
INDEKSHarga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Rabu (11/3/2026) berakhir di zona negatif. Pelemahan ini terjadi seiring langkah investor yang cenderung melakukan perdagangan jangka pendek atau perdagangan jangka pendek guna mengamankan posisi menjelang libur panjang Lebaran 2026.
IHSG ditutup melemah sebesar 51,51 poin atau 0,69 persen ke posisi 7.389,40. Sementara itu, indeks kelompok 45 saham unggulan (LQ45) juga mencatatkan penurunan signifikan sebesar 7,69 poin atau 1,01 persen ke posisi 752,25.
Sentimen Geopolitik Timur Tengah dan Libur Lebaran
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, dalam kajiannya menjelaskan bahwa tekanan pada IHSG dipicu oleh kombinasi sentimen domestik dan global. Dari sisi domestik, pasar mulai bersiap menghadapi libur panjang Lebaran yang akan dimulai pada pertengahan pekan depan.
“Investor cenderung melakukan jual beli jangka pendek di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran, serta menjelang libur panjang Lebaran,” ujar Ratna di Jakarta (11/3).
Pelaku pasar global juga tengah mencermati dinamika di Timur Tengah, terutama terkait pesan yang saling bertentangan dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengenai eskalasi militer di Selat Hormuz dan serangan terhadap Iran. Hal ini membuat bursa saham Asia bergerak variatif (campur aduk) pada sore ini.
Performa Sektoral dan Saham Penggerak Teratas
Berdasarkan data Indeks Sektoral IDX-IC, mayoritas sektor mengalami koreksi. Sektor energi mencatatkan penurunan terdalam hingga minus 1,69 persen, disusul sektor barang baku (-1,66%) dan sektor industri (-1,09%).
Namun, sektor teknologi berhasil melawan arus dengan menguat 1,06 persen, diikuti sektor kesehatan (0,38%) dan sektor properti (0,30%).
Ringkasan Statistik Pasar (11 Maret 2026)
| Total Transaksi | 1.849.112 kali |
| Nilai Transaksi | Rp15,68 Triliun |
| Volume Saham | 32,19 Miliar Lembar |
| Pergerakan Saham | 312 Naik, 366 Turun, 139 Stagnan |
Adapun jajaran saham yang menguat (peraih keuntungan tertinggi) antara lain UANG, NTEV, DEFI, KUAS, dan PTMP. Sementara saham yang mengalami pelemahan terdalam (pecundang teratas) adalah INPC, ICON, INDY, ENRG, dan AADI.
Kondisi Bursa Regional Asia
Kondisi pasar modal Indonesia sejalan dengan fluktuasi di bursa regional. Indeks Nikkei Jepang terpantau melonjak 1,43 persen ke 55.025,40 dan Shanghai Composite naik 0,25 persen. Di sisi lain, indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,24 persen ke 25.898,76.
Dengan posisi IHSG yang saat ini berada di bawah level psikologis 7.400, investor diharapkan tetap mencermati perkembangan geopolitik dan rilis data ekonomi makro selama periode libur Lebaran mendatang. (Ant/I-2)