
Rangda, Makhluk Mitologi Bali yang Suka Menculik dan Memakan Anak-Anak
Rangda adalah salah satu makhluk mistis yang berkembang dalam mitologi Bali. Apakah Kawan pernah mendengar kisah dari makhluk mistis ini sebelumnya?
Sama seperti makhluk mistis yang berkembang di berbagai macam kebudayaan, rangda juga dipercaya memiliki kekuatan magisnya tersendiri. Bahkan makhluk mitologi Bali ini dipercaya bisa membahayakan bagi manusia.
Rangda digambarkan sebagai makhluk mistis yang suka menculik dan memakan anak-anak. Hal ini memberikan kesan rangda sebagai makhluk mistis yang menakutkan.
Bagaimana kisah di balik legenda rangda dalam mitologi Bali tersebut? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Tampilan Rangda
Dinukil dari buku Argo Wikanjati yang berjudul Kumpulan Kisah Nyata Hantu di 13 Kota, menurut legendanya, rangda merupakan ratu atau pemimpin dari leak dalam mitologi Bali. Leak sendiri merupakan makhluk mistis lainnya yang ada dalam cerita rakyat Bali.
Leak digambarkan sebagai sosok penyihir jahat. Dari semua leak inilah, rangda yang menjadi pemimpin dan ratu mereka.
Secara perawakan, rangda digambarkan tidak jauh berbeda seperti leak. Makhluk mistis ini digambarkan seperti nenek sihir dengan perawakan yang menakutkan.
Bentuk fisik rangda digambarkan seperti seorang wanita tua dengan rambut panjang yang acak-acakan. Makhluk mistis ini juga memiliki kuku panjang serta gigi yang tajam.
Selain itu, rangda juga digambarkan memiliki payudara panjang dengan wajah yang menyeramkan. Lidah yang menjulur dari makhluk mistis tersebut menambah kesan menakutkan dari rangda.
Makhluk mitologi ini dipercaya sering mencuri dan memakan anak-anak yang ada di sekitar. Ratu dari para leak ini juga dianggap sebagai perwujudan dari Dewi Durga.
Mitos Rangda dalam Mitologi Bali
Menurut legendanya, rangda dipercaya merupakan sosok Ratu Manendradatta yang hidup di abad ke-11. Pada waktu itu, Ratu Manendradatta hidup di Pulau Jawa.
Namun dirinya diusir karena dianggap melakukan sihir pada permaisuri Raja Dharmodayana. Pengasingan ini meninggalkan dendam mendalam dari Ratu Mahendradatta.
Dirinya kemudian membalaskan dendam dengan menyerang kerajaan Raja Dharmodayana. Serangan dari Ratu Mahendradatta ini berhasil menghancurkan setengah dari kerajaan tersebut.
Kelak raja kerajaan tersebut digantikan oleh Erlangga, anak dari Raja Dharmodayana. Sementara itu, Ratu Mahendradatta kemudian menjelma menjadi rangda yang bermakna “janda” dalam bahasa Jawa.
Dalam mitologi Bali, rangda digambarkan sebagai sosok pemimpin yang berperang melawan Barong. Pertempuran ini dianggap sebagai perwujudan perang antara Ratu Mahendradatta (Perwujudan rangda) melawan Erlangga (Perwujudan Barong).
Tidak hanya itu, kisah pertempuran ini juga diabadikan dalam seni tari dalam kebudayaan Bali. Tarian ini menjadi salah satu simbol dan warisan penting dalam tradisi Bali.
Memiliki Jenis Beragam
Selain digambarkan seperti nenek tua yang menyeramkan, bentuk rangda juga terbagi ke dalam beberapa jenis berbeda. Setidaknya ada tiga wujud rangda yang berkembang di tengah masyarakat, yakni nyinga, nyelema, dan raksasa.
Rangda jenis nyinga diyakini berwujud seperti singa. Seperti perawakannya, rangda ini juga dipercaya memiliki sifat yang ganas dan buas.
Sementara itu, rangda dengan jenis neylema memiliki bentuk menyerupai wajah manusia dengan tampilan sedikit melebar. Rangda jenis ini dipercaya memiliki sifat yang berwibawa dan angker.
Terakhir rangda jenis raksasa memiliki wujud yang besar seperti namanya. Rangda jenis ini memiliki sifat yang memiliki kesan menyeramkan.
Itulah pembahasan seputar rangda, salah satu makhluk mistis dalam mitologi Bali. Meskipun memiliki kesan yang menakutkan, makhluk mistis ini tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tradisi kebudayaan Bali hingga saat ini.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.
Tim Editor