
NIAT sholat gerhana bulan sendiri (munfarid) merupakan langkah awal yang penting sebelum melaksanakan ibadah sunnah muakkad ini. Meski lebih utama dilakukan secara berjamaah di masjid, namun umat Islam tetap diperbolehkan melakukannya sendirian di rumah, terutama bagi wanita atau yang mempunyai alasan.
Berikut adalah teks lengkap niat sholat gerhana bulan untuk pelaksanaan secara mandiri:
Saya shalat dua rakaat demi Tuhan Yang Maha Esa saat terjadi gerhana.
Latin: Ushallii sunnatal khusuf dan rak’ataini lillaahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat shalat sunah gerhana bulan dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Sholat Gerhana Bulan Sendiri
Berbeda dengan sholat sunnah pada umumnya, sholat gerhana bulan (khusuf) memiliki struktur dua kali berdiri dan dua kali rukuk dalam setiap rakaatnya. Berikut adalah panduannya:
- Niat dan Takbiratul Ihram : Membaca niat di atas bersamaan dengan takbir.
- Rakaat Pertama (Bagian 1): Membaca doa Iftitah, Al-Fatihah, dan surah Al-Qur’an (disarankan surah panjang). Lalu membungkuk.
- Rakaat Pertama (Bagian 2): Bangun dari rukuk (iktidal), tetapi jangan sujud. Kecuali membaca ulang Al-Fatihah dan surah Al-Quran. Setelah itu membungkuk lagi (membungkuk kedua).
- Sujud: Bangunlah dari rukuk kedua, iktidal, lalu lakukan sujud dua kali seperti shalat biasa.
- Rakaat Kedua: Ulangi langkah yang sama seperti rakaat pertama (berdiri dua kali dan rukuk dua kali).
- Salam : Mengakhiri shalat dengan tashahhud dan salam terakhir.
Catatan Penting:
Bagi yang sholat sendiri, tidak perlu ada khutbah setelah sholat. Disunnahkan untuk memperbanyak dzikir, istighfar, dan doa setelah menyelesaikan sholat hingga fenomena gerhana berakhir. (Z-10)