1. News
  2. Opinion
  3. IHSG Hari ini Ditutup Menguat Dipengaruhi Harga Minyak Dunia Anjlok

IHSG Hari ini Ditutup Menguat Dipengaruhi Harga Minyak Dunia Anjlok

ihsg-hari-ini-ditutup-menguat-dipengaruhi-harga-minyak-dunia-anjlok
IHSG Hari ini Ditutup Menguat Dipengaruhi Harga Minyak Dunia Anjlok
IHSG Hari ini Ditutup Menguat Dipengaruhi Harga Minyak Dunia Anjlok
Pekerja memantau grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Treasury BTN, Jakarta, Senin (2/2/2026).(Antara/Muhammad Adimaja)

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (10/3/2026) sore ditutup menguat tajam. Pergerakan indeks kali ini dipicu oleh koreksi harga minyak mentah di tingkat global serta data ekonomi domestik yang melampaui ekspektasi.

IHSG ditutup menguat 103,54 poin atau 1,41 persen ke posisi 7.440,91. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 9,37 poin atau 1,25 persen ke posisi 759,94.

Analisis Global: Harga Minyak dan Pernyataan Donald Trump

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Rarna Lim, menjelaskan bahwa IHSG berhasil melakukan rebound teknis dari koreksi tajam sehari sebelumnya. Faktor utama penggerak pasar adalah anjloknya harga minyak mentah dunia.

Pada perdagangan Selasa pukul 16.35 WIB, harga minyak acuan jenis WTI tercatat turun 7,83 persen ke level US$87,35 per barel. Sementara itu, minyak jenis Brent turun 7,99 persen ke level US$91,05 per barel.

“Melemahnya harga minyak global seiring dengan potensi berakhirnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS), usaiPresiden Donald Trump mengatakan operasi militer terhadap Iran sudah sangat lengkap,” ujar Rarna dalam kajiannya di Jakarta.

Sentimen Domestik: Penjualan Ritel Tumbuh Pesat

Dari sisi domestik, kepercayaan investor diperkuat oleh data penjualan ritel yang solid. Penjualan ritel domestik tumbuh 5,7 persen secara tahun ke tahun (yoy) pada Januari 2026, meningkat signifikan dari 3,5 persen pada Desember 2025. Angka ini lebih baik dari perkiraan awal sebesar 4 persen (yoy).

Akselerasi penjualan ritel diperkirakan akan terus berlanjut pada Februari dan Maret 2026. Hal ini didorong oleh momentum Tahun Baru Imlek, dimulainya bulan Ramadan, serta persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Statistik Perdagangan dan Performa Sektoral

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sektor (11 sektor) menguat. Sektor barang baku mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 4,85 persen, disusul sektor industri (2,69 persen) dan sektor barang konsumen nonprimer (2,68 persen).

Peraih & Pecundang Teratas:

  • Pemenang: INPC, NETV, KUNING, APLN, MBMA.
  • Pecundang: INDS, MKAP, ZATA, UDNG, KOKA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.027.866 kali transaksi dengan volume saham yang diperdagangkan mencapai 36,27 miliar lembar senilai Rp19,16 triliun. Sebanyak 534 saham terpantau naik, 190 saham menurun, dan 93 saham stagnan.

Kondisi Bursa Regional Asia

Penguatan IHSG juga sejalan dengan mayoritas bursa saham di Asia yang ditutup di zona hijau:

Indeks Bursa Kenaikan Posisi Akhir
Nikkei (Jepang) +2,88% 54.248,40
Hang Seng (Hongkong) +2,17% 25.959,90
Selat Times (Singapura) +2,19% 4.861,64

Investor saat ini tengah mengalihkan fokus ke Amerika Serikat untuk menantikan rilis data inflasi Februari 2026. Data ini akan menjadi petunjuk krusial bagi arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya. (Ant/I-2)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
IHSG Hari ini Ditutup Menguat Dipengaruhi Harga Minyak Dunia Anjlok
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us