1. News
  2. Adventure
  3. Peneliti Indonesia Kembali Temukan Spesies Baru di Sulawesi Tengah, Perkuat Urgensi Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Peneliti Indonesia Kembali Temukan Spesies Baru di Sulawesi Tengah, Perkuat Urgensi Perlindungan Keanekaragaman Hayati

peneliti-indonesia-kembali-temukan-spesies-baru-di-sulawesi-tengah,-perkuat-urgensi-perlindungan-keanekaragaman-hayati
Peneliti Indonesia Kembali Temukan Spesies Baru di Sulawesi Tengah, Perkuat Urgensi Perlindungan Keanekaragaman Hayati

WartapalaIndonesia.com, TOLITOLI – Peneliti Indonesia kembali temukan spesies baru tumbuhan dari marga Cyrtandra. Marga ini berasal dari keluarga atau famili bunga lipstik. Spesies yang bernama Cyrtandra intermedia R.P.P.Ahmad & Karton. Ditemukan di hutan pegunungan bawah di Tolitoli, Sulawesi Tengah.

Demikan kata Roland Putra Pribadi Ahmad. Dia adalah peneliti dari Yayasan Tumbuhan Asli Nusantara sekaligus mahasiswa Magister di Program Studi Biologi, Universitas Indonesia. (26/3/2026).

Spesies yang kini hanya ditemukan di bagian utara Sulawesi ini hidup sebagai epifit memanjat. Ciri khasnya berupa daun asimetris serta bunga berbentuk tabung berwarna putih.

Peneliti beranggapan spesies ini dinilai penting karena menunjukkan pola distribusi yang tidak umum, karena kelompok Cyrtandra dengan karakter serupa lebih banyak ditemukan di kawasan Paparan Sunda, seperti Sumatra, Jawa, Kalimantan, serta Semenanjung Malaya hingga Filipina. Temuan di Sulawesi ini menjadi informasi yang pertama untuk kawasan Wallacea.

Peneliti menyebut, penamaan intermedia merujuk pada posisi tersebut, baik dari sisi morfologi maupun biogeografi. “Temuan ini memberikan tambahan informasi penting dalam memahami hubungan persebaran tumbuhan di kawasan Asia Tenggara, khususnya di wilayah Wallacea,” ujar Roland Ahmad.

Namun demikian, temuan ini juga diiringi catatan penting terkait aspek konservasi. Hingga kini, Cyrtandra intermedia baru diketahui dari satu lokasi dengan luasan wilayah yang sangat terbatas, sekitar ±324 km². Kondisi ini membuat spesies tersebut rentan terhadap perubahan lingkungan.

Berdasarkan kriteria sementara, status konservasinya dikategorikan sebagai Data Deficient atau kekurangan data. Meski demikian, peneliti menilai diperlukan upaya penelitian lanjutan untuk memastikan kondisi populasi serta tingkat ancaman yang dihadapi.

Dalam konteks yang lebih luas, penemuan ini kembali menegaskan pentingnya penguatan riset biodiversitas di Indonesia. Sebagai negara dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi, ketersediaan data ilmiah menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan konservasi yang efektif.

Selain itu, kolaborasi antara peneliti muda, putra daerah, dan peneliti senior dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan penelitian. “Sinergi ini memungkinkan penguatan kapasitas sumber daya manusia sekaligus memperluas jangkauan eksplorasi di lapangan,” ujar Roland Ahmad.

Ke depan, para peneliti berharap temuan ini dapat menjadi dasar bagi upaya perlindungan habitat. Perhatian yang lebih besar terhadap kekayaan hayati Sulawesi juga perlu ditingkatkan. Hal ini penting karena Sulawesi masih banyak menyimpan misteri kekayaan hayati yang belum terungkap ke dunia ilmiah. (*)

Kontributor || Danang Arganata, WI 200050
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Peneliti Indonesia Kembali Temukan Spesies Baru di Sulawesi Tengah, Perkuat Urgensi Perlindungan Keanekaragaman Hayati
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us