1. News
  2. Bulutangkis
  3. Asa ganda putri kembali ciptakan final Indonesia di Australian Open

Asa ganda putri kembali ciptakan final Indonesia di Australian Open

asa-ganda-putri-kembali-ciptakan-final-indonesia-di-australian-open
Asa ganda putri kembali ciptakan final Indonesia di Australian Open

Jakarta (ANTARA) – Asa ganda putri Indonesia untuk kembali menciptakan final sesama wakil Merah Putih terbuka pada Australian Open 2026 setelah Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari berada di bagan berbeda.

Turnamen level BWF World Tour Super 500 itu berlangsung di Sydney, Australia, pada 9-14 Juni, atau menjadi agenda lanjutan setelah Super 1000 Polytron Indonesia Open 2026 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pekan lalu.

Rachel/Febi menempati bagan atas dan akan mengawali perjuangan dengan menghadapi wakil Korea Selatan Kim Yu Jung/Lee Yu Lim. Sementara itu, Ana/Trias berada di bagan bawah dan memulai langkah melawan ganda putri Hong Kong Nga Ting Yeung/Pui Lam Yeung.

Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya kembali All Indonesian final seperti edisi tahun lalu. Pada Australian Open 2025, Rachel/Febi keluar sebagai juara setelah mengalahkan Ana/Trias melalui pertandingan tiga gim dengan skor 18-21, 21-19, 23-21.

Peluang itu juga datang setelah ganda putri Indonesia menunjukkan tren positif pada Polytron Indonesia Open 2026. Rachel/Febi melangkah hingga semifinal sebelum dihentikan pasangan nomor satu dunia asal China, Liu Sheng Shu/Tan Ning, dengan skor 17-21, 16-21.

Ana/Trias juga mencapai perempat final Indonesia Open sebelum terhenti di tangan Rachel/Febi. Keduanya kini akan menjadi dua wakil di Australian Open 2026.

Baca juga: Ganda putri Indonesia mulai tunjukkan tren positif di Indonesia Open

Pelatih kepala ganda putri Indonesia Karel Mainaky sebelumnya mengatakan anak-anak asuhnya mulai menunjukkan perkembangan positif, terutama dari sisi kepercayaan diri ketika menghadapi lawan-lawan papan atas dunia.

“Saya melihat memang ada progres dari anak-anak, sedikit demi sedikit. Penampilan mereka memang cukup baik di turnamen ini. Mereka terlihat lebih yakin, biasanya memandang lawan itu terlalu hebat. Memang saya lagi berusaha agar mereka tidak memandang lawan itu siapa, sebelum kita kalah ya kita tarung dulu,” kata Karel di Istora, belum lama ini.

Karel mengatakan setiap pasangan mendapat program berbeda sesuai kebutuhan masing-masing. Ia menilai latihan tambahan juga diberikan untuk menjawab kelemahan yang terlihat dalam pertandingan, termasuk penurunan performa pada poin-poin akhir.

Menurut Karel, capaian di Indonesia Open dapat menjadi modal untuk menghadapi turnamen berikutnya. Dengan tren positif dan posisi Rachel/Febi serta Ana/Trias yang berada di bagan berbeda, Australian Open menjadi kesempatan bagi ganda putri Indonesia untuk kembali menegaskan daya saingnya.

Namun, peluang menciptakan final sesama Indonesia tetap harus dibuktikan sejak babak awal. Rachel/Febi dan Ana/Trias sama-sama menghadapi lawan yang tidak bisa dianggap ringan, sehingga konsistensi menjadi kunci untuk menjaga peluang mereka melangkah jauh di Sydney.

Baca juga: PBSI tarik Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin dari Australian Open 2026

Baca juga: Wakil Indonesia di Australian Open setelah dua ganda putra mundur

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Asa ganda putri kembali ciptakan final Indonesia di Australian Open
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us