1. News
  2. Mojok
  3. Astrea Bulus 1991 yang Saya Beli Lima Juta, Dibilang Teman “Ora Jaman”, Ternyata Malah Jadi Motor Paling Masuk Akal Buat Saya

Astrea Bulus 1991 yang Saya Beli Lima Juta, Dibilang Teman “Ora Jaman”, Ternyata Malah Jadi Motor Paling Masuk Akal Buat Saya

astrea-bulus-1991-yang-saya-beli-lima-juta,-dibilang-teman-“ora-jaman”,-ternyata-malah-jadi-motor-paling-masuk-akal-buat-saya
Astrea Bulus 1991 yang Saya Beli Lima Juta, Dibilang Teman “Ora Jaman”, Ternyata Malah Jadi Motor Paling Masuk Akal Buat Saya

Saya membeli Honda Astrea Bulus 1991 pada Mei 2025. Bukan karena nostalgia. Bukan pula karena ingin terlihat beda. Jujur, alasan saya lebih sederhana dan terkesan nggak keren-keren amat: waktu itu saya lagi butuh motor yang murah. Dan angka lima juta itu masih muat di dompet yang lagi tipis.

Buat yang belum tahu, Astrea Bulus itu motor bebek jadul yang di bagian belakangnya ada stoplamp berbentuk bulat, mirip cangkang bulus. Dari situ asal usul julukannya. Soal cerita Astrea versi Sabit yang stoplampnya lebih lancip dan dikasih “topi” pula, saya nggak akan bahas panjang lebar. Biarlah pembaca yang rajin googling sendiri.

Semenjak motor ini nongol di garasi, tetangga mulai manggut-manggut. Ada yang bertanya, “Lho, mobilé kok jaman Semar mendem tho?” Maksudnya mungkin bilang motor ini kuno banget. Saya cuma senyum. Ada juga yang bertanya, “Rego pira, Le?” Begitu saya sebut lima juta, dia cuma manggut-manggut lalu pergi. Nggak tau dia mikir apa. Saya biasanya cuma senyum.

Tapi saya nggak kapok. Karena motor yang sederhana ini justru sedikit demi sedikit mengajarkan soal logika berkendara yang lebih membumi.

Starter elektrik barang yang bukan bawaan pabrik

Saya awalnya kaget waktu motor ini bisa distarter pakai tombol. Ternyata itu bukan dari pabrik, melainkan modifikasi dari pemilik sebelumnya. Mas Bejo, mekanik langganan, bilang, “Yang asli mah cuma pakai engkol, Le. Kayak gerinda.”

Saya bersyukur meski modifikasi itu sederhana. Setiap pagi, saya tinggal pencet, motor langsung hidup. Nggak ada lagi ritual ngengkol seperti orang menggerinda tembok sambil jaga-jaga kalau-kalau engkolnya muter balik dan ngejedot jempol. Modifikasi kecil ini jelas mengurangi kadar drama di pagi buta.

BACA JUGA: Menyesal Beli Motor Lawas Impian Honda Astrea Prima karena Akhirnya Cuma Menambah Beban Hidup

Ketika Astrea bulus nanjak ke Gunung Ijen

Pengalaman paling seru adalah waktu saya bawa motor ini ke jalur tanjakan Gunung IjenBanyuwangi. Jalannya meliuk, tanjakannya panjang dan terjal. Saya boncengan berdua sama istri.

Jujur, waktu saya lihat tanjakan pertama, saya sudah siap-siap menerka mesin bakal merangkak. Astrea bulus ini hanya bermodal mesin 4 tak, tanpa pendingin cairan, dan nggak punya ECU macam motor sekarang. Tapi ternyata dia tetap naik.

Mesinnya meraung, suaranya berat, putaran atas cepat habis. Tapi motor ini punya ritme sendiri. Selama gigi dipilih sabar dan gas tidak digeber emosi, ia tetap jalan. Tidak mati. Tidak overheat. Cuma berisik dan bergetar sampai kaki ikut nge-band. Dari sini saya sadar bahwa kadang memiliki kendaraan sederhana itu lebih menenangkan karena tuntutannya juga sederhana.

Astrea bulus jadi saksi anak saya bisa hafal surat

Suatu siang, anak saya yang masih TK berhasil menghafal surat pendek. Saya janji mau kasih hadiah. Saya tanya, “Mau diapain?” Dia jawab, “Mau main PS.”

Ya sudah. Saya ajak dia naik Astrea Bulus ini ke rental PS dekat rumah. Sepanjang jalan dia nempel di punggung saya, teriak-teriak senang. Saya jadi mikir, motor tua begini ternyata bisa bikin momen kecil kayak gini terasa istimewa.

Sampai di rental PS, kami main game balapan. Saya main serius, dia main mobil nabrak-nabrak tapi tetap merasa menang karena saya biarkan saja. Pulangnya? Ibunya ngamuk. Katanya, “Masa anak TK diajak main PS? Nanti jadi kebiasaan buruk.”

Saya diam. Biar dia marah. Yang penting anak saya senang. Beberapa hal memang layak dimarahi, tapi juga layak dikenang.

Soal BBM, motor ini nggak pernah ambisius. Pemakaian harian di kisaran 50-60 kilometer per liter. Angka yang menurut saya ramah buat kantong. Irit bukan karena teknologi canggih, tapi karena emang desainnya sederhana: mesin kecil, bobot ringan, dan nggak banyak fitur yang nyedot bensin.

Rem tromol dan keterbatasan yang justru mendidik

Yang perlu diingat, Astrea Bulus tetap pakai rem tromol depan-belakang. Ini jelas bukan untuk ngebut atau ngerem mendadak di jalan basah. Dulu, saya pernah hampir nyungsep pas ngerem agak mendadak. Sejak saat itu, saya belajar jaga jarak dan mengurangi kecepatan di tikungan.

Saya juga belajar bahwa di dunia ini, nggak semua hal harus maksimal. Kadang yang penting motor tetap hidup dan sampai tujuan. Buat saya, itu sudah lebih dari cukup. Terkait pajak, akhirnya saya bayar juga sekitar Rp90 ribu. Bukan karena saya tiba-tiba jadi warga negara yang taat, tapi karena malu juga kalau sampai ditilang, hehehe.

Jadi, motor ini nggak membuat hidup saya naik kelas

Astrea Bulus tidak membuat hidup saya naik kelas. Ia hanya membantu hidup tetap jalan. Pelan, sederhana, dan tanpa banyak drama. Di lampu merah, ketika motor-motor baru di samping terlihat kinclong, saya cuma diam. Kadang ada yang melirik sinis.

Tapi ya sudahlah. Saya sudah melewati masa-masa peduli omongan orang lain. Teman masih suka nyeletuk, “Bro, ganti dong. Ora jaman!” Saya jawab dulu, “Nanti kalau Astrea ini benar-benar keok.” Tapi sampai sekarang, dia belum keok.

Penulis: Muhammad Faishol
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Astrea Grand, Motor Honda Penuh Dusta yang Celakanya Pernah Menjadi Mitos dan Membuatnya Dikagumi karena Motor Ini Memang Meyakinkan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini dari.

Terakhir diperbarui pada 5 Mei 2026 oleh

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Astrea Bulus 1991 yang Saya Beli Lima Juta, Dibilang Teman “Ora Jaman”, Ternyata Malah Jadi Motor Paling Masuk Akal Buat Saya
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us