1. News
  2. Mojok
  3. Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

setelah-membelah-sleman-bantul-dan-melawan-kemacetan-jogja,-saya-nyatakan-yamaha-aerox-alpha-motor-terbaik-di-masa-kini
Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

Jika ada satu kata paling tepat untuk mendeskripsikan Yamaha Aerox Alpha, kata tersebut adalah effortless.

Selama tiga hari membelah jalanan Jogja yang makin hari makin menyebalkan dengan Aerox Alpha, saya merasakan apa itu kecepatan, kelincahan, dan tenaga yang selama ini tidak saya dapatkan selama ini. Selama tiga hari ini juga, saya mempertanyakan keputusan hidup selama ini.

Sekitar 7 tahun lalu, saya tidak meminang Yamaha Aerox Alpha karena saat itu, motor tersebut belum keyless. Saya strict memilih motor dengan teknologi keyless karena saya sudah kehilangan motor dua kali. Tentu, keamanan adalah pilihan utama. Tapi kini, keputusan tersebut kok kayak keliru ya.

Apalagi Yamaha Aerox Alpha kini makin oke. Amat oke, malah. ia bukan motor yang tanpa kekurangan, tapi melihat segala yang ditawarkan, kayaknya kamu bakal oke-oke aja dengan kekurangannya. Ya seperti kita melihat pasangan kita lah. Pasti ada kurang sana-sini, tapi karena cinta, kau mau berkompromi.

Dengan mantap, saya bisa bilang, jika kamu punya uang cukup banyak, atau mau kredit dan mampu, belilah Aerox Alpha. Tak perlu lirik motor lain yang (kira-kira) sama di kelasnya. Sebab ya, tidak ada yang bisa setara.

Yamaha Aerox Alpha responsif, itu

Banyak yang menganggap Aerox Alpha itu motor jamet, dan saya agak setuju perkara ini. Tapi kita harus sepakat dulu sama definisi jamet yang sering dimelar-melarkan oleh orang-orang tergantung kepentingannya.

Kalau jamet yang dimaksud adalah orang Jawa dengan dandanan konyolnya, nanti dulu. Tapi kalau jamet perkara gaya berkendara yang sruntal-sruntul, saya agak setuju. Sebab, motor ini memang mendukungmu untuk ugal-ugalan.

Jangan marah dulu. Ada sebabnya saya bilang ini.

Yamaha Aerox Alpha ini motor yang amat responsif. Kamu tidak perlu jarak yang cukup panjang hanya untuk menyalip mobil di depanmu. Cukup betot gas sedikit lebih dalam, sedikit saja, kamu sudah bisa mendahului kendaraan di depanmu dengan amat effortless. Mengejar lampu hijau yang tersisa 10 detik amat mungkin. Meliuk-liuk dengan kecepatan yang stabil di jalanan kota bukanlah hal yang sulit.

Tak heran jika Yamaha Aerox Alpha benar-benar digandrungi anak muda zaman sekarang. Jiwa mereka masih begitu membara, adrenalin mengisi hari-hari mereka, tentu saja butuh motor yang sanggup memfasilitasi kegilaan mereka. Maka, jika kalian melihat ada anak muda ugal-ugalan dengan Aerox Alpha, pahami bahwa mereka sedang bertemu lawan yang sepadan.

Tentu saja itu tak bisa dibenarkan. Ugal-ugalan tak pernah ada justifikasinya. Tapi, ayolah, kalian pasti pernah muda. Saya saja yang sudah berumur seakan tertantang begitu merasakan betotan gasnya. Apalagi yang muda-muda ini, yang gampang panas bahkan untuk hal-hal yang tidak ada gunanya.

Meliuk di tengah lautan manusia

Yang bikin saya amat kesengsem sama Aerox Alpha, selain desainnya yang emang cakepnya bukan main, adalah bagaimana motor ini dengan mudah meliuk di antara lautan kendaraan.

Tidak bisa dimungkiri, kemacetan sudah tak bisa dihindari di kota mana pun. Apalagi Jogja, kota yang kemacetannya sebenarnya sudah di taraf tidak masuk akal. Kalian yang domisili Jakarta nggak usah mendang-mending, kotamu wis remuk, rasah golek konco.

Tapi dengan Yamaha Aerox Alpha, kemacetan seakan tidak jadi masalah yang berarti. Selama 3 hari ini, saya sengaja menemui kemacetan karena saya percaya, motor ini harusnya tidak ketemu masalah gara-gara tenaganya yang oke plus desainnya yang saya rasa benar-benar didesain untuk effortless dalam meliuk-liuk.

Yamaha Aerox Alpha (Dokumentasi Mojok)

Saya menantang kemacetan di Jalan Gejayan, Kentungan, lampu merah Ringroad Maguwo, Lippo, jalan Colombo, depan RS Hardjolukito, serta kemacetan mengular di sepanjang Ringroad dari Maguwo ke Sewon. Di jalan-jalan tersebut, saya berhasil melewati kemacetan dengan tanpa usaha. Saya bisa meliuk-liuk dengan mudah, tenaga tidak ngedrop, dan masih bisa dapat barisan depan di lampu merah tanpa melanggar marka.

Akselerasi Yamaha Aerox Alpha yang gila menyelesaikan semua

Pun keluar dari kekacauan setelah lampu hijau menyala terasa begitu mudah. Akselerasi yang gila dari Yamaha Aerox Alpha membuat saya dengan begitu mudah keluar dari karut-marut lalu lintas. Dalam waktu yang singkat, saya sudah meninggalkan lautan kendaraan hanya dengan betot gas yang tak begitu dalam. Tak sampai setengah gas, sudah melenggang tenang.

Kenapa bisa begitu? Ya apalagi kalau bukan teknologi Turbo yang tersemat pada Aerox. Di saat pabrikan lain menyematkan teknologi kayak gimmick, di Aerox Alpha, saya merasakannya langsung. Gas ngacir tanpa halangan.

Yang perlu saya apresiasi adalah, di kala momen saya harus menurunkan kecepatan dalam waktu yang cepat, motor ini tidak kehilangan kestabilannya. Di salah satu ringroad daerah selatan, ada pabrik semen atau apalah itu, yang bikin jalan sebelahnya penuh pasir. Saya tidak bisa mengerem, saya juga tidak mungkin membetot gas dalam, tapi motor ini tetap stabil, tidak limbung, bannya juga tidak selip.

Kalau saya boleh bilang, para pelaju Bantul ke Sleman, pertimbangkan untuk punya motor ini sih sebagai motor harian.

Riding position yang berbeda

Saya tidak mau panjang-panjang ngomongin desain Yamaha Aerox Alpha. Jawabannya sudah jelas, CAKEP.

Dari sisi mana pun, saya tidak merasa ada cela dalam desainnya. Motor ini saya kira memang didesain untuk memberikan kesan intimidatif, kuat, serta modern. Bagi saya, untuk era sekarang, tidak ada motor matic yang bisa menyaingi Aerox Alpha perkara desain. Nggak usah berusaha begitu keras untuk mendebat, memang motor mana yang bisa menyaingi?

Tampak dekat Aerox Alpha (Dokumentasi Mojok)

Lalu perkara riding position, nah ini, barulah kita bisa berdebat.

Saat mengendarai Aerox Alpha, saya jadi paham kenapa beberapa orang ragu untuk memilikinya. Bukan dalam sense yang buruk sih, lebih karena motor ini memang lebih tinggi ketimbang motor-motor yang lain. Untuk saya bertinggi 170 cm, yang lebih tinggi ketimbang rata-rata tinggi badan pria di Indonesia, saya masih menemui momen harus jinjit.

Riding position juga berbeda. Motor saya PCX 150, saya bisa santai sambil selonjoran dan getaran tetap tidak terasa. Aerox Alpha berbeda. Kamu tidak bisa selonjor, dan kamu tidak bisa posisi duduk santai. Motor ini “memaksamu” duduk tegap. Jika kalian terbiasa pake matic yang bisa kamu kendarai dengan posisi bungkuk karena kelewat lama di depan laptop dan tidak pernah olahraga, Aerox Alpha bakal bikin kaget.

Tapi posisi ini juga memberimu keunggulan, jarak pandangmu pada jalan lebih luas, lebih tinggi. Kamu bisa punya pandangan yang lebih proper saat berkendara.

Meski riding position-nya tak lazim, tak berarti tak nyaman lho ya. Semalam saya menggunakan motor ini dari Mbesi-Sewon PP, dalam keadaan saya sakit punggung parah. Sepanjang jalan, punggung saya tidak kesakitan sama sekali. Jadi ya, kalau untuk manusia kecetit macam saya aja aman, apalagi buat kalian berpunggung sehat.

Apakah harus beli Aerox Alpha?

Jawabannya adalah iya, bahkan jika kalian bukan anak muda, pekerja kantoran yang butuh bawa barang banyak, bapak-bapak, ibu-ibu, pokoknya segala kalangan bisa.

Motor ini memang kayak motor sport. Tapi cocok untuk kalian pejuang laju yang butuh motor yang bisa melawan kemacetan. Bagasinya yang luas jelas mengeliminasi ketakutan kalian akan bawa barang banyak, dan sudah saya buktikan. Joknya yang nyaman, tak akan menyiksa kalian selama di perjalanan.

Bagasi muat jersey, tumbler, sepatu bola (Dokumentasi Mojok)

Akselerasinya yang gila bisa mengantar kalian ke tujuan lebih cepat. Anak muda, pekerja kantoran, mahasiswa, siapa pun, saya kira butuh ini. Amat butuh, malah.

Kesimpulannya, motor ini amat layak untuk dipinang. Kekurangan tetap ada, tapi seperti yang saya bilang tadi, segala hal-hal yang bisa kita kompromikan, saya rasa tak perlu kita pikirkan kelewat lama.

Jadi, tak ada alasan lagi untuk berpikir dua kali jika kalian sudah kepincut dengan Aerox Alpha. Sikat saja. Tak perlu takut menyesal, karena ruang-ruang tersebut akan menghilang ketika kalian sudah ngebut.

Nah, kalau kalian tanya apakah saya bakal beli Aerox Alpha, penginnya sih gitu. Tapi, BPKB motor saya sedang ikut MPLS. Jadi, tunggu dia pintar dulu, baru saya jual, buat beli emas 74 kilo, eh, Yamaha Aerox Alpha.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Yamaha Aerox Alpha 2025, Matik Terbaik untuk Anak Muda dan Jawaban Terbaik dari Yamaha yang Menolak Tunduk pada Stigma Jamet yang Salah Alamat

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini dari.

Terakhir diperbarui pada 17 Juli 2026 oleh

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us