
SATU penjambret berinisial F menjadi bulan-bulanan warga setelah melancarkan aksinya di kawasan Jalan Gotong Royong, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat. Pelaku yang menggunakan modus berpura-pura menanyakan alamat tersebut akhirnya babak belur dihajar massa setelah terjebak di jalan buntu.
Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, AKP Parman Gultom, mengonfirmasi insiden tersebut terjadi pada Kamis (2/7) siang sekitar pukul 14.00 WIB. Aksi kriminal ini bermula saat dua pelaku membuntuti seorang korban yang sudah lanjut usia (lansia).
“Pelaku awalnya pura-pura bertanya alamat. Korban kemudian berhenti dan menjelaskan arah menuju Daan Mogot,” ujar Gultom saat dihubungi di Jakarta, Kamis.
Nahas, keramahan korban justru dimanfaatkan oleh pelaku. Begitu korban selesai memberikan petunjuk arah dan menyimpan telepon genggamnya ke saku kemeja, salah satu pelaku dengan cepat merampas ponsel tersebut.
Terjebak di Jalan Buntu
Setelah berhasil menguasai ponsel korban, kedua pelaku langsung memacu sepeda motornya untuk melarikan diri. Namun, pelarian pelaku berinisial F terhenti setelah ia salah mengambil jalur dan masuk ke dalam jalan buntu.
Korban yang tidak tinggal diam segera berteriak meminta pertolongan sambil tetap mengendarai sepeda motornya. Teriakan tersebut memancing perhatian warga sekitar yang langsung bereaksi cepat.
“Warga yang mendengar teriakan korban langsung membantu mengejar dan mengamankan pelaku,” ucap Gultom.
Satu Pelaku Masih Buron
Kemarahan warga sempat memuncak saat pelaku tertangkap. Dalam video yang viral di akun Instagram @jakartabarat24jam, terlihat sejumlah warga mengerumuni pelaku F dan sesekali melayangkan pukulan serta tendangan sebagai bentuk kekesalan.
Meski F berhasil diamankan, satu pelaku lainnya dilaporkan berhasil meloloskan diri dari kepungan warga. Pihak kepolisian menyatakan telah mengantongi identitas rekan F tersebut dan saat ini tengah melakukan pengejaran.
Berdasarkan pemeriksaan awal, pelaku F berdalih baru pertama kali melakukan aksi penjambretan. Namun, pihak kepolisian tidak lantas percaya begitu saja. “Pelaku mengaku baru pertama kali melakukan aksi tersebut, namun pengakuannya masih kami dalami,” pungkas Gultom. (Ant/H-3)