1. News
  2. Opinion
  3. Ubah Nasib Warga Pelosok Lewat Jembatan

Ubah Nasib Warga Pelosok Lewat Jembatan

ubah-nasib-warga-pelosok-lewat-jembatan
Ubah Nasib Warga Pelosok Lewat Jembatan
Ubah Nasib Warga Pelosok Lewat Jembatan
Jembatan di pelosok.(dok.Istimewa)

BAGI kebanyakan anak muda, usia dua puluhan adalah waktu untuk membangun karier, menikmati kota, atau mengejar mimpi pribadi. Namun berbeda dengan Wafiq Zuhair. Pemuda kelahiran Lumajang ini belum genap 30 tahun, namun sudah membangun 11 jembatan di pelosok Indonesia, dari hutan Aceh hingga desa-desa terpencil yang nyaris tak tersentuh pembangunan.

Perjalanan itu tidak dimulai dengan rencana besar. Wafiq adalah lulusan psikologi yang sudah melamar pekerjaan ke mana-mana namun tidak satu pun yang membuahkan hasil. Di titik itulah ia memilih arah yang sama sekali berbeda dari yang pernah ia bayangkan, mendirikan yayasan dan terjun langsung ke pelosok negeri.

Semuanya bermula dari sebuah cerita seorang kawannya, bahwa di sebuah kampung terpencil, ada anak-anak yang harus berenang menyeberangi sungai setiap hari hanya untuk bisa sampai ke sekolah.

“Mereka memberitahu kami bahwa ada anak-anak yang harus berenang melalui sungai untuk ke sekolah. Setiap hari. Karena sekolah terletak di sisi lain. Ketika arus sungai sangat kuat, mereka terpaksa meliburkan sekolah,” cerita Wafiq saat dihubungi, Selasa (19/5).

Gambaran itu memukul Wafiq dengan keras. Di tengah zaman yang serba mudah, rupanya masih ada anak-anak harus mempertaruhkan keselamatannya hanya untuk mendapat hak yang paling dasar, yaitu pendidikan. “Kita bisa bayangkan, setiap hari berapa banyak orang yang terdampak. Guru pun belum tentu bisa selalu hadir ke sekolah,” ujarnya.

Dari keprihatinan itulah Yayasan Sahabat Pedalaman lahir, lima tahun lalu. Tanpa latar belakang sebagai pejabat atau anak orang kaya, Wafiq memulai sesuatu yang diakuinya sendiri hampir mustahil.

“Bagi saya, membangun jembatan adalah hal yang hampir mustahil. Saya bukan pejabat, bukan anak orang kaya, bukan orang yang hidupnya penuh privilege. Gimana caranya bisa bangun jembatan yang harganya bisa sampai ratusan juta? Hampir mustahil rasanya,” tulisnya.

Namun ia percaya pada sebuah kutipan dari Sutan Syahrir yang ia pegang erat, hidup yang tidak dipertaruhkan tidak akan pernah dimenangkan.

Bukan sekadar infrastruktur

Jembatan demi jembatan pun berdiri. Bukan hanya soal infrastruktur, melainkan soal membuka akses yang selama ini tidak pernah dianggap penting oleh mereka yang tinggal di pusat kota.

Di Desa Simpang Jernih, Aceh Tamiang, misalnya, Wafiq menceritakan bahwa warga pernah harus bergelut dengan lumpur selama lebih dari sebulan akibat banjir bandang, sementara air bersih nyaris tidak ada. Tim Sahabat Pedalaman hadir dengan mengebor sumur, memberikan setitik harapan di tengah lumpur.

“Kami memang bukan superhero yang bisa menyelesaikan semua masalah. Tapi setidaknya, semoga kebaikan kecil ini bisa memberi harapan buat mereka,” ujar dia.

Filosofi Wafiq sederhana tapi tegas, setiap warga, baik di pelosok maupun di kota, berhak mendapat akses yang setara. Semakin jauh sebuah desa, semakin lirih suara mereka terdengar. Maka jembatan, bagi Wafiq, bukan sekadar struktur fisik. Ia adalah cara untuk memastikan bahwa suara-suara yang lirih itu tidak benar-benar hilang.

Lima tahun bukan waktu yang pendek untuk membangun sesuatu dari nol, apalagi di daerah-daerah yang bahkan sinyal telepon pun tidak menjangkaunya. Namun bagi Wafiq, perjalanan berliku itu justru yang membuatnya bermakna. Sebelas jembatan sudah berdiri. Dan ia belum berencana berhenti.

“Lima tahun membangun Sahabat Pedalaman bersama tim yang hebat adalah perjalanan berliku sekaligus indah, perjalanan penuh tantangan sekaligus penuh keajaiban. Selamat bermimpi besar, kawan,” ungkap Wafiq dalam Instagram pribadinya. (Ata/P-3)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Ubah Nasib Warga Pelosok Lewat Jembatan
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us