Oleh : Dr. Irwan Wisanggeni. M.Si.
Dosen dan Penjelajah Alam
Wartapalaindonesia.com, EDUKASI – Gunung Merbabu (3145 mdpl) di Jawa Tengah, merupakan gunung tempat persembunyian Pangeran Diponegoro saat memimpin Perang Jawa yang berlangsung dari tahun 1825 hingga 1830.
Perang tersebut merupakan salah satu pertempuran terbesar yang pernah dihadapi Belanda selama masa pendudukannya di Nusantara, yang memakan banyak korban dan biaya.
Ada beberapa jalur pendakian di Gunung Merbabu. Satu di antaranya adalah jalur Selo, Kabupaten Boyolali. Jalur Selo ini merupakan tempat di mana Pangeran Diponegoro bersama pasukan perangnya mengatur strategi melawan kolonial Belanda.
Perjuangan Pangeran Diponegoro di gunung dan lembah, termasuk di lereng Merapi-Merbabu, menginspirasi tarian Turonggo Seto.
Turonggo seto yang artinya kuda putih, merupakan tarian kuda lumping yang mengisahkan pertempuran pasukan Pangeran Diponegoro saat melawan kolonial Belanda di lereng Merapi-Merbabu.
Hingga sekarang, tarian ini masih ditampilkan warga Desa Samiran, kecamatan Selo, Boyolali saat perayaan kemerdekaan. Tarian ini sering pula ditampilkan pada tradisi-tradisi yang ada di Boyolali seperti Kirab pusaka dan air suci, mengantarkan hasil bumi dan sebagainya.
Di lereng Gunung Merbabu terdapat gua yang bernama Gua Raja. Dinamai demikian karena gua ini merupakan tempat persembunyian dan tempat pertemuan rahasia Pakubuwono ke VI saat meletusnya Perang Jawa.
Pakubuwana VI (PB VI) adalah raja Kasunanan Surakarta yang mendukung perjuangan Pangeran Diponegoro melawan penjajah Belanda. Ayah dari Pangeran Diponegoro adalah Sri Sultan Hamengkubuwono III, raja Kesultanan Yogyakarta. Dua raja ini kendati berbeda ‘negara’ tetapi masih kerabat dekat.
Gunung adalah tempat menarik untuk menggali sejarah dan memompa semangat kebangsaan, maka jangan pernah bosan mendaki gunung. (*)
Foto || Dr. Irwan Wisanggeni. M.Si.
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)