WartapalaIndonesia.com, YOGYAKARTA – Kota Yogyakarta dikenal sebagai daerah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap berbagai jenis bencana alam maupun non-alam. Wilayah ini terletak di zona rawan gempa bumi akibat aktivitas tektonik, serta berada dalam radius bahaya erupsi Gunung Merapi, salah satu gunung berapi paling aktif di dunia.
Tidak hanya itu, potensi bencana non-alam seperti pandemi juga menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh masyarakat. Dengan risiko yang begitu kompleks, kesiapsiagaan masyarakat, termasuk di lingkungan sekolah, menjadi aspek yang sangat krusial untuk mengurangi dampak buruk dari bencana.
Dalam konteks inilah, program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) hadir sebagai solusi strategis. SPAB merupakan program yang dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan respons sekolah dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Program ini tidak hanya mencakup pelatihan dan simulasi bencana, tetapi juga penyusunan dokumen panduan yang memuat prosedur evakuasi dan mitigasi risiko bencana. Dengan adanya SPAB, diharapkan satuan pendidikan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tanggap terhadap ancaman bencana.
Salah satu contoh implementasi SPAB yang patut diapresiasi adalah pelatihan yang dilaksanakan di SD Negeri 1 Ungaran, Kota Yogyakarta. Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 5 hingga 7 Februari 2025, dan menjadi momentum penting dalam meningkatkan kesadaran serta kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sudarmadi, S.Pd., selaku Kepala Sekolah SD Negeri 1 Ungaran. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada sekolahnya untuk mengikuti pelatihan ini.
Hadir pula dalam acara pembukaan Budi Santosa Asrori, S.E., M.Si., Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta, yang menegaskan pentingnya pelaksanaan program SPAB untuk melindungi seluruh warga sekolah dari berbagai potensi bencana.
Selain itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, Drs. Nur Hidayat, M.Si., turut memberikan sambutan. Dia menyampaikan bahwa pelatihan semacam ini masih jarang dilakukan dan berharap sekolah yang mendapatkan kesempatan ini dapat memanfaatkannya dengan maksimal.
Nur Hidayat juga menekankan bahwa guru sebagai orang tua kedua di sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan perlindungan kepada siswa.
Dalam pelatihan ini, Dr. Zela Septikasari, M.Sc., M.Pd., bertindak sebagai fasilitator sekaligus narasumber. Da menyampaikan materi yang komprehensif mulai dari konsep dasar bencana, identifikasi risiko, hingga penerapan prosedur evakuasi di sekolah.
Para peserta yang terdiri dari guru dan staf sekolah terlibat aktif dalam diskusi serta praktik langsung. Salah satu fokus utama pelatihan adalah penyusunan rencana penanggulangan bencana yang sesuai dengan kondisi dan karakteristik SD Negeri 1 Ungaran.
Berdasarkan hasil kajian risiko yang dilakukan selama pelatihan, SD Negeri 1 Ungaran memiliki tiga potensi ancaman utama, yaitu gempa bumi, erupsi gunung, dan pandemi Covid-19.
Dari ketiga ancaman tersebut, gempa bumi ditetapkan sebagai prioritas utama. Keputusan ini didasarkan pada pengalaman gempa bumi besar yang terjadi pada tahun 2006 yang memberikan dampak signifikan di wilayah Yogyakarta. Meskipun demikian, kapasitas sekolah dalam menghadapi bencana dinilai cukup baik berkat infrastruktur yang memadai dan kesadaran yang tinggi dari warga sekolah.
Untuk meningkatkan kapasitas sekolah dalam menghadapi bencana, peserta pelatihan dibagi menjadi beberapa kelompok kerja. Kelompok pertama bertugas merancang aksi struktural yang melibatkan pembangunan dan penguatan infrastruktur fisik guna mengurangi risiko bencana.
Kelompok kedua fokus pada aksi non-struktural yang meliputi peningkatan kapasitas warga sekolah melalui pelatihan, simulasi, dan edukasi berkelanjutan. Salah satu hasil signifikan dari pelatihan ini adalah pembuatan denah evakuasi yang dipimpin oleh Fauzan Irsandi Saputra, S.Pd., selaku Ketua Tim Siaga Bencana Sekolah.
Denah ini menetapkan lapangan utama sekolah sebagai titik kumpul akhir dalam skenario evakuasi gempa bumi, sementara pintu gerbang utama sekolah ditetapkan sebagai jalur keluar utama.
Pelaksanaan pelatihan SPAB di SD Negeri 1 Ungaran berlangsung secara terstruktur dan serius. Setiap peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai peran dan tanggung jawab mereka saat terjadi bencana.
Simulasi bencana yang dilakukan pada hari terakhir pelatihan menjadi puncak kegiatan. Dalam simulasi ini, peserta mempraktikkan langkah-langkah evakuasi yang telah dirancang sebelumnya, mulai dari tanda peringatan awal hingga evakuasi ke titik kumpul yang aman.
Hasil dari kegiatan pelatihan ini adalah terbentuknya dokumen Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) untuk SD Negeri 1 Ungaran. Dokumen ini berisi panduan lengkap mengenai prosedur penanggulangan bencana di sekolah, termasuk langkah-langkah evakuasi, pembentukan tim siaga bencana, serta jadwal pelatihan dan simulasi berkala.
Dengan adanya dokumen ini, diharapkan seluruh warga sekolah, baik guru, siswa, maupun staf, memiliki pemahaman yang jelas tentang tindakan yang harus dilakukan dalam situasi darurat.
Pelatihan SPAB di SD Negeri 1 Ungaran menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan lembaga terkait dalam membangun kesiapsiagaan bencana. Program seperti ini tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada warga sekolah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam menghadapi bencana.
Harapannya, model pelatihan SPAB ini dapat diperluas ke lebih banyak sekolah di Kota Yogyakarta dan daerah lainnya. Dengan semakin banyak satuan pendidikan yang memiliki sistem tanggap darurat yang andal dan efektif, risiko yang ditimbulkan oleh bencana dapat diminimalkan.
Pendidikan kesiapsiagaan bencana di sekolah bukan hanya investasi untuk melindungi generasi muda, tetapi juga langkah strategis dalam membangun masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan. (MIN)
Kontributor || Muhamad Irfan Nurdiansyah
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)