Hari ini, pertandingan sepak bola Piala Dunia akan dimulai. Semua anak di kelas 5 membicarakannya saat jam pulang sekolah tiba. Termasuk Adit yang juga menggemari permainan sepak bola. Ia ingin sekali menonton acara itu nanti malam seperti teman-temannya.
“Aku akan menontonnya bersama ayahku di kedai dekat rumah. Katanya, di sana menyiarkannya pakai TV layar lebar!” ucap Bayu teman sebangku Adit.
“Kalau aku menonton di televisi saja bersama keluargaku,” sahut Putra kemudian. “Kalau kamu, Dit, nanti malam mau nonton di mana?” lanjut Putra tiba-tiba membuat Adit terkejut.
Adit terlihat bingung. Ia tidak tahu apakah bisa menonton pertandingan sepak bola itu nanti malam atau tidak. Apalagi Bunda selalu menyuruhnya tidur sebelum pukul 9 malam. Adit hanya mengangkat bahu tanpa berucap apa-apa.
Sesampainya di rumah, Adit buru-buru menemui Bunda dan meminta izin untuk menonton pertandingan sepak bola nanti malam. Namun, benar saja, Bunda melarang karena besok masih harus ke sekolah.
“Tapi, nanti Adit bakal diejek teman-teman kalau tidak menontonnya, Bun!” ucap Adit merengek.
“Besok kamu harus sekolah, Dit. Kalau kamu tidur malam, besok kamu akan kesiangan,” jawab Bunda.
Mendengar hal itu Adit merasa kesal karena Bunda selalu saja melarangnya. “Ah! Bunda nyebelin!” kata Adit ketus.
Malam harinya, saat Bunda dan Ayah sudah masuk ke kamar, Adit diam-diam pergi ke ruangan tengah dan menyalakan televisi. Ia sengaja mengecilkan volume suara dan duduk di depan televisi untuk menonton pertandingan Piala Dunia. Adit yang tidak terbiasa tidur malam terus berusaha menjaga matanya agar tetap terjaga. Namun, lama-kelamaan ia tidak bisa lagi melawan rasa kantuk, sampai akhirnya ia tertidur di atas sofa dengan televisi yang masih menyala.
Esok paginya, Adit terbangun dan melihat matahari sudah meninggi. Ia segera bersiap-siap karena hari ini ada ujian di sekolah. Bunda yang melihat Adit hanya bisa menggelengkan kepala.
Saat di sekolah, Adit sama sekali tidak bisa berkonsentrasi. Kepalanya terasa pusing dan berat. Adit berpikir mungkin karena ia tidur terlalu malam. Akhirnya, ia pun menyesali perbuatannya karena tidak mendengarkan perkataan bundanya..
Sepulang sekolah akhirnya Adit meminta maaf kepada Bunda dan berjanji untuk selalu mendengarkan nasihat Bunda. Lalu Bunda pun memaafkan.
Ketika Ayah datang beliau berkata. “Besok kamu kan libur, Dit, bagaimana kalau nanti malam kita menonton pertandingan piala dunia bersama-sama? Bun, siapkan camilan yang enak yah!”
Mendengar hal itu, Adit tampak senang dan seketika berteriak dengan lantang, “Hore!!” *
Oleh Tim Nusantara Bertutur
Penulis: Dede Soepriatna
Pendongeng: Paman Gery (Instagram: @paman_gery)
Ilustrasi: Regina Primalita
