lahir di Argentina, yaitu Ernesto “Che” Guevara.
Orang-orang mendukung Argentina biasanya karena suka kepada pemainnya. Dari Diego Armando Maradona, Gabriel Omar Batistuta, Juan Sebastian Veron, hingga Lionel Messi.
Maka, mengatakan bahwa semua pendukung Argentina adalah pendukung Zionis, adalah sebuah kebodohan. Itulah yang namanya cacat logika.
Penulis: Rihan Pratama
Redaktur: Yamadipati Seno
BACA JUGA Juara Piala Dunia dan Inflasi: Sepotong Kebahagiaan dari Lionel Messi untuk Rakyat Argentina
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini dari.
Terakhir diperbarui pada 12 Juli 2026 oleh