
BULAN Ramadan tahun 2026 membawa perubahan ritme kerja bagi banyak karyawan di Indonesia melalui kebijakan Pengaturan Kerja yang Fleksibel (FWA). Namun, di balik kenyamanan bekerja dari rumah (WFH), terdapat ancaman siber yang mengintai.
Data terbaru menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, Indonesia mencatat hampir 40 juta upaya serangan pada perangkat pengguna.
Statistik Ancaman Siber di Indonesia
Berdasarkan telemetri dari Kaspersky Security Network (KSN), terdapat total 39.718.903 insiden ancaman lokal yang terdeteksi pada komputer pengguna di Indonesia selama periode Januari hingga Desember 2025. Angka ini menunjukkan bahwa rata-rata terjadi lebih dari 108.000 insiden setiap harinya.
Secara persentase, sekitar 31,5% pengguna di Indonesia setidaknya pernah mengalami satu kali serangan perangkat lunak perusak pada perangkat mereka. Hal ini menempatkan Indonesia di peringkat ke-71 secara global dalam daftar negara dengan tingkat deteksi ancaman pada perangkat (ancaman pada perangkat).
Daftar Negara dengan Tingkat Infeksi Perangkat Tertinggi 2025
| Negara | Persentase Pengguna Terdampak |
|---|---|
| Turkmenistan | 69% |
| Tajikistan | 58,9% |
| Afganistan | 55,9% |
| Uzbekistan | 54,4% |
| kekayaan | 53,2% |
Bahaya Laten Media Penyimpanan Eksternal
Ancaman lokal umumnya menyebar melalui metode “offline” atau media penyimpanan eksternal. Malware jenis cacing dan virus file menjadi penyebab utama sebagian besar insiden ini. Media yang sering menjadi perantara meliputi:
- Flashdisk USB (Flashdisk)
- Hard disk eksternal
- CD/DVD
- Folder bersama (folder bersama) dalam jaringan yang tidak aman
Risiko Siber saat Pekerjaan Jarak Jauh
Country Manager Kaspersky untuk Indonesia, Defi Nofitra, menekankan pentingnya menjaga standar keamanan yang sama antara perangkat di rumah dan di kantor.
“Meskipun bekerja jarak jauh itu nyaman, hal itu juga mengekspos individu dan bisnis pada berbagai risiko keamanan siber,” ujarnya.
Perangkat seperti laptop dan ponsel pintar yang digunakan di luar perimeter perusahaan tetap harus dilindungi seolah-olah berada di balik firewall kantor. Defi mengingatkan karyawan untuk tetap disiplin dalam menjaga kebersihan siber, terutama saat mengakses data sensitif perusahaan dari jaringan pribadi.
Tips Aman WFH Selama Ramadan:
- Gunakan solusi keamanan (antivirus) yang mumpuni pada setiap perangkat kerja.
- Selalu lakukan pemindaian (pemindaian) pada setiap media eksternal (USB/Hard disk) sebelum dibuka.
- Gunakan kata sandi yang kuat dan unik untuk setiap akun.
- Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) untuk perlindungan ekstra.
- Pastikan sistem operasi dan aplikasi selalu diperbarui (update) ke versi terbaru.
Fleksibilitas kerja memang mendukung produktivitas Ramadannamun kewaspadaan digital tidak boleh kendur. Dengan proteksi yang tepat, pekerja dapat menjalankan ibadah dan kewajiban profesional dengan aman tanpa khawatir menjadi korban kejahatan siber. (Z-10)