1. News
  2. Berita
  3. Terungkap Dua Teluk Indonesia Jadi Habitat Kunci Tak Tergantikan dari  Hiu Paus

Terungkap Dua Teluk Indonesia Jadi Habitat Kunci Tak Tergantikan dari  Hiu Paus

terungkap-dua-teluk-indonesia-jadi-habitat-kunci-tak-tergantikan-dari -hiu-paus
Terungkap Dua Teluk Indonesia Jadi Habitat Kunci Tak Tergantikan dari  Hiu Paus

Terungkap Dua Teluk Indonesia Jadi Habitat Kunci Tak Tergantikan dari  Hiu Paus


Penelitian yang dilakukan sepanjang 2015 hingga 2025 menunjukkan bahwa hanya sedikit lokasi di dunia yang mampu mendukung keberadaan hiu paus sepanjang tahun. Di Indonesia, dua kawasan yang memiliki fungsi tersebut adalah Teluk Cenderawasih dan Teluk Saleh. 

Kedua teluk ini dinilai sebagai habitat kunci yang tidak tergantikan karena menyediakan kondisi lingkungan yang konsisten untuk mendukung aktivitas hiu paus, terutama dalam mencari makan. Peneliti utama studi, Iqbal Herwata, menyatakan bahwa keberadaan habitat sepanjang tahun sangat terbatas secara global. Oleh karena itu, perlindungan terhadap dua lokasi ini menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan populasi hiu paus di kawasan Indo-Pasifik.

Di wilayah agregasi seperti Teluk Saleh, hiu paus ditemukan memanfaatkan sumber makanan yang relatif stabil sepanjang tahun. Namun, spesies ini tidak menetap di satu lokasi saja. Hiu paus secara aktif berpindah dari wilayah pesisir ke laut lepas dengan mengikuti ketersediaan pakan dan kondisi lingkungan laut. 

Perairan terbuka berfungsi sebagai jalur migrasi sekaligus area pencarian makan tambahan. Peneliti lain, Anindya Wirasatriya dari Universitas Diponegoro, menjelaskan bahwa pergerakan hiu paus dipengaruhi oleh dinamika oseanografi seperti arus laut dan tingkat produktivitas perairan. Faktor-faktor ini menentukan arah pergerakan sekaligus lokasi berhenti sementara untuk mencari makan.

Migrasi Lintas Negara di Kawasan Indo-Pasifik

Studi ini menggunakan data pelacakan satelit terhadap 70 individu hiu paus yang ditandai di empat lokasi utama di Indonesia, yaitu Teluk Cenderawasih, Kaimana, Teluk Saleh, dan Teluk Tomini. Hasilnya menunjukkan bahwa hiu paus melakukan pergerakan luas melintasi kawasan Indo-Pasifik dan teridentifikasi melewati setidaknya 13 negara. 

Wilayah tersebut mencakup Australia, Christmas Island, Timor-Leste, Kepulauan Gilbert, Guam, Indonesia, Kepulauan Marshall, Mikronesia, Nauru, Palau, Papua Nugini, Filipina, serta Kepulauan Solomon. Selain itu, hiu paus juga memanfaatkan wilayah laut lepas yang berada di luar yurisdiksi nasional.

Tantangan Perlindungan dan Kebutuhan Kolaborasi

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar jalur migrasi hiu paus berada di luar kawasan konservasi yang ada saat ini. Hal ini meningkatkan risiko terhadap ancaman seperti aktivitas perikanan, tabrakan dengan kapal, dan tekanan dari aktivitas manusia lainnya. Edy Setyawan dari Elasmobranch Institute Indonesia menegaskan bahwa upaya perlindungan tidak dapat dilakukan oleh satu negara saja. 

Diperlukan kerja sama lintas negara untuk memastikan pengelolaan yang lebih efektif, termasuk dalam pengaturan pariwisata berbasis hiu paus, praktik perikanan berkelanjutan, serta pengelolaan lalu lintas laut.

Pendekatan konservasi berbasis ekosistem dinilai menjadi langkah yang relevan untuk diterapkan. Pendekatan ini mempertimbangkan keterkaitan antara pergerakan satwa dan kondisi oseanografi yang memengaruhi habitatnya. Dengan memahami pola migrasi dan preferensi lingkungan hiu paus, kebijakan yang disusun dapat lebih tepat sasaran, termasuk dalam mengurangi tangkapan tidak sengaja dan meminimalkan risiko tabrakan kapal.

Peran Indonesia dalam Konservasi Regional

Sebagai lokasi habitat kunci dan jalur migrasi penting, Indonesia memiliki posisi strategis dalam mendorong kerja sama konservasi di tingkat regional. Keberadaan Teluk Cenderawasih dan Teluk Saleh menjadikan Indonesia sebagai pusat konektivitas hiu paus di kawasan Indo-Pasifik. Oleh karena itu, kebijakan yang diambil tidak hanya berdampak pada tingkat nasional, tetapi juga berkontribusi terhadap upaya perlindungan di tingkat internasional.

Hasil studi yang telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Frontiers in Marine Science ini menegaskan pentingnya perlindungan habitat inti sekaligus pengelolaan kawasan laut yang saling terhubung. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga riset, dan sektor swasta menjadi kunci untuk memastikan kelangsungan hidup hiu paus di masa mendatang, baik di perairan pesisir maupun laut lepas.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Terungkap Dua Teluk Indonesia Jadi Habitat Kunci Tak Tergantikan dari  Hiu Paus
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us