1. News
  2. Mojok
  3. 4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi jadi daerah lebih hidup

4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi jadi daerah lebih hidup

4-hal-lazim-di-jogja-yang-masih-asing-di-tulungagung,-tapi-perlu-dicontoh-demi-jadi-daerah-lebih-hidup
4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi jadi daerah lebih hidup

Jogja dan Tulungagung sama-sama punya pesona. Sama-sama bikin rindu untuk kembali dan menyimpan banyak cerita, setidaknya bagi saya. Namun, bagaimanapun, dua daerah itu benar-benar berbeda dan hal inilah yang menarik untuk dibahas.

Jogja tumbuh sebagai kota pelajarkota budaya, dan kota wisata. Aktivitasnya hampir tidak pernah benar-benar berhenti. Selalu ada ruang untuk berkarya, berkumpul, dan bertukar cerita tiap akhir pekan.

Sementara, Tulungagung tumbuh secara lebih tenang. Kehidupan sehari-hari terasa lebih sederhana. Aktivitas budaya tetap ada. Namun, intensitasnya belum seperti Jogja.

Saya yakin siapa pun perantau dari Tulungagung akan kaget ketika datang ke Jogja. Banyak hal yang lazim di tempat ini nyatanya masih nggak umum di Tulungagung.

#1 Di Jogja hampir selalu ada acara seni

Rasa-rasanya acara seni di Jogja seperti tidak pernah habis. Hampir setiap minggu selalu ada kegiatan baru. Kadang pameran, teater, hingga pertunjukan musik kecil.

Poster acara mudah ditemukan. Media sosial juga penuh informasi. Tinggal pilih sesuai minat. Banyak yang gratis juga. Suasananya terasa hidup.

Banyak anak muda datang bukan karena wajib. Datang karena memang suka. Duduk santai sambil menikmati karya. Lalu ngobrol sampai malam. Rasanya sederhana tapi berkesan.

Di Tulungagung, acara seperti ini masih belum sering terlihat. Ada memang beberapa kegiatan. Namun, belum menjadi rutinitas. Jadwalnya juga tidak sebanyak Jogja. Akhirnya ruang bertemu lewat seni masih terasa terbatas.

#2 Seniman jalanan menjadi bagian dari identitas kota

Di Jogja, melihat seniman tampil di pinggir jalan adalah hal yang biasa. Ada yang memainkan musik. Ada yang melukis. Ada juga yang menari. Semua terasa menyatu dengan kota.

Malioboro sering menjadi panggung terbuka. Banyak orang sengaja berhenti untuk menikmati berbagai macam seni yang ditampilkan di sana. Ada yang memberi tepuk tangan. Ada juga yang memberi uang sebagai bentuk apresiasi. Suasananya pun terasa hangat.

Di Tulungagung, pemandangan seperti ini masih jarang. Ruang publik belum banyak dipakai untuk pertunjukan seni. Padahal, suasana Tulungagung tidak kalah menarik. Bakat pun banyak di sana. Tinggal membutuhkan ruang untuk tampil saja.

#3 Festival budaya sepanjang tahun

Orang-orang yang hidup di Jogja selalu punya alasan untuk berkumpul. Hampir setiap bulan ada festival. Ada kirab budaya, pentas tari, dan musik tradisional. Inilah salah satu senjata rahasia Jogja. Kota Budaya ini memang ahlinya membingkai itu semua.

Festival bukan hanya hiburan. Festival juga menjadi ruang belajar budaya. Anak-anak sampai orang tua ikut menikmati. Wisatawan juga ikut meramaikan. Semuanya dibalut interaktif dan kondusif.

Setiap acara membuat kota terasa bergerak. Jalanan ramai. Pedagang ikut tersenyum. Hotel dan penginapan juga ikut hidup. Dampaknya terasa luas.

Di Tulungagung sebenarnya juga ada festival budaya. Namun, jumlah dan frekuensinya belum sebanyak Jogja. Belum menjadi agenda yang terus mengalir sepanjang tahun. Potensinya tetap besar, hanya perlu lebih banyak perhatian.

#4 Jogja punya kampung tematik yang menjadi tujuan wisata

Jogja punya banyak kampung dan desa dengan identitas unik. Ada kampung yang terkenal karena mural hingga kerajinan tangannya. Ada juga yang populer karena sejarahnya. Setiap kampung baka punya cerita yang bisa diangkat.

Kampung bukan hanya tempat tinggal. Kampung juga menjadi tujuan wisata. Banyak orang sengaja datang, warga pun ikut menjaga suasana kampungnya. Hasilnya? Wisata di desa-desa maupun kampung jadi menarik.

Di Tulungagung, konsep seperti ini masih belum banyak berkembang. Padahal banyak kampung punya potensi besar. Ada desa atau kampung yang kaya budaya, sejarah panjang, hingga potensi alam yang indah. Tinggal menunggu sentuhan yang tepat.

Itulah 4 hal yang sudah lazim di Jogja, tapi masih asing di Tulungagung. Walaupun belum umum, hal-hal itu patut dicontoh demi Tulungagung bertransformasi menjadi daerah yang lebih hidup. Toh tidak ada salahnya mencontoh Jogja yang seni, budaya, dan kreativitasnya bisa tumbuh berbarengan. Kota yang hidup bukan hanya dibangun dengan gedung, tetapi juga dengan ruang bagi warganya untuk berkarya, bertemu, dan bercerita.

Penulis: Marselinus Eligius Kurniawan Dua
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini dari.

Terakhir diperbarui pada 17 Juli 2026 oleh

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi jadi daerah lebih hidup
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us