1. News
  2. Berita
  3. Kemnaker Gandeng Alumni FIKOM UNPAD, Soroti Tantangan Komunikasi di Era Algoritma

Kemnaker Gandeng Alumni FIKOM UNPAD, Soroti Tantangan Komunikasi di Era Algoritma

kemnaker-gandeng-alumni-fikom-unpad,-soroti-tantangan-komunikasi-di-era-algoritma
Kemnaker Gandeng Alumni FIKOM UNPAD, Soroti Tantangan Komunikasi di Era Algoritma

Kemnaker Gandeng Alumni FIKOM UNPAD, Soroti Tantangan Komunikasi di Era Algoritma


Cara masyarakat menerima informasi terus berubah. Media sosial kini menjadi ruang utama bagi publik untuk membaca berita, mencari informasi pekerjaan, hingga memahami kebijakan pemerintah. Di tengah perubahan itu, pemerintah menilai komunikasi publik tidak bisa lagi dilakukan dengan pola lama yang terlalu formal dan satu arah.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kerja sama antara Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (IKA FIKOM UNPAD). Keduanya sepakat memperkuat komunikasi publik berbasis data dan teknologi digital agar kebijakan ketenagakerjaan lebih mudah dipahami masyarakat.

Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di Kantor Kemnaker, Jakarta, Senin (11/5/2026). Penandatanganan dilakukan Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi dan Sekretaris Jenderal IKA FIKOM UNPAD Ivan Garda, serta disaksikan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan Ketua Umum IKA FIKOM UNPAD Hendri Satrio.

Ketika Algoritma Menentukan Informasi yang Dilihat Publik

Dalam sambutannya, Yassierli menyinggung bagaimana algoritma media sosial kini ikut menentukan informasi yang dikonsumsi masyarakat setiap hari. Menurutnya, seseorang yang menonton satu topik tertentu akan terus disuguhi konten serupa oleh platform digital.

Fenomena ini, kata dia, membuat komunikasi publik harus disusun lebih hati-hati. Pemerintah tidak cukup hanya menyampaikan informasi, tetapi juga perlu memastikan pesan yang disampaikan tetap relevan, mudah dipahami, dan tidak memperkeruh ruang digital.

“Sekali kita menonton satu topik, kita akan disuguhkan dengan konten sejenis,” ujar Yassierli.

Ia menilai kemampuan komunikasi kini menjadi kompetensi penting, bukan hanya bagi pemerintah, tetapi juga bagi pekerja dan pelaku usaha yang aktif di media sosial. Karena itu, Kemnaker mendorong adanya peningkatan kapasitas komunikasi, termasuk kemungkinan sertifikasi keahlian komunikasi untuk para pekerja di bidang tersebut.

Menurut Yassierli, komunikasi yang baik dapat membantu masyarakat memahami kebijakan pemerintah secara lebih utuh. Ia mengatakan tujuan komunikasi publik bukan sekadar membuat masyarakat mengetahui suatu kebijakan, tetapi juga memahami manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

Pemerintah Ingin Komunikasi yang Lebih Dekat dengan Publik

Kerja sama Kemnaker dan IKA FIKOM UNPAD juga diarahkan untuk memperbaiki cara pemerintah menyampaikan data dan informasi kepada masyarakat. Selama ini, banyak kebijakan publik dinilai sulit dipahami karena terlalu teknis atau disampaikan dengan bahasa birokratis.

Melalui kolaborasi ini, kedua pihak akan mengembangkan strategi diseminasi informasi yang lebih modern. Penyusunan narasi kebijakan akan disesuaikan dengan pola komunikasi masyarakat digital yang cenderung cepat, singkat, dan visual.

Kemnaker juga ingin memastikan informasi ketenagakerjaan dapat diterima secara lebih luas, mulai dari pekerja, pencari kerja, pelaku usaha, hingga kelompok masyarakat lain yang berkepentingan terhadap isu ketenagakerjaan.

Yassierli mengatakan kepercayaan publik menjadi modal penting dalam menjalankan program pembangunan ketenagakerjaan. Karena itu, transparansi dan penyampaian data yang akurat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari komunikasi pemerintah.

“Komunikasi publik adalah kunci agar masyarakat tidak hanya mengetahui, tetapi juga merasakan manfaat dari setiap kebijakan ketenagakerjaan,” kata dia.

Nasib Pekerja Media di Tengah Arus Konten Cepat

Ketua Umum IKA FIKOM UNPAD Hendri Satrio menilai tantangan komunikasi saat ini tidak hanya dialami pemerintah, tetapi juga pekerja media. Menurutnya, jurnalis kini bekerja di tengah arus informasi yang bergerak sangat cepat dan kompetisi yang semakin ketat.

Ia menyebut media saat ini bukan hanya bersaing dengan sesama perusahaan pers, tetapi juga dengan influencer, buzzer, kreator konten, hingga algoritma media sosial yang membuat potongan video singkat lebih cepat viral dibandingkan laporan jurnalistik yang telah diverifikasi.

“Yang juga harus kita pikirkan adalah nasib pekerja media,” ujar Hendri.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat kemampuan komunikasi menjadi semakin penting. Komunikasi, kata Hendri, tidak lagi hanya soal berbicara atau menyampaikan pesan, melainkan kemampuan strategis yang memengaruhi produktivitas dan kualitas hubungan sosial.

Dalam kerja sama ini, IKA FIKOM UNPAD membawa semangat “Komunikatif, Produktif, dan Kompeten” sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di bidang komunikasi.

Hendri berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama semata, tetapi juga menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat kemampuan komunikasi publik di era digital yang terus berubah cepat.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Kemnaker Gandeng Alumni FIKOM UNPAD, Soroti Tantangan Komunikasi di Era Algoritma
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us