
Pagi itu di sebuah pantai yang indah di Pulau Bali, seekor kepiting bernama Mile sedang berenang menyusuri tepian pantai. Mile berenang dengan delapan pasang kakinya untuk mencapai pasir di tepian pantai. Tiba-tiba Mile kesulitan bergerak.
“Aduh, kakiku tersangkut sampah plastik,” teriak Mile kepada Ori, penyu sahabatnya. Ori segera menghampiri Mile dan membantu melepaskan sampah plastik yang membelit kaki-kaki Mile.
“Semakin hari, semakin banyak sampah di pantai ini,” keluh Ori kepada Mile.
“Benar Ori, aku semakin sulit berjalan dan menikmati indahnya pasir pantai ini,” sahut Mile menimpali Ori.
“Bagaimana kabarmu Ori?” tanya Mile. Pagi itu, Ori terlihat murung.
“Aku sedih Mile. Beberapa penyu sahabatku banyak yang mati beberapa hari ini,” ucap Ori lirih.
“Penyu-penyu sahabatku mati karena menelan sampah plastik yang tampak seperti ubur-ubur, makanan kami,” lanjut Ori. “Tumpukan sampah ini juga menghalangi penyu-penyu betina untuk bertelur dan kami pun terancam punah,” Ori menumpahkan kegelisahannya kepada Mile sahabatnya yang baik hati.
“Jika itu masalahnya, aku punya jalan keluarnya Ori,“ ujar Mile dengan sabar.
“Apa jalan keluarnya, Mile?” tanya Ori.
“Bagaimana jika kita berenang bersama-sama?” ujar Mile. “Aku akan mengajak kawanan kepiting sahabatku dan ajaklah penyu-penyu sahabatmu untuk berenang bersama kami kawanan kepiting,” ungkap Mile.
“Terima kasih, Mile,” kata Ori.
“Kami, para kepiting, bisa memakan dan mengurai sampah plastik yang menjadi ancaman para penyu di pantai ini,” Mile bersemangat saat memberikan solusi kepada penyu sahabatnya itu.
“Beginilah seharusnya kita hidup di alam bebas, harus saling menjaga dan melindungi, seperti kawanan penyu yang selalu menolong aku ketika terjerat sampah plastik,” sambung Mile.
“Pantai di Pulau Bali ini sangat indah,” Ori bergumam kepada Mile. “Semoga para pengunjung pantai ini tidak merusaknya dengan menimbun banyak sampah di pantai ini,” balas Mile.
“Semoga semakin banyak manusia yang peduli dan membantu membersihkan sampah di pantai ini sehingga kita bisa terus menyusuri indahnya pantai di Bali ini,” kata Ori kepada Mile sembari menyusuri pantai pagi itu.*