Campus League lahir dari inisiatif untuk ikut serta berperan dalam peningkatan prestasi olahraga nasional
Jakarta (ANTARA) – Kompetisi olahraga khusus mahasiswa bertajuk Campus League resmi diperkenalkan sebagai ajang pengembangan prestasi atlet kampus di Indonesia.
Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi jalur penting dalam mencetak atlet berprestasi sekaligus memperkuat budaya olahraga di lingkungan perguruan tinggi.
“Campus League lahir dari inisiatif untuk ikut serta berperan dalam peningkatan prestasi olahraga nasional. Kompetisi olahraga di level perguruan tinggi yang integral merupakan kebutuhan mutlak untuk memperkuat mata rantai prestasi olahraga kita,” kata CEO Campus League, Ryan Gozali, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.
Baca juga: NOC Indonesia dan Jepang kerja sama pengembangan prestasi olahraga
Ryan menegaskan Campus League dibangun sebagai ekosistem jangka panjang, bukan program sesaat. Pihaknya telah menyiapkan blueprint selama 10 tahun ke depan, yang dibagi ke dalam tiga fase.
Fase pertama (2025-2027) akan berfokus pada penyelenggaraan kompetisi di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Selanjutnya, fase kedua (2028-2029) mulai menerapkan konsep kandang-tandang serta menambah kompetisi non-olahraga. Fase terakhir (2030-2034) ditargetkan memasuki tahap keberlanjutan dengan membentuk divisi liga tertutup dan sistem komersialisasi.
“Tahun ini kami menggelar musim nol dengan cabang olahraga futsal. Sebanyak 64 tim dari perguruan tinggi di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya akan bertanding sejak Oktober hingga Desember,” ujar Ryan.
Sementara itu, musim perdana Campus League akan digelar pada 2026 dengan cakupan wilayah lebih luas dan cabang olahraga lebih beragam.
Baca juga: Memperkuat mata rantai pembinaan atlet sejak dini lewat MBG dan CKG
Tiga cabang utama yang akan dipertandingkan yakni bola basket, bulu tangkis, dan futsal. Selain itu, akan ada kompetisi uni-games yang melibatkan cabang sepak bola putri, panjat dinding, ju-jitsu, wushu, dart, serta biliar.
Sebagai ajang inklusif, Campus League menempatkan perguruan tinggi dan sivitas akademika sebagai ekosistem utama. Selain itu, penyelenggara juga menggandeng federasi olahraga, sponsor, media, dan komunitas olahraga untuk menjamin kualitas kompetisi.
“Kami ingin memastikan kompetisi berlangsung adil dan konsisten di setiap kota serta level pertandingan. Misi ini tidak bisa dicapai sendirian, melainkan harus bergerak bersama sebagai ekosistem yang saling mendukung,” ujar Ryan.
Baca juga: KOI tegaskan pembatasan cabor baik untuk prestasi SEA Games 2025
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.