1. News
  2. Komunitas
  3. Job Market 2026: Skill Apa yang Makin Dicari Perusahaan?

Job Market 2026: Skill Apa yang Makin Dicari Perusahaan?

job-market-2026:-skill-apa-yang-makin-dicari-perusahaan?
Job Market 2026: Skill Apa yang Makin Dicari Perusahaan?

Masuk ke dunia kerja sekarang rasanya makin kompetitif. Punya gelar sudah bukan satu-satunya modal untuk mendapatkan pekerjaan. Perusahaan juga mulai melihat bagaimana seseorang bisa beradaptasi dengan teknologi, menyelesaikan masalah, bekerja sama dengan tim, dan terus belajar.

Perubahan ini bukan sekadar tren. World Economic Forum (WEF) memperkirakan sekitar 39% skill yang saat ini dimiliki pekerja akan berubah atau menjadi usang pada 2030. Di saat yang sama, perusahaan semakin membutuhkan kombinasi antara kemampuan teknologi dan kemampuan manusia. (World Economic Forum)

Jadi, skill apa saja yang mulai penting untuk kamu siapkan?

1. AI & Digital Literacy

AI sudah mulai masuk ke berbagai proses kerja, termasuk proses rekrutmen. Di Indonesia, survei Jobstreet yang dirangkum Databoks menunjukkan bahwa pada 2024 sekitar 20% perusahaan menggunakan AI dalam proses rekrutmen, dengan penggunaan terbesar untuk membantu menyaring kandidat. (Databoks)

Artinya, memahami teknologi bukan lagi sekadar nilai tambah.

Tapi bukan berarti kamu harus jadi AI engineer.

Kemampuan menggunakan AI untuk membantu pekerjaan seperti melakukan riset, mengolah informasi, membuat draft, menganalisis data, atau meningkatkan produktivitas juga semakin relevan.

Yang penting bukan cuma “bisa pakai AI”, tapi tahu kapan harus menggunakannya, bagaimana memberikan instruksi yang tepat, dan tetap bisa mengecek apakah hasilnya benar.

2. Analytical Thinking & Problem Solving

Punya banyak informasi nggak akan banyak membantu kalau kamu nggak bisa mengolahnya menjadi solusi.

WEF menempatkan analytical thinking sebagai core skill utama yang dibutuhkan perusahaan. Kemampuan ini berkaitan dengan bagaimana seseorang memahami masalah, melihat informasi secara kritis, kemudian mengambil keputusan berdasarkan data dan konteks. (World Economic Forum)

Skill ini sebenarnya bisa dilatih dari hal sederhana.

Misalnya, ketika mengerjakan project organisasi, jangan cuma fokus pada “apa tugas yang harus dikerjakan”, tetapi coba pahami:

Masalahnya apa? Kenapa masalah itu terjadi? Data apa yang kita punya? Dan solusi apa yang paling masuk akal?

Cara berpikir seperti ini bisa terbawa sampai ke dunia kerja.

3. Adaptability

Dunia kerja nggak selalu berjalan sesuai job description.

Hari ini kamu mengerjakan satu hal, beberapa bulan kemudian bisa saja ada tools baru, perubahan sistem, atau kebutuhan bisnis yang membuat cara kerjamu ikut berubah.

Karena itu, resilience, flexibility, dan agility termasuk kemampuan yang diprediksi semakin penting hingga 2030. (World Economic Forum)

Buat fresh graduate, adaptability juga berarti nggak terlalu takut ketika harus mempelajari sesuatu yang sebelumnya belum pernah kamu lakukan.

Belum bisa bukan berarti nggak bisa.

Yang penting adalah punya kemauan dan kemampuan untuk belajar.

4. Communication & Collaboration

Teknologi mungkin membantu pekerjaan menjadi lebih cepat, tapi manusia tetap perlu bekerja dengan manusia lain.

Mulai dari menyampaikan ide, memberikan feedback, melakukan presentasi, berdiskusi dengan atasan, sampai bekerja sama dengan tim yang punya perspektif berbeda.

WEF juga memasukkan leadership and social influence, empathy and active listening, serta kemampuan interpersonal lainnya sebagai skill penting dalam dunia kerja. (World Economic Forum)

Jadi, jangan sampai terlalu fokus menambah technical skill tapi lupa belajar berkomunikasi.

Karena punya ide bagus saja belum cukup kalau kamu nggak bisa menjelaskan ide tersebut kepada orang lain.

5. Data Literacy

Kamu nggak harus menjadi data scientist untuk bisa bekerja dengan data.

Setidaknya, kamu perlu memahami bagaimana membaca angka, menemukan pola, membuat kesimpulan, dan menggunakan data sebagai dasar pengambilan keputusan.

Apalagi semakin banyak pekerjaan yang menggunakan berbagai tools digital untuk mengumpulkan dan mengolah informasi.

Kemampuan membaca data sederhana di spreadsheet, memahami metrics, atau membuat insight dari sebuah laporan bisa menjadi skill yang berguna di berbagai bidang.

6. Creative Thinking

Ketika AI semakin mampu mengerjakan berbagai tugas yang bersifat repetitif, kemampuan manusia untuk menghasilkan ide dan melihat masalah dari perspektif berbeda justru semakin penting.

WEF memasukkan creative thinking sebagai salah satu skill yang diprediksi terus meningkat kepentingannya hingga 2030. (World Economic Forum)

Creative thinking juga nggak cuma berlaku untuk orang yang bekerja di bidang kreatif.

Marketing, finance, HR, sales, bahkan bidang teknologi juga membutuhkan orang yang bisa menemukan pendekatan baru ketika solusi yang lama sudah nggak cukup.

7. Mau Terus Belajar

Mungkin ini terdengar klise, tapi justru menjadi semakin relevan.

WEF mencatat bahwa curiosity and lifelong learning termasuk skill yang diprediksi meningkat kepentingannya dalam lima tahun ke depan. (World Economic Forum)

Apalagi perubahan teknologi membuat skill yang relevan hari ini belum tentu punya nilai yang sama beberapa tahun lagi.

Jadi, career development bukan cuma soal mendapatkan pekerjaan pertama.

Tapi juga soal bagaimana kamu terus meningkatkan kemampuan setelah mendapatkannya.


Jadi, Harus Punya Semua Skill Ini?

Nggak juga.

Kamu nggak harus menguasai semuanya sekaligus. Skill yang dibutuhkan juga akan berbeda tergantung industri dan posisi yang kamu incar.

Yang lebih penting adalah mulai memahami career path yang ingin kamu tuju, lalu cari tahu skill apa yang memang dibutuhkan di bidang tersebut.

Misalnya, kalau kamu tertarik masuk marketing, kamu mungkin bisa mulai dari digital marketing, data literacy, communication, dan creative thinking.

Kalau tertarik ke bidang teknologi, kamu mungkin perlu memperkuat technical skills sekaligus analytical thinking dan problem solving.

Jangan hanya bertanya, “Skill apa yang paling dicari perusahaan?”

Coba juga tanyakan:

“Skill apa yang paling relevan untuk karier yang ingin aku bangun?”

Karena di tengah job market yang terus berubah, punya arah karier dan kemauan untuk terus berkembang bisa menjadi modal yang sama pentingnya dengan skill itu sendiri.

Mulai dari sekarang. Nggak harus langsung jago, yang penting mulai dibangun.

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Job Market 2026: Skill Apa yang Makin Dicari Perusahaan?
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us