1. News
  2. Adventure
  3. Seorang Pecinta Alam Adalah Makhluk Yang Mampu Menaklukan Dirinya Sendiri

Seorang Pecinta Alam Adalah Makhluk Yang Mampu Menaklukan Dirinya Sendiri

seorang-pecinta-alam-adalah-makhluk-yang-mampu-menaklukan-dirinya-sendiri
Seorang Pecinta Alam Adalah Makhluk Yang Mampu Menaklukan Dirinya Sendiri

Oleh : Ahmad Rasyid, S.H.,M.H
Anggota Istimewa Mahipa IAI Darussalam Martapura

Wartapalaindonesia.com, PERSPEKTIF – Ada sebuah ungkapan dari seorang Ulama Sufi bernama Yahya bin Muadz Ar-Razi “Barangsiapa yang mengenali dirinya, sungguh ia telah mengenali Tuhannya.”

Manusia tidak akan mengenal siapa Tuhannya sebelum ia mengenali dirinya sendiri. Seorang harus menyadari lebih dulu bahwa ia hanyalah seorang hamba yang memerlukan kepada Tuhan, sehingga dengan kesadaran penuh ia akan beribadah menyembah Tuhannya.

Dalam menjalankan ibadah, seorang hamba harus mampu mengendalikan diri dari nafsu yang buruk, seperti keinginan dipandang oleh manusia bahwa ia sedang beribadah. Apabila seorang hamba membiarkan nafsu buruk menguasai dirinya, maka yang demikian tidak akan mendekatkan kepada Tuhan, justru akan menjauhkan hamba dari Tuhannya.

Ada hubungan spritual antara manusia dengan Tuhan, interaksi tersebut bisa melalui apa saja. Termasuk melalui pendekatan manusia dengan alam. Dengan cara bersyukur atas nikmat kekayaan dan keindahan keindahan alam yang telah Tuhan ciptakan.

Belajar dari Alam
Banyak orang yang tidak mengenal siapa dirinya. Ia tidak mampu mengendalikan dirinya sendiri, hidup tanpa ada tujuan dan tidak tahu kemana arah hidup membawanya. Orang seperti ini akan mudah terombang-ambing dan pada akhirnya akan mengahancurkan hidupnya sendiri.

Kofi Annan, seorang mantan Sekretaris Jenderal PPB pernah mengatakan, “Hidup itu pilihan. Tapi untuk memilih yang baik, Anda harus tahu siapa diri Anda dan apa yang Anda Perjuangkan, kemana tujuan Anda dan mengapa Anda kesana.”

Untuk dapat mengenali diri, kita memerlukan sebuah pengalaman. Karena pengalaman adalah pelajaran terbaik. Pengalaman dapat mengajarkan kepada kita apa yang baik dan apa yang buruk sehingga kita dapat memilah dan menentukan sendiri pilihan kita.

Pengalaman yang diberikan ketika seorang mendaki gunung adalah sebuah proses pembelajaran mengenali diri sendiri. Musuh terbesar seorang pendaki bukanlah gunung yang tinggi dan curam, melainkan adalah pendaki itu sendiri. Reaksi yang salah dari seorang pendaki terhadap sesuatu yang terjadi ketika pendakian dapat mengakibatkan bahaya yang lebih besar.

Bahaya lainnya ketika melakukan pendakian bisa datang dari alam itu sendiri, seperti bencana alam yang datang secara tiba-tiba dan bahaya yang ditimbulkan oleh pendaki sendiri, seperti kurang hati-hati melewati jurang, kesehatan pendaki yang turun drastis, juga bisa saja bertikai dengan kawan pendaki yang lain karena perbedaan presepsi.

Mendaki gunung memerlukan pengendalian diri secara maksimal. Kecerdasan secara pikiran dan hati sangat menentukan dalam keberhasilan tim melakukan pendakian. Ego seorang pendaki harus disingkirkan jauh-jauh, tidak ada kepentingan individual yang ada hanya kepentingan secara kolektif. Anggota Mapala dilatih dan dididik agar mampu mengenali dirinya sendiri sebagai bagian untuk dapat mengenali karakter temannya yang lain.

Banyak hal bisa terjadi ketika melakukan pendakian, karena adanya perbedaan sifat, sikap dan cara berpikir setiap manusia. Gesekan perbedaan tersebut acapkali bisa pecah ditengah perjalanan dan berakibat gagalnya melakukan pendakian. Namun hal itu tidak akan terjadi bilamana mampu diantisipasi, yaitu dengan pengendalian diri.

Kesehatan Mental Generasi Z
Saat ini yang menjadi sorotan adalah usia pelajar generasi Z yang berumur kisaran 15 tahun hingga 21 tahun mengalami penurunan kesehatan mental dibandingkan dengan generasi lainnya.

Menurut data dari Indonesia National dolescent mental Health Survey (I-NAMHS) melaporkan bahwa pada tahun 2022, setidaknya 1 dari 3 remaja di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.

Salah satu faktor yang dapat merusak mental adalah penggunaan gadget yang berlebihan, kecanduan konten media sosial, paparan konten negatif dan kurangnya interaksi sosial secara langsung.

Tantangan ke depan adalah bagaimana peran organisasi pecinta alam dalam membentuk karaktek anggota yang mempunyai mental tangguh. Karena dapat dipastikan rekrutmen anggota saat ini adalah pada usia-usia generasi Z.

Tentu setiap organisasi pecinta alam mempunyai strategi masing-masing dalam menjalankan program kegiatan yang dapat mengasah mental anggota.

Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa organisasi pecinta alam merupakan wadah yang setidaknya dapat membantu menangani krisis mental generasi sekarang dengan kegiatan yang positif.

Proses Kaderisasi Anggota
Pendidikan yang diberikan di lingkungan Mapala adalah menciptakan manusia baru, manusia dengan karakter yang berbeda. Dari seorang yang memiliki ego besar, berubah menjadi seorang yang peduli terhadap sesama. Dari seorang yang angkuh, berubah menjadi seorang yang rendah hati. Dari seorang yang cengeng menjadi seorang yang tangguh.

Esensi mendaki gunung bukanlah penaklukan terhadap puncak gunung yang tinggi. Mendaki gunung mempunyai nilainya tersendiri, yaitu keberhasilan seorang pendaki menaklukan dirinya sendiri dengan membuang sifat-sifat buruk dan mengisinya dengan sifat-sifat baik, sehingga terciptalah karakter hebat seorang anggota Mapala.

Ada beberapa aspek penting dalam pendidikan dan pelatihan di Mapala, yaitu:

  1. Tantangan fisik dan mental;
    Ini membetuk anggota agar tidak menjadi loyo dan mudah menyerah. Penerapan pada pendakian, susur sungai, panjat tebing dan kegiatan alam bebas lainnya adalah memadukan ketangguhan fisik dan mental.
  1. Kerjasama Tim;
    Selama masa pendidikan dan pelatihan dasar calon anggota dituntut untuk membuang ego masing-masing dan mengubahnya menjadi kelompok dan menumbuhkan rasa solidaritas dan empati yang tinggi.
  1. Nilai-nilai yang dijunjung tinggi;
    Untuk menjadi manusia yang bernilai adalah dengan menjadikan diri sebagai seorang yang disipilin, memiliki tanggung jawab, memiliki keberanian dalam kebenaran dan rasa kepedulian terhadap lingkungan.
  1. Dampak jangka panjang;
    Yang terpenting adalah pendidikan dan pelatihan dasar bagi calon anggota adalah dampak jangka panjang yang dapat dirasakan setelah mengikuti program dan kegiatan pendidikan yaitu pembentukan karakter dalam kehidupan personal maupun profesional.

Ada sebuah pembelajaran yang dapat diambil dari keberhasilan Tim ekspedisi Inggris selama berbulan-bulan menjelajahi gunung Everest, pada Tahun 1953. Adalah Hillary dan Norgay yang mencetak sejarah baru bagi Inggris, sebagai manusia pertama di muka bumi yang menginjakkan kaki di puncak tertinggi Everest. Hillary mendapatkan pujian karena berhasil menaklukan gunung Everest.

Pujian itu dijawab Hillary dengan sebuah ungkapan, “Saya tidak menaklukan Everest. Saya menaklukan diri sendiri.”

Kata-kata Hillary kemudian menjadi simbol bagi pendaki gunung. Menjadi inspirasi agar senantiasa bersikap rendah hati.

Salah satu tujuan pendidikan yang diberikan kepada anggota Mapala adalah untuk mengetahui seberapa besar potensi diri untuk kemudian menyalurkannya kepada hal-hal yang positif bukan untuk terlihat gagah dengan berbagai atribut.

Untuk itulah seorang  pecinta alam sejati harus mampu menaklukan dirinya sendiri.

Editor || Ahyar Stone, WI 21021
Foto || Mahipa IAI Darussalam Martapura

Refrensi:
Stone, Ahyar. 2021. Pencinta Alam Adalah Pendidikan Karakter. Yogyakarta. Anom Pusaka.

https://psikologi.ui.ac.id/2023/06/07/apa-benar-pelajar-masa-kini-gampang-kena-mental/

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Seorang Pecinta Alam Adalah Makhluk Yang Mampu Menaklukan Dirinya Sendiri
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us