Konten tutorial naik pesawat milik Kak Desy Umbara sedang ramai di medsos. Tentu saja kalian bisa tebak kenapa ramai. Ada yang bilang norak, ada yang bilang amat helpful, dan ada yang bilang hidup Jokowi. Tentu saja yang terakhir saya bercanda. Jelas. Masak ya saya kudu klarifikasi sih.
Terus terang, menurut saya, konten tutorial Kak Desy itu nggak norak. Justru malah banyak sekali manfaatnya untuk umum. Terlebih konten tutorial naik pesawat ini.
Begini. Sebenarnya, banyak hal dalam hidup yang sebenarnya kita butuh, tapi kita nggak tahu caranya dan malu kalau mau tanya. Misal, cara pesen Starbucks. Atau, cara beli tiket KRL. Lho, buat orang yang daerahnya nggak ada KRL ini penting. Atau, cara memahami kenapa kawan kita ngomong proyek setinggi langit, tapi minta rokok.
Nah, makanya, saya bilang, sebenarnya, konten tutorial naik pesawat ini bagus banget.
Datang di tempat keberangkatan lebih awal
Perlu diketahui, proses naik pesawat jelas lebih lama ketimbang moda transportasi lain. Kalau moda transportasi lain tinggal beli tiket, kemudian menunggu sebelum jam keberangkatan. Kurang lebih hanya sesimpel itu saja. Kereta, bus, kapal, ya gitu-gitu aja.
Nah, proses naik pesawat itu beda. Check in-nya saja paling lambat sekitar 45-60 menit sebelum keberangkatan. Selain itu gate bandara biasanya tutup sekitar 10-30 menit sebelum keberangkatan.
Makanya, kalau saya pribadi ketika naik pesawat datang 2 jam sebelumnya. Mengingat biasanya saya bawa bagasi. Ditambah saya khawatir juga kalau jadwal keberangkatan dimajukan. Coba kalau naik bus/kereta, penumpang masih aman saja kalau tiba di tempat keberangkatan 15 menit sebelumnya.
Nah, tutorial naik pesawat jadi penting kan hanya dari memahami keberangkatan?
Peraturan naik pesawat lebih ketat daripada moda transportasi lain, makanya tutorial naik pesawat jadi penting
Peraturan naik pesawat jelas lebih ketat daripada naik moda transportasi lain. Ada banyak peraturan sederhana yang belum tentu orang banyak tahu. Bahkan untuk orang yang biasa naik pesawat sekalipun.
Salah satu peraturan naik pesawat yang kadang nggak diketahui atau lupa yaitu nggak boleh bawa korek gas, senjata tajam, dan korek elektrik ke kabin. Wajar sih kalau kadang penumpang lupa perkara ini. Soalnya, korek gas itu kan kecil, kadang kita saja lupa mengantongi barang itu di saku celana.
Peraturan macam ini sepertinya nggak ada di moda transportasi lain. Di transportasi lain malah lebih longgar lagi. Sampai-sampai di bus masih ada lho yang belum melarang penumpangnya merokok dalam perjalanan. Malah ada smoking room juga sih di bus.
Bandara itu luas banget
“Pangkalan” pesawat itu beda dari yang lain. Terutama dalam urusan luasnya. Rata-rata bandara internasional itu jauh lebih luas dari terminal maupun stasiun. Kalau kamu nggak biasa pasti akan bingung.
Lha gimana, wong di Bandara Soekarno-Hatta saja ada tiga terminal utama. Setiap terminal melayani rute dan maskapai yang berbeda-beda. Misal terminal 1 hanya melayani penerbangan domestik saja, sementara terminal 2 dan 3 melayani penerbangan domestik dan internasional.
Belum lagi kita berbicara gate di sana. Ada lebih dari 80 gate di pintu gerbang dunia internasional tersebut. Terdiri dari 21 gate di terminal 1, 21 gate di terminal 2 dan 38 gate di terminal 3. Jadi wajar banget kan kalau orang awam bingung naik pesawat? kita aja kadang bingung kok waktu naik bus di terminal besar.
Nggak semua orang punya kesempatan naik pesawat
Tiket pesawat itu mahal. Sekarang mahal banget malah. Lantaran harga tiketnya yang nggak murah, membuat nggak semua orang punya kesempatan naik moda transportasi ini. Orang yang punya budget pas-pasan tentu lebih memilih moda transportasi lain yang tiketnya lebih terjangkau. Macam bus, kereta atau kapal laut.
Malahan orang biasa kadang pertama kali naik pesawat ketika bertolak ke Tanah Suci. Untungnya pada momen ini mereka nggak sendiri. Ada pemandu dan teman rombongan yang menemani.
Terus terang, saya mendukung segala konten yang dibuat Kak Desy Umbara. Walaupun kontennya sederhana tapi sangat bermanfaat buat orang awam. Agar bisa menghindari dikatain ndeso oleh orang lain kalau nggak tahu berbagai hal yang dianggap sederhana.
Pengarang : Mohammad Rafatta Umar
Editor: Rizky Prasetya
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini dari.
Terakhir diperbarui pada 20 April 2026 oleh