1. News
  2. Mojok
  3. Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

kos-putri-yang-terlihat-ideal-untuk-perempuan-perantau-aslinya-bikin-malas
Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

Bagi seorang mahasiswi atau pekerja wanita yang merantau di kota lain dan nggak punya sanak saudara untuk ditumpangi, tinggal di kos putri adalah pilihan paling pas. Jika dibandingkan biaya campuran yang menjadikan satu penghuni laki-laki dan perempuan, kos putri memang paling aman. Mengingat kos putri hanya dihuni oleh perempuan, secara umum privasi lebih terjaga dan lebih bebas untuk “berkeliaran” di dalam area kos.

Orang tua yang biasanya terlibat dalam pemilihan tempat tinggal selama anaknya merantau pun pasti akan memilih kos putri dibandingkan kos campur. Bagi orang tua, mengawasi dan menjaga anak selama di perantauan tentu jauh lebih sulit dibanding ketika anak tersebut masih berada dalam satu rumah. Maka dari itu, dipilihlah kos putri yang lebih terjamin keamanannya untuk perempuan.

Tapi, mengingat semua hal di dunia ini selalu ada plus minusnya, kos putri pun juga punya kekurangan, seperti berikut ini.

Baca juga 5 Kelemahan Punya Rumah Dekat Sawah yang Jarang Disadari Orang Kota.

#1 Drama kulkas dan dapur bersama selalu ada

Permasalahan ini bisa kita jumpai di hampir semua kos putri. Entah kita dapat cerita dari teman yang ngekos maupun cerita dari media sosial, drama kulkas dan dapur bersama ini sudah jadi rahasia umum dari kos putri.

Di satu rumah kos umumnya cuma ada satu kulkas dan satu dapur bersama. Kalau kosnya agak elit dikit, mungkin di tiap lantai ada kulkas dan dapurnya. Tapi mau ada berapapun penghuni kos tetap harus berbagi fasilitas umum ini bersama.

Walaupun sudah ada tulisan peringatan untuk nggak mengambil bahan makanan milik penghuni lain tanpa izin, problem pencurian makanan tetap terjadi. Bahan makanan yang tadinya masih full tiba-tiba berkurang bahkan habis dalam semalam bukan lagi hal yang jarang terjadi, tapi tetap saja bikin kesal.

Selain itu, di dapur bersama pun juga tetap terjadi drama. Misalnya, alat masak milik pribadi tiba-tiba digunakan oleh orang lain tanpa izin. Makin nyebelinnya lagi, alat masak yang sudah digunakan nggak segera dicuci dan dikembalikan ke tempat semula. Ada pula drama mengganti gas dan galon yang juga memicu perang dingin dan konfrontasi antarpenghuni kos.

#2 Kos putri menetapkan standar perempuan ideal

Hal ini mungkin nggak selalu disadari oleh orang awam, tapi dirasakan secara langsung oleh penghuni kos. Kos putri menjadi “simulasi” bagi penghuninya untuk memenuhi standar perempuan ideal setiap harinya.

Standard perempuan ideal ini maksudnya bukan punya wajah atau body setara Miss Indonesia, ya. Kos putri yang biasanya menetapkan peraturan yang ketat dengan alasan keamanan bagi penghuninya. Bisa dibilang kos putri punya moral code tak tertulis.

Penghuni kos putri wajib memenuhi moral code tersebut, seperti jangan pulang malam, jangan terlalu dekat dengan laki-laki, jangan terlalu seksi, dan jangan terlalu berisik. Kalau melanggar, siap-siap dapat peringatan bahkan cap “bukan perempuan baik-baik”. Meskipun kadang alasan kita pulang malam dan diantar cowok karena habis rapat BEM, misalnya, penghuni lain dan pemilik kos mana peduli.

Jadi bisa dikatakan bahwa menjadi penghuni kos bukan hanya tinggal, tapi ikut perform sebagai “perempuan ideal”.

Baca juga 4 Kelemahan Tinggal di Apartemen yang Nggak Tertera dalam Brosur.

#3 Penghuni hampir nggak bisa benar-benar sendirian

Walaupun di dalam kos setiap penghuni memiliki kamar sendiri-sendiri, tapi bisa dibilang hampir nggak ada ruang untuk menikmati kesendirian itu. Kos-kosan tetap saja ruang komunal yang selain penghuninya tinggal berdekatan, rutinitas hariannya juga melibatkan satu sama lain.

Di beberapa rumah kos, nggak bergaul dengan tetangga kos akan dianggap sombong. Mengurung diri tanpa pernah bertegur sapa juga akan dicurigai. Dengan kata lain, setiap penghuni harus akrab dengan penghuni kos yang lain. Tiap hari. 24/7.

Sebenarnya, kos-kosan yang seperti itu bisa bikin nggak nyaman. Memang betul bahwa tetangga kos akan menjadi orang pertama yang selalu ada saat keadaan darurat maupun kepepet. Tapi, sebagai manusia, mau introvert maupun ekstrovertkadang tetap butuh waktu sendiri kan?

#4 Kos putri itu menguras mental

Kalau kos eksklusif menguras kantong, maka kos putri yang ekonomis menguras mental.

Selain drama kulkas dan dapur, ada lagi hal lain yang bikin badan dan pikiran cepat capek. Perempuan itu cenderung lebih sering curhat, cerita, dan sharing masalah. Jadi kalau ada tetangga kos yang baru bad mood atau ngalamin bad day, kita sebagai orang terdekat (secara fisik) harus siap telinga untuk mendengarkan keluhannya.

Kadang ini menjadi cara yang lumayan baik untuk belajar menjadi pendengar. Tapi di saat yang sama, energi negatif yang tersebar bisa berdampak ke seluruh kos. Efeknya satu kos jadi kena energi yang sama kalau orang tersebut cerita ke mana mana.

Misalnya, ada penghuni yang baru putus lalu cerita ke semua tetangga biaya. Sebagai tetangga kos kita mungkin jadi nggak enak untuk menunjukkan kebahagiaan, abis dapat nilai A atau proposal skripsi di-acc misalnya, karena takut dianggap nggak bersimpati. Jadinya satu orang galau, satu kos ikutan muram

Kos putri sejatinya memang tempat yang paling ideal untuk tinggal, tapi tetap saja ada kekurangannya sebagaimana tempat tinggal lain. Cara kita menyikapi kekurangan ini juga sama pentingnya biar nggak bikin kesal atau ngedumel dalam hati.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini dari.

Terakhir diperbarui pada 18 Mei 2026 oleh

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us