Niacinamide menjadi salah satu kandungan skincare yang populer karena manfaatnya yang beragam, mulai dari mencerahkan kulit, mengontrol minyak, hingga memperkuat skin barrier. Namun, meskipun dikenal cukup “aman” dan mudah dipadukan dengan bahan lain, ada beberapa kandungan yang sebaiknya tidak kamu gunakan bersamaan dengan niacinamide agar hasilnya tetap optimal dan tidak menimbulkan iritasi.
Niacinamide, atau yang juga dikenal sebagai vitamin B3, menjadi salah satu bahan aktif yang semakin populer dalam dunia perawatan kulit. Kandungan ini banyak ditemukan dalam berbagai produk skincare karena manfaatnya yang beragam dan cocok untuk hampir semua jenis kulit. Jika kamu sedang mencari solusi untuk berbagai masalah kulit, niacinamide bisa menjadi pilihan yang tepat.
Manfaat Niacinamide untuk Kulit
– Membantu mencerahkan kulit
– Mengontrol produksi minyak
– Menyamarkan pori-pori
– Mengurangi kemerahan dan iritasi
– Memperkuat skin barrier
– Melembapkan kulit
Berikut ini adalah beberapa bahan skincare yang sebaiknya tidak kamu gabungkan langsung dengan niacinamide:
Niacinamide Tidak Boleh Digabung dengan Apa Saja? Ini Penjelasannya untuk Kamu
1. Vitamin C (Ascorbic Acid)
.jpg)
(Niacinamide tidak boleh digabung dengan bahan apa?. Foto. Dok. Polina/ Pexels)
Menggabungkan niacinamide dengan vitamin C dalam bentuk ascorbic acid sering dianggap kurang ideal. Kombinasi ini bisa menurunkan efektivitas masing-masing bahan karena perbedaan pH yang cukup signifikan. Selain itu, pada beberapa orang, penggunaan bersamaan dapat memicu iritasi ringan seperti kemerahan. Jika kamu ingin menggunakan keduanya, sebaiknya pakai di waktu yang berbeda, misalnya vitamin C di pagi hari dan niacinamide di malam hari.
2. AHA/BHA (Asam Eksfoliasi)
AHA (seperti glycolic acid) dan BHA (seperti salicylic acid) memiliki sifat eksfoliasi yang cukup kuat. Ketika digunakan bersamaan dengan niacinamide, kombinasi ini berpotensi membuat kulit menjadi lebih sensitif, terutama jika kulit kamu termasuk tipe sensitif. Selain itu, perbedaan pH juga dapat memengaruhi kinerja masing-masing bahan. Agar tetap aman, gunakan secara bergantian dalam rutinitas skincare kamu.
3. Retinol
.jpg)
(Niacinamide tidak boleh digabung dengan bahan apa?. Foto. Dok. Alena Darmel/ Pexels)
Retinol dikenal sebagai bahan aktif yang cukup kuat untuk mengatasi tanda penuaan dan jerawat. Meskipun sebenarnya niacinamide bisa membantu mengurangi iritasi dari retinol, penggunaan bersamaan dalam satu waktu tetap berisiko membuat kulit menjadi kering atau sensitif, terutama jika kamu masih pemula. Sebaiknya, gunakan retinol di malam hari dan niacinamide di waktu yang berbeda atau di layer yang tepat sesuai kebutuhan kulit kamu.
4. Benzoyl Peroxide
Benzoyl peroxide sering digunakan untuk mengatasi jerawat, tetapi jika digabungkan dengan niacinamide, efektivitas niacinamide bisa menurun. Selain itu, kombinasi ini juga berpotensi membuat kulit menjadi lebih kering dan iritasi. Untuk menghindari hal tersebut, kamu bisa menggunakan benzoyl peroxide sebagai spot treatment dan niacinamide di waktu lain.
5. Produk dengan Konsentrasi Tinggi Secara Bersamaan
.jpg)
(Niacinamide tidak boleh digabung dengan bahan apa?. Foto. Dok. Monstera Production/ Pexels)
Menggunakan terlalu banyak bahan aktif berkonsentrasi tinggi sekaligus, termasuk niacinamide, bisa membuat kulit “kaget” dan menyebabkan iritasi. Meskipun tidak selalu berbahaya, kombinasi ini sebaiknya dihindari jika kamu ingin menjaga kondisi kulit tetap stabil dan sehat.
(Baca juga: Panduan Kadar Niacinamide yang Baik untuk Kulit Kamu)
Niacinamide memang termasuk bahan yang fleksibel, tetapi bukan berarti bisa kamu campurkan dengan semua kandungan tanpa aturan. Kunci utamanya adalah memahami kebutuhan kulit kamu dan mengatur waktu penggunaan setiap bahan aktif. Dengan cara ini, kamu bisa mendapatkan manfaat maksimal tanpa risiko iritasi.
(Penulis: Sania Zelikha)