
IRANtengah bersiap menyelenggarakan pemakaman kenegaraan terbesar dalam sejarah negara tersebut untuk mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Prosesi pemakaman yang direncanakan berlangsung selama enam hari ini akan dimulai pada 4 Juli di Teheran dan berakhir dengan pemakaman di kota kelahirannya, Mashhad, pada 9 Juli 2026.
Rangkaian upacara ini akan melintasi beberapa kota penting, termasuk Qom di Iran serta Najaf dan Karbala di Irak, dua kota paling suci dalam Islam Syiah. Otoritas Iran memperkirakan antara 15 hingga 20 juta pelayat dari seluruh dunia akan hadir. Pemerintah menetapkan status siaga tinggi, dengan lebih dari 30 negara, termasuk Rusia, Tiongkok, India, dan Pakistan, mengonfirmasi akan mengirimkan perwakilan tingkat tinggi mereka.
Peringatan Keras Teheran kepada AS dan Israel
Di tengah persiapan duka tersebut, Teheran mengeluarkan peringatan keras kepada Presiden AS Donald Trump dan Israel agar tidak melakukan serangan selama masa berkabung. Ali Abdollahi, komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya, menegaskan bahwa setiap salah perhitungandari musuh akan dihadapi dengan pembalasan yang sangat keras.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, juga menyatakan melalui media sosial bahwa Iran akan memberikan respons cepat terhadap ancaman apa pun. Ketegangan ini meningkat setelah adalaporan mengenai ancaman terhadap pemimpin baru, Mojtaba Khamenei, yang oleh Teheran disebut sebagai bentuk terorisme negaraoleh Israel.
Kemajuan Negosiasi di Doha
Secara paralel, pembicaraan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi oleh Qatar dan Pakistan di Doha dilaporkan menunjukkan kemajuan positif. Meskipun belum ada terobosan besar (breakthrough), Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan bahwa diskusi mengenai implementasi perjanjian sementara dan aliran pelayaran di Selat Hormuz berjalan konstruktif.
Presiden Donald Trump menyatakan optimisme dengan menyebut bahwa proses denuklirisasi Iran berjalan dengan baik. Namun, sumber internal menunjukkan bahwa isu nuklir belum dibahas secara mendalam dalam putaran teknis kali ini. Negosiasi dijadwalkan akan dilanjutkan segera setelah seluruh rangkaian prosesi pemakaman Ali Khamenei selesai.
Poin Kunci Situasi Terkini:
- Selat Hormuz: Iran menegaskan kendali penuh atas jalur pelayaran tersebut dan menolak peran militer AS.
- Harga Minyak: Harga minyak dunia mulai turun ke level pra-perang seiring pulihnya lalu lintas kapal secara bertahap di Selat Hormuz.
- Dampak Ekonomi: Ekonom memperkirakan konflik AS-Iran merugikan setiap rumah tangga di Amerika sekitar US$1.000 (sekitar Rp16,4 juta).
- Akses Perbatasan: Iran membuka perbatasan Dogharoun selama 24 jam bagi warga Afghanistan yang ingin menghadiri pemakaman di Mashhad.
Ketegangan di Selat Hormuz
Isu keamanan di Selat Hormuz tetap menjadi titik api utama. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menegaskan bahwa wilayah tersebut berada di bawah komando Iran, bukan CentcomAS. Iran mewajibkan semua kapal komersial dan tanker untuk mengikuti rute yang ditentukan oleh Teheran guna memastikan jalur yang aman.
Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance memuji pasukan Amerika karena memberikan daya tawarbagi Trump dalam negosiasi. Meski demikian, laporan dari Jurnal Wall Street menyebutkan bahwa AS sedang mempertimbangkan untuk mengurangi jejak militer mereka di Arab Saudi, langkah yang bisa mengubah peta keamanan regional yang telah bertahan selama puluhan tahun. (The Independent/I-2)