1. News
  2. Adventure
  3. 14. Agar Tidak Kisruh, Begini Cara Membagikan Bantuan

14. Agar Tidak Kisruh, Begini Cara Membagikan Bantuan

14.-agar-tidak-kisruh,-begini-cara-membagikan-bantuan
14. Agar Tidak Kisruh, Begini Cara Membagikan Bantuan

Wartapalaindonesia.com, EDUKASI – Artikel ini merupakan isi bab ketiga dari buku “Cara Menjadi Relawan Garis Depan di Lokasi Gempa”. Bab tiga berjudul Kegiatan kemanusiaan di Desa Focus Area. Berisi 14 artikel (nomor 14 hingga 28).

Buku ini ditulis oleh Ahyar Stone. (Pemimpin Redaksi Wartapala. Anggota Dewan Pengarah SARMMI). Terbit pertama Januari 2024. Penerbit Jasmine Solo, Jawa Tengah. Buku ini diterbitkan atas kerja sama Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Wartapala, SARMMI. Selamat membaca. (Redaksi).

a. Membagikan Bantuan Ada Caranya
Jika bantuan yang Anda bawa jumlahnya cukup untuk dibagikan ke semua warga desa focus area, tak bakal muncul kisruh antar warga. Tak ada warga yang uring-uringan.

Bagaimana bila bantuan yang Anda bawa jumlahnya tidak cukup? Sekedar contoh, desa terpencil yang Anda dampingi dihuni oleh 150 KK. Dengan jumlah jiwa sebanyak 1200 orang.

Kalau Anda punya 300 kilo beras, 300 kilo gula pasir, 300 lembar terpal, 300 selimut. Membagikannya cukup mudah. Tiap KK mendapat beras 2 kilo ditambah gula pasir 2 kilo, 2 lembar terpal dan 2 helai selimut.

Tetapi jika yang Anda punya hanya100 kilo beras, 30 kilo gula pasir, 15 lembar terpal, dan selimut cuma 23 helai. Bagaimana membaginya?

Membagikan atau mendistribusikan bantuan, memang ada caranya. Tak asal bagi. Salah cara membaginya, warga bisa kisruh. Dalam beberapa kejadian gempa, ada warga yang nyaris saling pukul karena berebut bantuan.

b. Tiga Cara Distribusi Bantuan
Bila bantuan yang Anda distribusikan berupa beras, minyak goreng, garam, teh, kopi, gula, mie instan dan makanan ringan, semuanya dapat dikemas ke dalam satu kantong plastik. Istilah populernya : paket sembako.

Usai dibuat perpaket, didistribusikan ke warga. Ada tiga cara mendistribusikan bantuan.

  1. Cara Pertama : Kumpulkan Warga di Posko Kemanusiaan
    Bila bantuan cukup untuk semua warga. Tiap perwakilan keluarga dikumpulkan di halaman posko. Paket sembako tadi, dibagi satu persatu sesuai jumlah KK.Jika ada kelebihan, KK yang anggota keluarganya lebih banyak, boleh dikasih lebih dari satu paket sembako.

    Di pembagian massal seperti ini, relawan garis depan dapat sekalian menyelenggarakan acara yang perlu dihadiri oleh semua warga. Misalnya acara penyuluhan cara hidup sehat di pengungsian, edukasi kebencanaan dan lain sebagainya.

  2. Cara Kedua : Bantuan Diantar ke Warga
    Bantuan diantar ke tempat warga mengungsi. Cara kedua ini dilakukan bila warga mengungsi di tempat berjauhan. Atau karena warga kesulitan datang ke posko kemanusiaan.Mengantar bantuan langsung seperti ini ada bagusnya. Tiap warga bisa diberi bantuan berbeda-beda, sesuai dengan kebutuhan mereka.

    Jumlah bantuan yang diantar, tidak pula harus sama. Tetapi disesuaikan dengan jumlah jiwa di tiap KK. Warga tak bakal tahu jika bantuan yang mereka terima tidak sama. Baik jenisnya maupun jumlahnya.

13. Daftar Etika yang Wajib Dijaga Relawan Garis Depan di Desa Focus Area

  1. Cara Ketiga : “Operasi Senyap”
    Bila bantuan jumlahnya terbatas, misalnya relawan garis depan hanya punya 20 kasur, dan 25 helai selimut. Cara distribusinya adalah dengan “operasi senyap” (silent operation). 

    Cara ketiga ini dilakukan karena jenis bantuan tertentu seperti selimut, tikar, kasur, pakaian baru, handuk, kompor gas, jumlahnya cenderung tak sebanyakjumlah warga desa focus area.Agar tak muncul keributan antar warga, bantuan terbatas tersebut diantar langsung ke orang tertentu yang betul-betul pantas menerimanya.

    “Operasi senyap” dilakukan pada malam hari atau saat situasi sepi. Bila Anda melakukannya tatkala warga sedang ramai, dapat dipastikan operasi senyap bakal gatot, alias gagal total.

c. Bantuan Atas Nama Siapa?
Secara umum bantuan yang disalurkan berasal dari dua sumber, yaitu dari internal tim relawan garis depan dan dari pihak luar.

Pihak luar di sini ada dua macam. Pertama : dari relawan tim lain yang bergabung di posko kemanusiaan. Kemudian tim lain yang hanya datang mengantar bantuan. Mereka tidak bergabung.

Kedua : donatur dari jauh yang mengirim bantuan. Donatur ada dua macam, yaitu donator individu, serta donatur atas nama organisasi seperti komunitas, perusahaan swasta, jamaah pengajian, sekolah dan lain-lain. Ujud bantuan donatur dapat berupa donasi tunai atau berupa barang.

Setelah bantuan berupa barang diterima, semua bantuan dicatat oleh koordinator logistik.

Untuk pengemasan, walaupun sumber bantuan berbeda, tetapi jika bentuk bantuannya sama — misalnya berbentuk bahan pangan — bantuan bisa digabung. Kemudian dikemas menjadi paket sembako.

Jika bantuannya berupa donasi tunai, sebelum disalurkan sebaiknya kordinator logisitik — bisa pula ketua tim operasi kemanusiaan — konfirmasi ulang ke pihak donatur. Menanyakan bantuannya ini akan dibagikan ke warga dalam bentuk bantuan tunai, atau berupa barang.

Biasanya ada tiga jawaban donatur. Pertama : Dibagikan dalam ujud barang. Kedua : dibagikan secara tunai. Ketiga : Diserahkan sepenuhnya kepada relawan di posko kemanusiaan. Arti opsi ketiga ini adalah donasi tunai tersebut boleh dibagikan secara tunai atau berupa barang.

Apabila donatur menjawab bagikan dalam ujud barang, maka kewajiban koordinator logistik adalah membelanjakan donasi tersebut. Barang yang dibeli disesuaikan dengan kebutuhan.

Ongkos belanja ke kota dan biaya mengangkut barang bantuan ke desa focus area — biasanya mahal — dapat berasal dari posko kemanusiaan. Dapat pula diambil dari donasi tunai tadi. Terkait biaya transportasi, sebaiknya konfirmasi ke pihak donatur.

Setelah semua bantuan siap didistribusikan ke warga, pekerjaan berikutnya yang dilakukan oleh koordinator logistik adalah membuat tulisan yang dipakai saat serah terima bantuan.

Tulisan dibuat menggunakan spidol besar. Medianya kertas karton. Bila tak ada kertas karton, gunakan beberapa helai kertas HVS yang disatukan dengan lakban. Di kertas tulis nama donatur dan nama desa focus area.

Sebagai contoh, “Bantuan dari SD Negeri Jakarta. Untuk Korban Gempa di Desa Suka Maju”. Dibawahnya tulis nama kecamatan dan kabupatennya. Untuk kabupaten yang kurang dikenal publik, dilengkapi dengan nama provinsi.

Tatkala relawan garis depan menyerahkan bantuan ke warga, momen serah terima wajib didokumentasikan dengan foto atau video.

Agar dokumentasinya rapi, orang-orang yang difoto sebaiknya diatur. Misalnya dua orang warga yang menerima bantuan memegang kertas karton yang sudah ditulisi. Beberapa orang memegang bantuan yang diterima. Relawan garis depan yang menyerahkan bantuan juga ikut foto bersama.

Makin banyak orang dalam foto, semakin baik. Mereka sekaligus sebagai saksi serah terima bantuan.

Apabila bantuan yang diserahkan berasal dari banyak pihak, tiap pergantian kertas karton serah terima, orang yang difoto juga diganti. Ini dimaksudkan untuk menghindari anggapan, “Penerima menerima bantuan kok orangnya itu-itu terus?”.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa, bantuan yang berasal dari berbagai sumber tatkala diserahkan relawan garis depan ke warga, tidak diatasnamakan relawan garis depan yang mendirikan posko. Tetapi atas nama pihak yang memberi bantuan.

Mengapa demikian? Ada tiga alasan. Pertama : Untuk menjaga amanah pihak yang memberi bantuan. Kedua : Untuk transparansi bahwa bantuan sudah disalurkan relawan garis depan ke warga. Ketiga : Sebagai dokumentasi bagi pemberi bantuan.

Haruslah disadari, donatur atau pemberi bantuan — utamanya dari organisasi — akan membuat laporan pertanggungjawaban terkait bantuan yang diberikan ke korban gempa. Laporan pertanggungjawaban ditujukan ke anggotanya, dan kadang-kadang juga ke masyarakat yang ikut menyumbang, serta ke ke pihak lain yang dianggap perlu.

Laporan pertanggungjawaban pihak donatur tentu berisi dokumentasi berupa Foto atau video. Karena foto atau video merupakan bukti sahih yang menerangkan bahwa bantuan yang berasal dari organisasi tersebut, benarbenar sudah diterima oleh warga yang menjadi korban gempa. (as). 

Foto || SARMMI (SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia)
Editor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
14. Agar Tidak Kisruh, Begini Cara Membagikan Bantuan
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us