1. News
  2. Opinion
  3. Desainer Indonesia Didorong Naik Kelas lewat Jejaring Global

Desainer Indonesia Didorong Naik Kelas lewat Jejaring Global

desainer-indonesia-didorong-naik-kelas-lewat-jejaring-global
Desainer Indonesia Didorong Naik Kelas lewat Jejaring Global
Desainer Indonesia Didorong Naik Kelas lewat Jejaring Global
Media preview JF3 Fashion Festival 2026 di Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (2/7).(Dok. MI)

Festival Mode JF3 2026 kembali menegaskan posisinya bukan sekadar ajang peragaan busana, melainkan ruang strategis untuk mempertemukan kreativitas lokal dengan jejaring fesyen global. Tahun ini, JF3 menghadirkan lebih dari 50 desainer dan jenama dari Indonesia, Asia, hingga Eropa.

Dengan mengusung tema“Dibuat Ulang: Membentuk Masa Depan”, JF3 2026 ingin mendorong industri fesyen Indonesia naik kelas melalui kolaborasi, pengembangan talenta, serta perluasan akses pasar.

Advisor JF3 Fashion Festival 2026 Thresia Mareta mengatakan Indonesia memiliki kekayaan besar dalam hal craftsmanship, material, pengetahuan, hingga identitas budaya. Namun, menurut dia, kekuatan tersebut tidak cukup apabila hanya berhenti sebagai potensi.

“Indonesia memiliki kekayaan craftsmanship, material, pengetahuan, dan identitas budaya yang sangat besar. Namun semua itu tidak cukup jika hanya berhenti sebagai potensi. Ia perlu diolah, diarahkan, dan dihubungkan dengan sistem yang tepat,” kata Thresia saat media preview JF3 Fashion Festival 2026 di Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (2/7).

Thresia menilai JF3 menjadi ruang penting bagi para desainer untuk tidak hanya mempresentasikan karya, tetapi juga bertukar pengetahuan, membangun jejaring, dan mengembangkan bisnis secara lebih luas.

Puncak penyelenggaraan JF3 Fashion Festival 2026 akan berlangsung pada 23 hingga 29 Juli di Fashion Tent, Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta.

Chairman JF3 Fashion Festival Soegianto Nagaria mengatakan industri fesyen yang kuat tidak dapat dibangun hanya melalui satu acara. Menurut dia, dibutuhkan ekosistem yang terhubung secara berkelanjutan, mulai dari proses kreatif hingga akses pasar.

“Melalui JF3, kami menghubungkan proses kreatif dengan akses pasar yang nyata, dari runway langsung ke konsumen. Industri fashion yang kuat tidak tumbuh dari satu event, tetapi dari ekosistem yang dibangun secara konsisten,” ujar Soegianto.

JF3 tahun ini menghadirkan deretan desainer dan jenama dari Indonesia, Asia Tenggara, Asia Timur, hingga Eropa. Dari dalam negeri, sejumlah nama yang akan tampil antara lain Tities Sapoetra, Hartono Gan, AMOTSYAMSURIMUDA, Adrie Basuki, Sofie, Howard Laurent, RAEGITAZORO, dan LAKON Indonesia.

Selain itu, JF3 juga menghadirkan desainer internasional dari Prancis, Korea Selatan, Singapura, Laos, dan Filipina. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring kreatif lintas negara sekaligus membuka peluang kolaborasi baru bagi pelaku fesyen Indonesia.

Tidak hanya menampilkan peragaan busana, JF3 2026 juga kembali menghadirkan sejumlah program pengembangan talenta, seperti Future Fashion PerancangPINTU, JF3 Model Search, Fashion Village, dan CODE.STRT.

Melalui program tersebut, JF3 berupaya memperkuat kapasitas desainer, memperluas jaringan industri, serta meningkatkan kesiapan pelaku fesyen lokal untuk memasuki pasar yang lebih besar. (Semut/Z-10)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Desainer Indonesia Didorong Naik Kelas lewat Jejaring Global
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us