
MENTERIKeuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali menguat tajam pada pekan depan seiring dengan perbaikan fundamental ekonomi nasional. Keyakinan ini muncul setelah IHSG berhasil ditutup menguat pada perdagangan Jumat (22/5) di posisi 6.162,05.
Menkeu Purbaya menjelaskan bahwa secara teknikal, pergerakan indeks memiliki potensi besar untuk melesat setelah sebelumnya sempat tertekan di kisaran level 5.900. Ia meminta para pelaku pasar untuk tetap tenang dan tidak mengkhawatirkan fluktuasi jangka pendek yang terjadi di bursa saham domestik.
“Saya pikir sih, kalau lihat dari teknikalnya sih, minggu depan udah lari kencang,” ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/5).
Menurut Purbaya, pemulihan atau memantul IHSG hanya tinggal menunggu waktu. Ia menekankan bahwa harga saham pada akhirnya akan selalu mengikuti fundamental perusahaan dan kondisi ekonomi makro secara keseluruhan. Jika ekonomi membaik, maka profitabilitas emiten akan meningkat, yang secara otomatis mendorong kenaikan harga saham.
“Itu akan dimulai oleh fundamental perekonomian. Kalau ekonominya bagus, profitabilitas juga meningkat. Jadi harusnya sih, enggak mungkin kalau perusahaannya untung, sahamnya jatuh. Berarti, diremehkanbeli aja pasti untungnya,” tambah Menkeu.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat sore, IHSG hari ini ditutup menguat 67,11 poin atau 1,10% ke posisi 6.162,05. Penguatan ini ditopang oleh sektor energi dan barang baku (bahan dasar). Bahkan, pada sesi perdagangan yang sama, indeks melemah hingga mencapai level terendah di 5.966,86.
Sementara itu, indeks kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 juga mencatatkan kenaikan sebesar 4,04 poin atau 0,66% ke posisi 620,44. Pemerintah menegaskan akan terus memperkuat fondasi ekonomi nasional guna menjaga kepercayaan investor di pasar modal.